Catatan Harian : Kemiskinan Bukan Halangan


Ada komentar yang menarik dari jamaa’ah masjid al Ikhlas. Seperti biasa setiap  malam ahad dari maghrib sampai Isa, ana memberikan pengajian untuk bapak-bapak sekitar rumah. Kebetulan saat itu lagi membahas kehidupan bersahabat suami istri. Sengaja ana mengambil tema itu, ya karena prihatin.

Kenapa ya suami terkadang menjadi monster bagi istrinya. Istri jadi sasaran kemarahan di rumah. Kalau masih pedekate atau lagi pacaran, terjatuh sedikit, yang keluar adalah kata-kata manis dan penuh kasih sayang.”Hati-hati sayang, ada yang luka ”, ujar sang lelaki.

Tapi kenapa ya kalau sudah jadi istri, kata-kata sayang itu sepertinya sangat sulit diucapkan. Padahal hanya beberapa kata ya “sayang’.  Yang mengerikan, yang keluar adalah kata-kata makian ,”dimana matamu!, kalau punya mata dipakai dong!” . Kalimat yang mengerikan , apalagi kalau disampaikan di depan anak-anak.

Padahal Rosulullah saw telah mengingatkan suami dengan pesan yang sangat jelas: “khorikum khoirukum li ahlihi wa ana khoirukum li ahlii “sebaik-baik laki-laki adalah berbuat baik kepada keluarganya, istrinya. Aku kata Rosulullah saw adalah yang paling baik kepada keluargaku Bukankah salah satu pesan penting Rosulullah saw dalam haji wada’ mengingatkan laki-laki untuk memperlakukan wanita dengan baik. ?Katanya Rosulullah saw teladan kita, kenapa kita tidak mengikuti sunnahnya ?

Kehidupan suami istri seyogyanya adalah kehidupan yang bersahabat. Bersahabat itu berarti saling mencintai , saling berbagi , dan saling tolong menolong. Iya kan. Ana saat itu memberikan tips:coba katakan cinta setiap hari kepada istri . Rasakan perubahannya.

Salah satu jama’ah ,pak Dadang yang dikenal sangat kocak, memberikan komentar. “Ustadz, kalau kehidupan sudah mapan, kita mengatakan cinta setiap hari kepada istri, mungkin cocok, kalau belum mapan, masih miskin  , jangan-jangan istri menyambut dengan kalimat :”tidak perlu ah kata cinta, yang penting uang belanja hari ini !” .

Waktu itu ana coba beri pengertian :”Pak Dadang, kemiskinan biarlah menghalangi kita untuk dapat mobil BMW terbaru atau rumah mewah yang lengkap, tapi  janganlah kemiskinan menghalangi kita untuk meraih kebahagian, janganlah kemiskinan menghalangi kita untuk mendapat surganya Allah SWT, bukankah Rosulullah mengatakan kalau anda mencinta sahabatmu katakanlah “Uhibbuka fillah” (aku mencintamu karena Allah SWT), apalagi kepada istri , wanita yang menjadi pasangan hidup kita, apa susahnya menyatakan : Aku mencintaimu Karena Allah SWT”.

(Jakarta; 3 Juni 2009; 20.30 ahad)

One Response

  1. Kebahagiaan itu berawal dari sudut pandang… dan muaranya ada di hati. Maka beruntunglah mereka, para suami-isteri, yang selalu menjadikan ridha Allah Swt sebagai standard kebahagian. Barakallah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: