Pidato Jujur Obama


Oleh Farid Wadjdi

Lepas dari pro dan kontra pidato Obama pada 5 Juni kemarin, ada yang menarik dari pidato itu, yakni pengakuan Jujur Obama tentang sumbangan Islam terhadap peradaban dunia. Menurutnya, peradaban berutang besar terhadap Islam. Adalah Islam di tempat-tempat seperti Universitas Al-Azhar yang mengusung lentera ilmu selama berabad-abad dan membuka jalan bagi era Kebangkitan Kembali dan era Pencerahan di Eropa.

Tidak hanya itu, budaya Islam, menurutnya, telah memberikan manusia gerbang-gerbang yang megah dan puncak-puncak menara yang menjunjung tinggi; puisi-puisi yang tak lekang oleh waktu dan musik yang dihargai; kaligrafi yang anggun; dan tempat-tempat untuk melakukan kontemplasi secara damai. Sepanjang sejarah, Islam telah menunjukkannya melalui kata-kata dan perbuatan bahwa toleransi beragama dan persamaan ras adalah hal-hal yang mungkin.

Obama menyoroti hubungan politik antara negeri Islam dan Amerika sebelumnya. Dia berpidato, “Saya juga tahu bahwa Islam selalu menjadi bagian dari riwayat Amerika. Negara pertama yang mengakui negara saya adalah Maroko. Saat menandatangani Perjanjian Tripoli pada tahun 1796, presiden kedua kami, John Adams, menulis, ‘Amerika Serikat tidaklah memiliki karakter bermusuhan dengan hukum, agama, ataupun ketenteraman umat Muslim.’ Dan, sejak berdirinya negara kami, umat Muslim Amerika telah memperkaya Amerika Serikat.”(http: jakarta.usembassy.gov ).Pengakuan jujur ini penting dicatat untuk membantah pandangan beberapa pihak yang mengidap Islamofobia, seakan-akan Islam tidak pernah memberikan sumbangan apa pun terhadap peradaban dunia.

Sebaliknya, umat juga harus juga mengakui dalam bidang sains dan teknologi bahwa Amerika Serikat dengan ideologi kapitalisme telah memberikan sumbangan besar untuk dunia. Banyak temuan besar bidang sains dan teknologi di era kapitalisme sekarang membuat dunia menjadi lebih mudah dan nyaman. Memang, tidak ada satu peradaban pun yang memutlakkan dirinya sebagai satu-satunya penyumbang kemajuan sains dan teknologi, baik itu Islam maupun kapitalisme. Sebab, setiap peradaban dunia memberikan sumbangan besar dalam bidang ini, baik sebagai penemu awal maupun inovasi pengembangannya. Yang membedakan adalah untuk apa sains dan teknologi itu digunakan. Apakah untuk kebaikan manusia atau justru menjadi alat untuk memusnahkan manusia.

Pengakuan jujur terhadap peradaban Islam seperti ini bukanlah yang pertama kali. Namun, ada satu hal yang belum secara jujur diakui atau paling tidak sering ditutupi bahwa peradaban Islam yang memberikan sumbangan besar bagi dunia ini terjadi di era kekhilafahan. Kecemerlangan sejarah itu terjadi ketika umat Islam menerapkan sistem negara khilafah yang menjadikan Islam sebagai dasar ideologi dan syariah Islam sebagai dasar hukum yang mengatur segenap aspek kehidupan manusia.

Padahal, peradaban apa pun di dunia ini, apalagi peradaban yang cemerlang, pastilah membutuhkan sebuah pandangan hidup yang jelas (ideologi) dengan sistem yang mengatur kehidupannya. Semua itu tentu terlembagakan dalam sebuah institusi politik penting yang sering disebut negara (bagaimanapun bentuk dan nama negara itu). Peradaban kapitalisme, tentu memiliki basis ideologi yang jelas, sistem kehidupan yang jelas, dan butuh negara untuk mewujudkannya secara konkret. Sama halnya dengan peradaban Islam, tidak mungkin muncul tanpa ideologi yang menjadi dasar (akidah Islam) sistem hukum/aturan yang mengatur kehidupan (syariah Islam) dan institusi politik yang mengatur dan menerapkan hukum (negara khilafah).

Namun, pentingnya syariah Islam dan khilafah justru sering ditutup-tutupi, bahkan menjadi objek penyesatan dengan membangun stigma negatif terhadapnya. Pada 5 September 2006, presiden George W Bush mengatakan, ” They hope establish a violent political utopia across the Middle East, which they call Caliphate, where all would be ruled according to their hateful ideology .” [Mereka berangan-angan untuk membangun utopia-politik kekerasan di sepanjang Timur Tengah, yang mereka sebut dengan khilafah, di mana semua akan diatur berdasar pada ideologi yang penuh kebencian].Senada dengan itu, Tony Blair saat menjadi perdana menteri Inggris menyatakan, salah satu ciri dari ideologi iblis ( evil ideology ) adalah ingin menegakkan syariah dan khilafah.

Kejayaan Islam di bawah naungan khilafah sulit dibantah secara historis. Hal ini tampak dari perkembangan buku dan perpustakaan sebagai cermin kemajuan ilmu dan teknologi. Bayt al-Hikma (House of Knowledge) adalah perpustakaan di Baghdad yang didirikan Khalifah Harun al-Rashid pada akhir abad ke-9. Perpustakaan ini dipenuhi dengan buku berbahasa Arab yang diterjemahkan dari karya-karya besar geografi dan sains berbahasa Persia dan India.

Sementara itu, perpustakaan Khalifah al Hakim di Kairo menyediakan 1,6 juta volume buku. Mengenai ini, Bloom and Blair menyatakan, “Rata-rata tingkat kemampuan literasi (kemampuan melek huruf, membaca, dan menulis) dunia Islam di abad pertengahan lebih tinggi daripada Byzantium dan Eropa. Karya tulis ditemukan di setiap tempat dalam peradaban ini.” (Jonathan Bloom & Sheila Blair. 2002.  Islam: A Thousand Years of Faith and Power . London: Yale University Press, hlm 105).

Tentu saja menggelikan sekaligus tidak masuk akal, bagaimana sebuah ideologi kebencian, utopis, dan penuh kekerasan, ada juga yang menyebutkannya sebagai sistem zaman batu telah menghasilkan peradaban agung yang diakui cemerlang oleh dunia. Bagaimana ideologi kebencian bisa menyatukan berbagai bangsa, warna kulit, dan ras di seluruh dunia.  Ini diyakini bahkan diperjuangkan oleh ratusan juta pemeluknya dan bertahanan selama lebih kurang 13 abad.

(Republika; Sabtu, 20 Juni 2009 pukul 01:33:00)

2 Responses

  1. Assalamu’alikum
    salam kenal ustad,
    pagi tadi sy ikut seminar ttg Demokrasi & Khilafah dg pembicara Ust. Farid, Ust Ilyas, dan pak Bagus Takwin di Fasilkom UI.
    Subhanallah.. Semoga kita semakin istiqomah dalam dakwah Syari’ah dan Khilafah. mw tanya, apa benar ust berdomisili di cimanggis? karena sy dan keluarga juga tinggal di cimanggis.
    syukran

    Wassalam

  2. Adalah kepastian,
    Ideologi Islam akan tetap membara!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: