Muslim Amerika Berjuang Melawan Diskriminasi

Komunitas Muslim AS merayakan 15 tahun perjuangan Dewan Hubungan Islam AS (CAIR) .”Organisasi dan komunitas ini telah berkembang dengan pesat, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas pengaruh, dibandingkan dengan kondisi pada waktu kami awal mendirikan CAIR,” Nihad Awad, pendiri dan direktur eksekutif CAIR, kepada IslamOnline.net.

Didirikan pada tahun 1994, CAIR meruapakan organisasi nirlaba yang berkantor pusat di Washington DC dan telah mepunyai 35 kantor cabang di seluruh AS dan Kanada. CAIR berupaya untuk meningkatkan pemahaman Islam, mendorong dialog, melindungi kebebasan sipil, memberdayakan Muslim AS, dan membangun koalisi yang mempromosikan keadilan dan saling pengertian. CAIR memproses hampir 2.500 kasus diskriminasi hak-hak sipil atas nama umat Islam pada tahun 2006, dan lebih dari 9.500 dalam sepuluh tahun terakhir. Read more »

HT Bangladesh : Dilarang Karena Melawan Penjajahan Asing

Pemerintah Opresif Liga Awami melarang Hizbut Tahrir Bangladesh karena aktifitas partai ini membongkar dan menentang campur tangan asing di negara itu yang disponsori India, Inggris dan Amerika Serikat. Koordinator jurubicara HizbutTahrir Bangladesh Prof. Mohiuddin Ahmed menyatakan hal tersebut dalam pernyataan persnya (23/10). Hizbut Tahrir berhasil membongkar konspirasi Liga Awami dengan negara-negara asing untuk menghancurkan Bangladesh dalam peristiwa pembantaian massal perwira militer Bangladesh di Philkhana (25/02). Read more »

Neo Liberal Menguat, Sikap Kritis Terkikis

Kabinet Indonesia Bersatu jilid II sudah terbentuk. Ada dua catatan penting untuk kebinet baru ini pertama kebijakan neo liberal tampaknya akan dilanjutkan bahwa bisa menguat. Yang kedua, politik balas budi yang mengancam sikap kritis partai.  Untuk catatan yang pertama tampak dalam format kementerian ekonomi  yang didominasi menteri-menteri yang pro liberal dan orang-orang yang merupakan kepercayaan SBY. Seperti Hatta Rajasa (menko ekonomi), Srimulyani ( menteri keuangan),Darwin Zahedy dari Partai Demokrat  (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral), MS Hidayat  ketua Kadin (Menteri Perindustrian), Mari Elka Pangestu (Menteri Perdagangan).  Penting juga diamati   upaya mempertahankan keberadaan Purnomo Yusgiontoro (menteri pertahanan) yang dikenal memiliki koneksi luas dengan jaringan bisnis kapitalis global terutama sektor pertambangan seperti minyak, gas, emas  dan lainnya. Read more »

Kerahkan Tentara , Bebaskan Al Aqsha

Lagi, Zionis Israel berbuat nista. Pada Ahad 25 Oktober 2009, sejumlah tentara zionis Israel secara membabi buta menyerbu Masjid al-Aqsha dan menembaki jamaah yang ada di sana sehingga sejumlah orang meninggal karenanya. Penyerbuan itu secara nyata telah menodai kesucian Masjid al-Aqsha sebagai kiblat pertama umat Islam, tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan tempat suci umat Islam ketiga setelah Masjid al-Haram di Makkah dan Masjd Nabawi di Madinah. Oleh karena itu, tindakan ini jelas merupakan sebuah kedzaliman yang sangat nyata. Read more »

Bola Liar Bom Marriot-Carlton: Stigma Negatif Terhadap Syariah Islam dan Khilafah

Jakarta kembali digunjang bom. Jumat 17 Juli 2009 sekitar jam 7 pagi telah terjadi ledakan bom di Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta. Ledakan dahsyat di kedua hotel itu diberitakan telah mengakibatkan 9 orang meninggal dunia dan lebih dari 50 orang luka-luka. Seperti biasa pers Barat segera menuding Jama’ah Islamiyah (JI) dibalik bom Marriot dan Carlton. Situs The Australian, Jumat (17/7) menuding dengan Headline “Jakarta hotel blasts kill seven, bear mark of Jemaah Islamiah”. ABC News mengkaitkan dengan al Qaida .

Analisis yang diklaim sebagai pakar yang selama ini dikenal miring terhadap kelompok Islam seperti Rohan Gunaratna Direktur  International Center for Political Violence and Terrorism Research (ICPVTR)  di Nanyang Technological University  Singapura langsung menuduh kelompok Islam. Menurut Gunaratna, pengeboman di Indonesia tidak akan berhenti sampai “pemimpin spiritual” JI, Abu Bakar Ba’asyir ditangkap dan dipenjara. Tudingan yang sama disuarakan Sidney Jones dari ICG. Read more »

Sekulerisme Mematikan Agama

By Farid Wadjdi

Melihat pandangan para cawapres dalam hubungan antara agama dan politik, tampak jelas pandangan sekulerisme masih dominan. Semuanya sepakat agama tidak boleh masuk dalam ruang politik praktis. Yang berbeda adalah cara penyajiannya. Boediono berpendapat agama tidak boleh menjadi unsur dalam politik praktis.”Agama itu mulia dan tidak boleh dijadikan elemen praktis, harus di atas politik praktis. Negara dalam hal ini bertanggungjawab untuk memberikan peluang untuk melindungi warga negaranya. Negara harus mengambil posisi menjaga keharmonisan,” kata Boediono.

Sementara Wiranto menilai, substansi agama malah harus dijadikan spirit untuk membangun kehidupan politik.”Nilai substantif agama, menurut saya bisa diambil untuk membangun etika politik. Jangan sampai di politik hanya BTN, bohong tega dan nipu. Nilai-nilai agama harus ada di dalamnya,” jelas Wiranto.Pernyataan diatas sepertinya memuliakan agama, tapi kalau kita telaah lebih mendalam pernyataan itu justru memperlemah peran agama bahkan mematikannya. Read more »

Catatan Harian : Kemiskinan Bukan Halangan

Ada komentar yang menarik dari jamaa’ah masjid al Ikhlas. Seperti biasa setiap  malam ahad dari maghrib sampai Isa, ana memberikan pengajian untuk bapak-bapak sekitar rumah. Kebetulan saat itu lagi membahas kehidupan bersahabat suami istri. Sengaja ana mengambil tema itu, ya karena prihatin.

Kenapa ya suami terkadang menjadi monster bagi istrinya. Istri jadi sasaran kemarahan di rumah. Kalau masih pedekate atau lagi pacaran, terjatuh sedikit, yang keluar adalah kata-kata manis dan penuh kasih sayang.”Hati-hati sayang, ada yang luka ”, ujar sang lelaki. Read more »

Pidato Jujur Obama

Oleh Farid Wadjdi

Lepas dari pro dan kontra pidato Obama pada 5 Juni kemarin, ada yang menarik dari pidato itu, yakni pengakuan Jujur Obama tentang sumbangan Islam terhadap peradaban dunia. Menurutnya, peradaban berutang besar terhadap Islam. Adalah Islam di tempat-tempat seperti Universitas Al-Azhar yang mengusung lentera ilmu selama berabad-abad dan membuka jalan bagi era Kebangkitan Kembali dan era Pencerahan di Eropa.

Tidak hanya itu, budaya Islam, menurutnya, telah memberikan manusia gerbang-gerbang yang megah dan puncak-puncak menara yang menjunjung tinggi; puisi-puisi yang tak lekang oleh waktu dan musik yang dihargai; kaligrafi yang anggun; dan tempat-tempat untuk melakukan kontemplasi secara damai. Sepanjang sejarah, Islam telah menunjukkannya melalui kata-kata dan perbuatan bahwa toleransi beragama dan persamaan ras adalah hal-hal yang mungkin. Read more »

KERUDUNG BU CAPRES DAN POLITISASI AGAMA

By Farid Wadjdi

Isu kerudung istri capres dan cawapres segera menyulut perdebatan tentang politisasi agama. Isu kerudung digunakan untuk menyerang kesolehan lawan politik. Isu mengenai jilbab ini berkembang di kalangan kaum santri  di perkotaan maupun daerah pinggiran.Di sisi lain, penggunaan isu kerudung dianggap sebagai politisasi agama yang berbahaya karena mengancam Negara dan pluralitas, sikap sektarian dan eksklusif. Read more »

Amerika Terancam Bangkrut, The New Sick Man ?

By Farid Wadjdi

The Sick Man of Europe istilah yang digunakan menggambarkan situasi Khilafah Ustmaniyah oleh Tsar Nicholas I dari Rusia (1853). Saat itu, Ustmaniyah mulai ketinggalan dibanding dengan kekuatan dua lainnya, secara ekonomi dikontrol Eropa akibat krisis keuangan dan terjerat hutang , sementara wilayah kekuasaannya sedikit demi sedikit mulai dicaplok. “Laki-laki sakit, sangat sakit, laki-laki tua yang semakin lemah karena usia tua dan sakit yang sangat”, ujar Nicholas. Read more »