OBAMA , PEMAIN BARU DI PANGGUNG LAMA YANG SAMA


By Farid Wadjdi

Kemenangan Obama disambut reaksi beragam di seluruh dunia. Sesuai dengan dua isu utamanya ” Hope” (harapan) dan “Chance” (perubahan) , presiden kulit hitam pertama AS ini diharapkan benar-benar akan membawa perubahan. Bukan hanya untuk AS , tapi juga dunia termasuk dunia Islam. Kebencian terhadap Bush dan kebijakan politik luar negeri yang tidak popular delapan tahun terakhir ini telah memberikan citra negatif terhadap kebebasan dan demokrasi Negara Paman Sam itu . Banyak harapan bahwa Obama akan menyelamatkan Amerika Serikat dan membawa perubahan yang besar terhadap dunia.

Hidayat Nurwahid , Ketua MPR berharap, terpilihnya Obama diharapkan bisa mengubah AS untuk tidak lagi arogan terhadap dunia.”Ini memang menantang dan menarik karena ada sesuatu yang baru. Tetapi, dunia cuma bisa berharap, Obama akan menghadirkan tata dunia baru yang tidak lagi berbasis pada hegemoni arogan negara yang bernama AS ini,” ujar Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/11/2008).

Namun, tidak sedikit pula bersikap pesimis terhadap Obama. Robert Fisk, penulis yang dikenal kritis, di harian Independend menggambarkan Obama dengan kalimat “new actor on the same old stage” , pemain baru dalam panggung lama yang sama. Robert Fisk mencontohkan bagaimana Obama memilih Dennis Ross dan Madeleini Albright sebagai penasehat politiknya .

Padahal Dennis Ross paling bertanggung jawab atas kegagalan kebijakan politik AS di Timur Tengah sebelumnya. Dia juga dikenal sebagai anggota AIPAC, lobi Yahudi yang terkuat di AS. Dia juga gagal mewujudkan perjanjian Oslo. Sementara Madeleine Albright , seorang Yahudi, mantan menlu AS yang dengan pongah pernah mengatakan terbunuhnya setengah juta anak-anak akibat sanksi AS di Irak sebagai harga yang pantas.

Mantan Ketua MPR M Amien Rais meragukan, terpilihnya BarackHussein Obama sebagai presiden Amerika Serikat, bisa memberikan perubahan yang berarti terhadap kebijakan ekonomi politiknya.”Begitu masuk ke Gedung Putih, Obama sudah disodori dan dilingkupi kalangan militer dan bisnis yang ada, sehingga membuat ia tidak bisa berbuat banyak,” ujar Amin dalam diskusi tentang kepemimpinan di the Ary Suta Center di Jakarta, Kamis (Kompas; 6/11/2008).

Di Jalur Ghaza, Palestina, para pimpinan Hamas tidak yakin akan ada perubahan dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Timur Tengah. Siapa pun presiden AS yang terpilih tidak akan membuat Washington menghentikan kebijakan jahatnya pada gerakan-gerakan perjuangan di Palestina.Juru Bicara Hamas di Gaza, Fawzi Barhoum menyatakan, Obama dan McCain adalah pilihan yang sama buruknya.

Tidak lama setelah terpilih, Presiden Barack Obama makin nyata menunjukkan keperbihakannya pada kaum Yahudi dan Israel.  Berita terbaru menyebutkan bahwa Rahm Emanuel menerima tawaran Obama untuk menjadi Kepala Staff Gedung Putih. Beberapa jam setelah dinyatakan menang dalam pemilu presiden AS kemarin, Obama menawarkan jabatan Kepala Staff Gedung Putih pada rekannya, sesama anggota Kongres dari negara bagian Illinois, Rahm Emanuel. Yang perlu dicatat, Emanuel dulu pernah berdinas di kemiliteran Israel.

Radio dan media massa Israel dalam laporannya menyebutkan bahwa Emanuel yang lahir di daerah pendudukan Yerusalem, pernah bertugas di kemiliteran Israel sebagai relawan dan pernah ditempatkan di wilayah utara Israel saat Perang Teluk 1991. Ayah Emanuel adalah bekas tentara Irgun, tentara bawah tanah bagian dari gerakan kelompok Yahudi ultra-nasionalis yang melakukan perlawanan terhadap pasukan Inggris dan mengusir orang-orang Palestina menjelang terbentuknya negara ilegal Israel pada tahun 1948. (Eramuslim; 7 November 2008)

Mengomentari terpilihnya Obama, Taji Mustafa, perwakilan media Hizbut Tahrir Inggris mengatakan Amerika bukanlah bergantung pada satu orang. Amerika adalah sebuah negara dengan banyak institusi. Amerika memiliki sistim kapitalis yang kerusakan-kerusakannya telah terungkap. Seseorang tidak akan pernah merubah segala permasalahan sistemik dari sebuah negara, seberapa baikpun dia berikrar untuk melakukan hal itu.

Menurutnya, Amerika adalah sebuah negara kapitalis dengan seperangkat kebijakan luar negeri kapitalis yakni untuk menjajah negara-negara lain. Dengan cara itulah, negara itu senantiasa mencari cara untuk mempertahankan dominasinya di Dunia Islam dan terus melanjutkan agenda eksploitasi kapitalisnya. Presiden boleh datang dan pergi, kebijakan mungkin berubah, tapi tidak akan ada perubahan yang benar-benar nyata (real change).

“Kita harus melihat pribadinya dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang telah dinyatakannya. Barack Obama telah menyatakan keinginannya untuk menyerang Pakistan, mengintensifkan peperangan di Afghanistan dan terus mempromosikan kapitalisme yang telah membawa malapetaka. Dia juga telah berikrar untuk senantiasa mendukung pendudukan brutal Israel di Palestina. Dimanakah letak perubahan ‘yang sesungguhnya’ dari kebijakan-kebijakan George W. Bush?”, tanya Taji Mustafa.

Perubahan mendasar dunia Islam tidak akan muncul sekedar karena keyakinan seseorang. Bukan pula muncul dari sekedar terjadi krisis akibat kegagalan system Kapitalis. Perubahan akan terjadi kalau keimanan individual seorang muslim tidak berhenti pada keimanan yang individual dan spiritual (al aqidah ar ruhiyah). Tapi menjadi keimanan yang sifatnya politik (al aqidah as siyasiyah). Keimanan yang mendorong seorang muslim untuk taat kepada Allah SWT secara totalitas , bukan hanya dalam persoalan individu tapi juga sosial dan politik.

Keimanan yang totalitas inilah yang kemudian mendorong umat Islam untuk menegakkan kembali Khilafah Islam : system yang bisa dipertanggungjawabkan, yang tidak memberikan jalan bagi manipulasi dan kebohongan, system yang memperhatikan rakyat miskin dengan menjadikan jaminan terhadap kebutuhan pokok rakyat (sandang, pangan, dan papan) menjadi kebiajakan pokok ekonominya. Sistem yang akan membebaskan negeri Islam dari penjajahan dan mempertahankan negeri Islam dari kerakusan Kapitalisme yang merampok kekayaan negeri Islam. (Farid Wadjdi)

BOX : TIDAK ADA PERUBAHAN MENDASAR

Isu Palestina dan Timur Tengah

Dalam kampanyenya, Obama mendeklarasikan akan menarik pasukan AS dari Irak , tapi mengirimnya ke Afghanistan. Artinya, Obama akan tetap melanjutkan pembantaian brutal tidak berprikemanusiaan terhadap negeri Islam itu. Obama pun berjanji akan selalu berada di pihak Israel untuk memerangi dan membantai umat Islam di Palestina. Bagi Obama mendukung Israel adalah tradisi sakral yang harus dilanjutkan. Barack Obama mengatakan dia akan melakukan apapun semampunya untuk menjamin keamanan Israel dan melindungi hubungan yang ada antara Amerika Serikat dan Israel.

“Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin kemanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu,” kata Obama dalam sebuah acara yang disponsori oleh Kedutaan Besar Israel di Washington untuk menghormati hari jadi negara Israel yang ke-60. Dia diperkenalkan oleh duta besar Israel kepada AS, Sallai Meridor

Sikapnya terhadap Hamas juga tidak berbeda dengan presiden Bush. “Saya sudah mengatakan bahwa mereka adalah organisasi teroris, yang tidak boleh kita ajak negosiasi kecuali jika mereka mengakui Israel, meninggalkan kekerasan, dan kecuali mereka mau diam oleh perjanjian sebelumnya antara Palestina dan Israel”

Isu Iran

Dalam berbagai statemennya, Obama selalu menyatakan akan mengedepankan cara-cara dialog dengan Iran untuk menyelesaikan berbagai perbedaan cara pandang dengan Iran. Dia juga mengatakan bersedia bertemu dengan Presiden Ahmadi Nejad. Namun, jika dialog tersebut tidak membawa perubahan maka AS akan memperberat tekanan-tekanan terhadap negara ini.Dalam lawatan ke kota Sderot di Israel selatan, Obama memperingatkan bahwa Iran yang bersenjata nuklir akan menjadi ancaman besar bagi keamanan dunia.

Saat menjadi calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Barack Obama mengatakan Israel mungkin akan menyerang Iran. Menurut Obama, pilihan Israel itu dilakukan jika sanksi terhadap penghentian program nuklir Iran gagal dilakukan. “Tak seorang pun mengatakan ini pada saya secara langsung tetapi saya dapat merasakan dari percakapan saya bahwa jika sanksi tidak berjalan, Israel akan menyerang Iran,” kutip NBC News mengutip Senator Obama sebagai perkataan dalam sebuah pertemuan dengan para anggota  House of Representatives.

Tidak lama setelah terpilih, Obama langsung mengecam kebijakan nuklir Iran. “Saya yakin pengembangan senjata nuklir Iran tidak bisa diterima. Kami harus mengupayakan usaha internasional untuk mencegah itu terjadi. Dukungan Iran terhadap kelompok teroris, saya kira sesuatu yang harus dihentikan,” kata Obama, Jumat(7/11).
Pernyataan Obama itu sontak membuat geram kubu Iran. Mereka mencibir bahwa semangat perubahan yang digembar-gemborkan Obama selama kampanye hanya isapan jempol

Isu Afghanistan dan Pakistan

Obama saat berkampanye mengatakan ancaman nyata terhadap Amerika Serikat muncul dari Afghanistan dan Pakistan. Karena itu dua negara itu harus menjadi prioritas, katanya. Karena itu Obama berjanji akan meningkatkan intervensi AS terhadap Afghansitan, menambah pasukan AS dengan mengirim 3 brigade atau sekitar 7000 tentera AS ke Afghansitan. Obama juga berjanji akan memperluas operasi terutama di daerah perbatasan Pakistan. Obama juga tidak mengenyampingkan kemungkinan melakukan serangan udara terhadap Pakistan. Selama ini serangan AS di perbatasan atas nama perang melawan terorisme kerap kali membunuh rakyat sipil yang tidak berdosa.

Obama sama dengan Bush, prioritaskan perburuan Osama. Presiden terpilih Barack Obama berencana mengadakan perubahan besar-besaran terhadap kebijakan AS dalam pertempuran di Afganistan. Obama berencana memperbaharui komitmen untuk memburu Osama bin Laden dengan menekankan bahwa penumpasan al-Qaida menjadi prioritas tertinggi AS. (Kompas.Com, 12/11/08). Lantas, apa bedanya Bush dan Obama ? (Tabloid Media Umat ; edisi perdana; minggu ke-3 November 2008)

One Response

  1. Saya pernah mendengar dari teman saya (entah benar atau tidak) bahwa, Imam Khumaini pernah menyatakan: “Walau Amerika -secara zahir- mengucapkan kalimat Syahadat sekalipun maka saya tidak akan mempercayainya. Karena ia adalah setan besar. Apa yang dilaukannya itu hanyalah kebohongan, untuk mengelabui masyarakat dunia. Amerika adalah sumber bencana”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: