Kerahkan Tentara , Bebaskan Al Aqsha


Lagi, Zionis Israel berbuat nista. Pada Ahad 25 Oktober 2009, sejumlah tentara zionis Israel secara membabi buta menyerbu Masjid al-Aqsha dan menembaki jamaah yang ada di sana sehingga sejumlah orang meninggal karenanya. Penyerbuan itu secara nyata telah menodai kesucian Masjid al-Aqsha sebagai kiblat pertama umat Islam, tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan tempat suci umat Islam ketiga setelah Masjid al-Haram di Makkah dan Masjd Nabawi di Madinah. Oleh karena itu, tindakan ini jelas merupakan sebuah kedzaliman yang sangat nyata.

Tindakan keji seperti ini terus berulang dilakukan Israel terhadap masjid al Aqsha dan juga umat Islam Palestina. Sebelumnya mereka membakar masjid Al Aqsha, melakukan penggalian untuk menghancurkan fondasi al Aqsha.  Umat Islam Palestina diusir dari tanahnya sendiri, diblokade sehingga mengalami kesulitan makanan, air, dan obat-obatan. Pembunuhan terhadap umat Islam terjadi secara sistematis dan terus berulang. Dalam serangan ke Jalur Gaza  beberapa waktu yang lalu , dalam beberapa minggu Israel telah membunuh ribuan umat Islam termasuk anak-anak, orang tua , dan wanita-wanita yang lemah.

Sementara pemerintah otoritas Palestina (Hamas dan Fatah) sibuk bertengkar, saling membunuh diantara mereka. Mereka pun sibuk setapak demi setapak mengikuti roadmap  Amerika untuk Palestina atas nama perdamaian. Padahal sudah sangat jelas perdamaian yang ditawarkan AS dan sekutunya adalah kebohongan. Bagaimana disebuat perdamaian , kalau tentara Zionis terus membunuh umat Islam disana, disaat sidang-sidang perdamaian dilakukan ? Bagaimana disebut perdamaian yang adil, kalau mensyaratkan umat Islam menghentikan perlawanan mereka terhadap penjajah Israel, menyerahkan senjata mereka,  bahkan mengakui keberadaan Israel. Sementara Israel sang penjajah dibiarkan membunuh umat Islam dengan senjata mematikan mereka.

Pemerintah negeri Islampun tidak banyak berbuat untuk membebaskan Palestina. Mereka hanya sekedar mengecam , itupun dengan setengah hati. Mereka justru menjadi pion-pion Amerika untuk mendukung jalan damai palsu yang ditawarkan Amerika. Ironisnya, mereka malah menghalangi umat Islam untuk berjihad ke Palestina membela saudara seiman mereka. Pemerintah Mesir mengirim tentaranya untuk mengawal perbatasan mencegah siapapun yang ingin berjihad ke Palestina. Secara diam-diam atau terbuka , pemerintah negeri Islam yang sebagian besar adalah antek negara imperialis justru membuka hubungan diplomatik, melakukan hubungan dagang, budaya atau berbagai bentuk diplomasi dengan negara Zionis Israel ini.

Sudah sangat jelas pula, umat Islam tidak bisa berharap kepada organisasi internasional bentukan Barat seperti PBB untuk menyelamatkan al Aqsha. Berbagai resolusi yang mengecam Israel telah keluar. Tapi semuanya bagaikan macan kertas yang tidak ada artinya. Tidak ada tindakan kongkrit PBB terhadap pelanggaran yang dilakukan Israel. Apalagi hampir sebagian besar resolusi itu diveto oleh Amerika Serikat.

Sesungguhnya akar persoalan Palestina adalah sangat jelas , demikian pula solusinya juga adalah sangat jelas. Keberadaan penjajah Israel di bumi al Aqsha itulah yang menjadi persoalan krisis terus menerus di Palestina selama ini. Negara Zionis Israel ini berdiri tegak sejak lahir hingga sekarang karena didukung oleh negara-negara Imperialis. Negara Israel adalah bentukan negara imperialis Barat untuk kepentingan politik mereka di Timur Tengah. Karena itu solusi apapun yang ditawarkan tanpa menghilangkan akar persoalan ini, yakni melenyapkan negara Zionis sebagai penjajah di bumi Palestina , tidak akan pernah menyelesaikan masalah.

Karena itu solusi persoalan Palestina juga sangat jelas yakni jihad fi sabilillah, berperang di jalan Allah SWT membebaskan Palestina. Inilah bahasa yang dimengerti dan ditakuti oleh penjajah. Bukan sekedar kecaman, perundingan atau perdamaian. Harus ada mobilisasi tentara dari negeri-negeri Islam untuk membebaskan Palestina, bukan tentara perdamaian yang mengawal keberadaan negara Zionis ini. Tapi tentara untuk memerangi mereka .

Sungguh memalukan jumlah penduduk muslim dunia yang lebih dari 1,5 milyar di dunia ini tidak bisa mengalahkan entitas Zionis ini yang penduduknya hanya sekitar 8 juta. Bandingkan dengan hanya gabungan Iran (74 juta) , Irak (30 juta), Suriah (20 juta) , Saudi Arabia (25 juta) , Yaman (23 juta ) , Mesir (79 juta) saja populasi muslim hampir mencapai 250 juta. Artinya kalaulah diambil 10 % saja menjadi tentara, berarti ada 25 juta tentara yang bisa digerakan untuk membebaskan Palestina.

Pertanyaannya, kenapa mobilisasi tentara ini ini tidak terjadi ? Jawabannya tidak lain, karena tidak ada institusi politik umat Islam global yang menggerakkannya. Umat Islam tidak memiliki ad Daulah al Khilafah yang menyatukan  dan menggerakan umat yang jumlahnya 1,5 milyar itu. Apalagi keberadaan rezim-rezim sekuler di negeri Islam yang menjadi budak imperialis asing, telah menghalangi pembentukan negara Khilafah ini.

Sesungguhnya metode membela al-Aqsa adalah umat berdiri di hadapan para penguasa negeri Islam , menuntu mereka agar memobilisasi pasukan untuk berperang. Jika mereka tidak mau melakukanya, maka umat harus bertindak , bergerak dengan mengangkat seorang penguasa yang mukmin dan benar. Yaitu seorang Khalifah ar-rasyidah, yang umat berperang di belakangnya, yang menjual dirinya demi mendapatkan keridhaan Allah. Seorang Khalifah yang tidak akan menempatkan pasukan tetap berdiam di barak hanya untuk perhiasan dan perayaan. Akan tetapi adalah untuk meraih kemuliaan membebaskan kiblat pertama di antara dua kiblat dengan mengharap balasan surga dari Allah SWT. (Farid Wadjdi; tmu 23)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: