Catatan Harian : Abang, Betapa Ayah Sayang Padamu


Jakarta 20 Mei 2009

Anakku, ketika ayah pulang , sering kali ayah melihat perubahan pada dirimu. Badan yang semakin besar dan tinggi, tentu saja ganteng , seperti ayahnya; wajah yang semakin berjerawat, suara yang mulai berat.

Ayah mengerti , bukan hanya perubahan wajah, layaknya remaja lainnya , abang pasti mengalami perubahan emosi. Terkadang , abang cepat marah, mudah emosi, tersinggung. Tapi ayah yakin itu hanya sebentar. Abang pun cepat kembali tenang dan minta maaf , terkadang sambil menangis.

Terus terang, abang bukan seperti yang dulu. Penurut dan patuh selalu. Abang sekarang mulai sering protes, balik mempertanyakan, ya kadang-kadang membuat ayah jengkel. Tapi ayah yakin, Abang orangnya baik. Sekali lagi hanya perubahan sementara.

Ayah minta maaf, kalau belum menjadi ayah yang baik. Tapi yakinlah ayah sangat sangat kepadamu.

Tiap selesai sholat ayah berdoa, robbi habli minash-sholin, ya Allah berikanlah hamba dengan anak yang soleh, yang menegakkan sholat, melaksanakan shaum, ibadah haji, jihad fi sabilillah dan berjuang menegakkan syariah dan khilafah. Ya Allah, lindungi anak hamba dari perbuatan maksiat, orang-orang maksiat dan lingkungan yang maksiat.

Ya, bang. Ayah belum menjadi ayah yang terbaik, tapi yakinlah ayah sangat sayang kepada Abang. Sangat berharap abang jadi ulama dan politisi yang berjuang menegakkan syariah dan Khilafah. Amin

One Response

  1. Aaamiiiin…. Semoga menjadi pejuang syariah dan khilafah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: