PENGARUH ISLAM DI BENUA INDIA


by Farid Wadjdi

Sejarah Muslim India memang mengalami pasang-surut. Masuknya Islam di Benua India India terjadi pada masa pemerintahan Kholifah Umayyah, yang mengirimkan tentara Islam di bawah pimpinan Muhammad bin Qasim al Tasqafiy pada 93 H atau 712 M. Namun sebenarnya, sebelum mengirimkan tentaranya ke India, hubungan antara India dan Negara Islam, sudah terjalin dakwah Islam ke India sejak masa Rosulullah.

Dalam buku Islam in India, Prof. Husayin Nairar menceritakan bahwa Maharaja Malabar bernama Kheraman Perumal yang memerintah daerah India Selatan, dari Kanjorakot sampai Tanjung Comorin, telah berangkat ke Arabia dan mendapat kehormatan menemui Rosulullah Saw. Sewaktu pulang kembali ke India, dia membawa tiga orang sahabat nabi sebagai utusan dakwah ke India (muballigh). Yaitu, Syarif bin Malik, Malik bin Dinar, dan Malik bin Habib. Di tangan mereka inilah berkembang dakwah Islam di India Selatan. Sayang sekali, Maharaja itu telah berpulang ke rahmatullah di tengah perjalan yaitu di Zafar.

Berikutnya, langkah perang (jihad) terpaksa dilakukan mengingat begitu kerasnya , raja-raja Hindu menghalangi dakwah Islam di India. Kefanatikan mereka terhadap kemusyrikan sungguh luar biasa. Setelah futuhat, kekuasaan Islam di sana sangat terorganisasi hingga berhasil mendirikan kesultanan di New Delhi. Namun, kesultanan itu diambil-alih Dinasti Moghul pada abad ke-16. Kekuasaan dinasti keturunan Timur Lenk ini berakhir di tangan Inggris pada 1757. Lebih dari seabad, wilayah tersebut dikuasai Inggris. Tuntutan untuk memisahkan diri dari India yang dimotori Muhammad Ali Jinnah mengkristal pada 1940 dengan dibentuknya Liga Islam. Baru pada 1947 Pakistan—yang semula bagian dari India—diakui menjadi negara tersendiri sebagai dominion dalam Persemakmuran Inggris. Selain dalam masalah Kashmir yang berlarut hingga kini, Pakistan dan India sempat terlibat perebutan wilayah Punjab dan Bengal. Pakistan sendiri kemudian pecah menyusul pemisahan diri Bangladesh.

Masa Keemasan Islam

Islam secara politik pernah berkuasa di Benua India . Selama era Islam di India, kondisi umat Islam dan kelompok-kelompok non-Muslim jauh lebih baik. Tidak bisa dipungkiri, bahwa selama era Islam masyarakat India mengalami peningkatan peradaban yang luar bisa. Pengaruh Islam terhadap Benua India (termasuk India sendiri ) sangat besar.

Islam berpengaruh besar pada perubahan keyakinan dan sistem kehidupan di India yang tadinya banyak dipengaruhi oleh Hindu (musyrik). Ajaran Islam datang dengan akidah tauhid yang mengajarkan hanya penyembahan kepada Allah yang Esa. Ajaran Islam juga mengajarkan persamaan manusia di hadapan Allah Swt. Tinggi rendahnya seseorang bukanlah karena keturunan atau rasnya (sebagaimana ajaran sekte dalam Hindu), namun karena ketakwaannya kepada Allah.

Kehadiran Islam berpengaruh terhadap seluruh tatanan kehidupan orang-orang Hindu yang musyrik dan jahiliah. Pada era Islam, terdapat kebangkitan berbagai aspek kehidupan, ekonomi, pendidikan, politik, dan lainnya. Kehadiran Islam di India juga telah mendorong meningkatnya perdagangan yang tadinya lokal menjadi lebih global. Lewat pedagang-pedagang Muslim, perdagangan India menyebar ke Timur Tengah, Mongolia, dan Indonesia di Asia Tenggara.

Seiring dengan berkembangnya perdagangan internasional, penyebaran dan peningkatan sains dan teknologi juga meningkat. Penemuan kincir angin ,yang pada masa itu termasuk teknologi canggih, terjadi pada era Islam. Penggunaan ubin keramik dalam berbagai kontruksi bangunan di India di pengaruhi oleh arsitektur di Irak, Iran, dan Asia Tengah. Barang pecah-belah (yang terbuat dari tanah) banyak diadopsi dari Cina yang dibawa oleh penguasa Mughal. Pada masa pemerintahannya, Sultan Abidin (1420-1470) mengirim pekerja-pekerja yang ahli ke Samarqand untuk mempelajari penjilidan dan penggunaan kertas.

Pada era Islam jugalah berkembang kota-kota industri yang terkenal hingga saat ini. Khurja dan Siwan terkenal dengan industri tembikarnya, Morabadad dengan benda-benda yang terbuat dari kuningan, Mirzapur dengan karpetnya, Firozabad dengan benda-benda gelas, Farrukhabad dengan industri percetakannya, Sahranpru dengan ukiran kayunya, Srinagar dengan ‘papier mache’ (hasil industri yang terbuat dari bubur kertas), dan lain-lain.

Dari segi bahasa, pengaruh bahasa Arab (sebagai bahasa Islam) memunculkan bahasa Urdu. Bahasa ini mempunyai nahu Prakrit dengan perbendaharaan kata Parsi, Arab, dan Turki. Ia ditulis dengan skrip Arab tetapi diubah untuk mewakili bunyi bukan Arab. Contoh-contoh perbendaharaan kata Urdu: wajib, munsyi, dll.

Pengaruh Islam juga tampak dari teknologi bangunan yang mengalami perkembangan yang pesat pada zaman Mughul. Ini tampak, misalnya, pada Gedung Kabuli Bagh di Panipat, Masjid Jami’ di Sambal dan sebuah masjid di Agra. Shah Jahan merupakan ahli bangunan yang terkenal. Salah satu karyanya adalah bangunan Taj Mahal yang banyak dipengaruhi konsep dan gaya Islam. Taj Mahal pun menjadi bangunan yang dikenal sebagai salah satu keajaiban dunia.

Namun demikian, masa kegemilangan tersebut berubah menjadi penderitaan saat era Islam berakhir dan penjajah Barat masuk ke India. Diawali dengan masuknya The British East Company (1600- 1858), Inggris mulai melakukan penjajahan di India. Inggris kemudian membentuk pemerintahan kolonialnya di India (1858-1947). Seruan jihad pun dilakukan oleh kaum Muslim di India untuk mengusir Inggris.

BOX :

Sultan Zainal Abidin Sang Arsitek

Para sejarahwan juga menulis bahwa Sultan Zainal Abidin adalah seorang kepala pemerintahan yang handal. Pada masanya, para pelaku kejahatan dibuat tak berkutik. Mereka yang diketahui berbuat kriminal mendapat sanksi berat dari negara. Selain itu, Sultan juga dikenal sebagai negarawan yang ulung. Dengan sejumlah pasukan besar, ia berhasil menaklukkan Punjab, Tibet Barat, Ladhak dan kawasan Balti, Kulu dan Ohind (Hazara). Sultan juga berhasil menggalang hubungan dengan kawasan Islam lain, seperti Mesir dan Makkah.

Dikabarkan, Wali Makkah dan dan Wali Mesir mengirimkan berbagai macam hadiah kepada Sultan. Penguasa Gwalior, yang mengetahui Sultan Zainal Abidin menyukai musik, mengirimkan barang-barang berharga bagi perkembangan musik India. Selain itu, Sultan juga melakukan pertukaran duta dengan sejumlah negara seperti Tibet, Sindh, Gujrat, Malwa, dan Delhi.

Sultan Zainal Abidin juga dikenal sebagai seorang arsitek yang luar biasa. Ia membangun kota baru yang sekarang disebut Nowshedar. Ia juga amat memperhatikan kepentingan para aparat pemerintahan. Di antaranya, ia membuatkan sejumlah rumah yang megah bagi para pegawai pemerintah, anggota istana, dan para ulama.

Dikabarkan, ia membangun istana dengan 12 ruang utama di dalamnya. Di setiap ruang utama tersebut terdapat aula, koridor, dan 50 kamar. Istana itu juga berkubah emas dan aulanya yang luas berkilau seperti kaca. Selain membangun Nowshader, ia juga membangun kota Zainapur, Zainakut, dan Zainagir. Sultan pula yang pertama kali membangun jembatan kayu di Srinagar yang kini dikenal sebagai Zainakadal.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 8,390 other followers

%d bloggers like this: