AGAR IBU TIDAK BUNUH DIRI


Ummu Salamah

 

Masih terngiang dalam telinga kita betapa mengenaskan tindakan seorang ibu.membunuh ketiga anaknya di Bandung . Tidak lama kemudian terdengar kembali ibu yang membunuh keempat anaknya dengan alasan takut miskin dan tidak dapat menghidupi anak-anaknya. Sungguh menyedihkan ibu yang seharusnya menjadi pelindung anak-anaknya, kemudian menjadi monster pembunuh, tanpa  tahu kenapa mereka dibunuh.

Kesulitan hidup memang paling sering menjadi alasan. Meskipun sebenarnya kesulitan hidup ini sudah menjadi realita  umum yang terjadi dimana-mana .  Cakrawala berpikir  yang lebih luas bagi seorang ibu akan membuat ia merasa lapang dada dalam menghadapi penderitaan hidup ini. Karena itu adalah penting membangun pola pikir dan pola sikap seorang ibu dalam menghadapi persoalan hidup yang berat.

  Sistem Kapitalisme global,ini adalah pelaku utama kemelaratan manusia di dunia. Kemiskinan juga menimpa Indonesia yang terjebak pada kebijakan global kapitalisme seperti hutang luar negeri, privatisasi, dan pasar bebas. 

Besarnya utang negara   (sekitar 1000 trilyun)  membuat negara semakin lemah menghadapi tekanan asing. Investasi asing  yang tadi diharapkan akan memberikan kebaikan malah menjadi  saranan ekploitasi kekayaan alam negara oleh asing.Jadilah sumber pendapatan yang besar dari kekayaan alam tidak bisa dioptimalkan untuk membiayai rakyatnya.   

Di sisi lain negara didikte untuk mengikuti kebijakan negara donor yang notebene kapatalisme global. Muncullah kebijakan-kebijakan yang alih-alih mensejahterakan rakyat, malah membuat rakyat menderita . Kenaikan BBM, komersialisasi pendidikan , menjadi contoh dalam hal ini.  Liberalisasi pendidikan dan kesehatan membuat beban hidup semakin berat . |Dampak langsungnya  misalnya mahalnya biaya sekolah dan biaya kesehatan. Sehingga kebutuhan vital masyarakat ini menjadi tanggung jawab masyarakat sendiri. Beban hidup rakyatpun semakin berat.   

Kesulitan ekonomi yang terjadi sekarang  bukanlah kemiskinan kultural atau akibat sikap personal seperti  karena kemalasan, atau tidak ada modal untuk bekerja. Kemiskinan yang terjadi sekarang adalah akibat kemiskinan struktrul  akibat sistem kapitalisme global yang diperparah dengan melemahnya peran negara mensejahterakan rakyatnya. Para ibu harus tahu bahwa jalan keluar dari masalah global ini adalah mengganti sistem Kapitalisme Global. 

Mempekuat Kepribadian Ibu  

Lemahnya kepribadian para ibu menjadi penyebab internal kenapa mereka memilih bunuh diri. Persoalan hidup akan lebih ringan kalau dikomunikasikan ke orang terdekat . Tapi itu tidak terjadi, persoalan dipendam sendiri, hingga terakumulasi, yang membuat seakan tidak ada pilihan lain untuk menyelesaikannya kecuali bunuh diri.  Disamping itu, melemahnya ikatan keluarga dan sosial menjadi penyebab seorang ibu harus sendiri menghadapi persoalan hidupnya. Disinilah letak penting orang-orang terdekat seperti anak, suami, ibu , atau ayah, tetangga  menjadi tempat berbagi. Memperbaiki komunikasi, keterbukaan, membiasakan untuk diskusi tanpa tekanan menjadi penting untuk dilakukan di rumah. Bunuh diri juga bisa terjadi karena ketidakmampuan untuk memenej persoalan hidup yang beruntun datang. Sang ibu kemudian tidak mampu membuat prioritas penyelesaian masalah, mana yang lebih dahulu diselesaikan, mana yang bisa ditunda.

Kemampuan membuat prioritas masalah ini tentu saja akan meringkan beban ibu tersebut. Tak pelak lagi kecerdasan sang ibu dibutuhkan dalam kondisi seperti ini.  Peran agama juga menjadi sangat penting, berkaitan dengan merumuskan tujuan hidup, bukan semata-mata terjebak pada rutinitas ibadah ritual, tapi bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan. Aplikasi konsep tawakal, percaya pada hari akhir, berserah diri kepada  Allah Swt , ikhlas dalam mensikapi qodho (ketentuan Allah swt ) menjadi penting, bersabar terhadap ujian hidup . Termasuk pemahaman bahwa bunuh diri itu adalah perbuatan dosa yang dibenci Allah SWT  dengan resiko siksa Allah di hari akhir nanti.    

 Secara praktis beberapa hal yang harus dilakukan oleh para ibu antara lain : Pertama, Perjelas tujuan kehidupan. Ini mutlak diperlukan agar para ibu tidak menjadi orang yang sering merasa ragu atau gamang dalam menapaki kehidupan. Tujuan hidup ini adalah meraih ridho Sang Maha Pencipta kehidupan Dia-lah Allah. Sehingga problem seperti apa pun yang menimpa kita, tidak akan pernah terbayangkan oleh kita untuk mengakhiri hidup ini dengan jalan yang tidak diridhoi Allah SWT, seperti bunuh diri atau menghilangkan nyawa anak-anak. 

Kedua, meningkatkan kepribadian diri dengan cara meningkatkan pola pikir dan pola sikap. Carilah kumpulan ibu-ibu yang akan membawa diri kita pada peningkatan kualitas kepribadian. Mencoba untuk berorganisasi,mungkin itu kalimat mudahnya. Akan tetapi organisasi yang bisa meningkatkan kecerdasan  dan ketakwaan kepada  Allah SWT. Berorganisipun akan mempererat ikatan sosial yang semakin rapuh saat ini.  Upaya meningkatkan pola pikir , paling tidak membuat para ibu terbiasa kembali untuk belajar,membuka buku-buku,atau literatur-literatur lainnya yang akan mencerdaskan para ibu. Dengan belajar cakrawala berpikir tentang manusia dan dunia akan terbuka luas. Sehingga para ibu akan semakin merasakan kekurangan atau haus ilmu yang  akan membuat para ibu terus membenahi kualitas diri.

 Ketiga, cerdaskan diri dalam mengantisipasi dan mengatasi permasalahan. Hal ini berkaitan dengan kemampuan  dalam memprediksi kondisi sosial, politik, ekonomi yang akan  terjadi. Termasuk yang terpenting adalah kemampuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Kondisi sekitarnya termasuk realita global  pasti akan berpengaruh pada  keluarga. Contoh konkrit yang terjadi adalah krisis moneter yang melanda negara-negara dunia ketiga. Kalau disadari sejak awal , maka seorang ibu bersama suami dan keluarga lainnya  akan mengantisipasi hal ini dengan mengadakan diskusi kecil dengan suaminya tentang usaha tambahan. Karena kesadaran akan terpuruknya situasi ekonomi  bisa juga akan berpengaruh terhadap pekerjaaan suami. Sehingga ia akan memulai usaha kecil-kecilan yang bisa dijadikan alternatif sumber nafkah kalau suami dipecat.  Kalau suami dipecat dengan cerdas seorang ibu akan berupaya mencari langkah-langkah alternatif untuk mengurangi biaya hidup. Misalnya memindahkan sekolah anak dari sekolah internasional yang mahal ke sekolah negeri yang lebih murah . Trik menghemat pengeluaran juga penting seperti penggunaan telepon secara selektif, mengerjakan hal yang bisa dikerjakan sendiri, mengurangi pembantu di rumah atau dalam kondisi terdesak tidak menggunakan pembantu sama sekali. Kemampuan “problem solving” sang ibu menjadi penting dalam masalah ini.

  Keeempat, membangun komunikasi yang terbuka dan harmonis. Buatlah komunikasi sejak awal dengan anggota keluarga. Hal ini akan mendewasakan anak-anak dan membuatnya peka  terhadap kondisi orangtuanya. Anak yang tidak mau mengerti kondisi orang tuanya biasanya terjadi karena kurangnya pendidikan keluarga terhadap anak-anak. Jikalau hal ini dilakukan sejak dini, maka keberadaan anak di saat kita kesulitan ekonomi, malah menjadi motivasi untuk bangkit dan sabar menghadapi situasi ini. Anak-anak sudah biasa bertanggung jawab terhadap dirinya dan pekerjaannya di rumah.Ini tentu akan membuat orang tuanya berbesar hati, apalagi dalam kondisi sedang kesulitan. Peran suami dalam komunikasi ini pun tak kalah pentingnya. Hubungan suami istri sejatinya adalah hubungan persahabatan , dimana setiap masalah dibicarakan bersama untuk mencari solusinya.  

Tentu upaya-upaya praktis ini bukan berarti langsung menjadi jalan keluar dari kesulitan.. Sabar dan terus berupaya merobah kondisi individu dan negara ini,tanpa harus mengakhiri hidup dengan tragis semisal bunuh diri, akan membuat hari-hari kita penuh berarti dan mendapat keridhoan dan pahala dari Allah SWT . Bukankah dalam kehidupan  ini pasti Allah akan menguji kecintaan hamba-hamba-Nya? Maka jangan pernah berputus asa. Wallaahu a’lam  

2 Responses

  1. Tulisan yang sangat bagus,memang pangkal penyebabnya adalah sistem kapitalisme. Hidup memang menderita tanpa Khilafah. Seharusnya para ibu lebih sabar, bunuh diri bukan solusi

  2. Teh, boleh kan ya kalo artikel2nya ak download?
    Tema2nya menarik, apalagi pembahasannya. So bs buat bhn tulisan & siaran ak. Jazakillah khoir..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: