Muslim di Irlandia di simpang Jalan


Meskipun akar sejarah muslim di Republika Irlandia dapat ditelusuri lebih jauh ke belakang, namun kunjungan kapal dagang Muslim pada 1950-an memicu  kehadiran nyata umat Islam di Irlandia. Hal ini menarik, berbeda dengan kedatangan minoritas muslim di negara Eropa umumnya, kedatangan umat Islam di Irlandia tidak berhubungan dengan  penduduk  dari negara bekas wilayah jajahan Inggris dan Perancis.

Berbeda juga dengan kehadiran umat Islam terutama dari Turki di Austria dan Jerman setelah perang dunia II, yang pada umumnya berhubungan dengan kontrak kerja yang mendorong pencari kerja dari Turki berdatangan ke dua negara itu.   Sebagian besar yang pindah adalah ke banyak negara Erop adalah muslim yang kurang mampu dengan tingkat pendidikan yang rendah. Irlandia, mirip dengan Amerika dan Kanada, muslim yang datang sebagian besar berpendidikan tinggi.

Gelombang muslim pertama yang datang berpendidikan tinggi. Sebagian besar terutama studi kedokteran di Royal College of Surgeons. Pada mulanya yang datang dari Afrika Selatan, kemudian Malaysia dan negara-negara teluk. Setelah luas , banyak diantaranya yang menetap di Irlandia dan mengambil kewarganegaraan Irlandia. Mereka kemudian menjadi pekerja professional yang dihargai di tengah masyarakat. Tumbuh perlahan-lahan hingga berdirilah Yayasan Islam Irlandia.

Pada 1970-an, banyak dokter muslim datang untuk praktek kedokteran di negara ini. Ada juga yang belajar praktek dibidang teknis pesawat , pada umumnya dari Aljazair, Libya, Arab Saudi, dan Malaysia.  Jadi, fondasi dari keberadaan Muslim di Irlandia didasarkan pada kegunaannya di tengah masyarakat. Meskipun banyak warga Irlandia menganggap mereka orang asing dengan latarbelakang yang asing, kepercayaan yang tidak umum, namun pada umumnya warga Irlandia merasa manfaat kehadiran muslim di sana dan menghargai sumbangan yang mereka berikan untuk Irlandia.

Irlandia memiliki populasi yang sangat kecil sekitar 4,2 juta orang. Setiap peningkatan,sumbangan  umat Islam  di bidang kedokteran dan profesional terlatih membawa pengaruh positif pada negara itu secara keseluruhan.  Sejak Irlandia menjadi anggota Masyarakat Eropa, ekonominya mengalami kemajuan pesat dan telah ada perbaikan yang signifikan dan banyak kemajuan di banyak daerah. Seiring dengan booming ini, meskipun, telah terjadi dua perkembangan penting lain: penurunan praktik keagamaan di kalangan orang Irlandia pada umumnya dan sebaliknya terjadi peningkatan besar jumlah Muslim.

Menurut sensus resmi pada 1991, lebih kurang ada 4000 muslim di Irlandia. Kemudian berkembang menjadi 30.000 orang pada sensus resmi tahun 2006. Gelombang muslim kedua yang datang ke Irlandia ini , berbeda dengan yang pertama, sebagian besar diantara mereka bukanlah yang terdidik dan para professional . Banyak diantaranya adalah pengungsi dan pencari suaka politik yang melarikan diri dari daerah-daerah konflik.

Kelompok pertama pengungsi muslim datang dari Bosnia dan Herzegovina pada 1992. Mereka  mencari ketenangan dari konflik akibat perang sipil di Bosnia. Pada mulanya datang  350 pengungsi , kemudian diikuti prajurit perang yang terluka dan keluarga para pengungsi. Saat ini ada 1200 pengungsi Palestina yang tinggal di Irlandia.

Kelompok kedua pengungsi datang dari Somalia. Meskipun jumlahnya tidak begitu besar (hanya 100 orang) tapi telah memberikan warna baru bagi komunitas muslim di negara itu. Terdapat juga sekitar 1.300 pengungsi dari Kosovo yang melarikan diri dari negara itu akibat perang di sana tahun 1999. Terdapat juga pencari suaka yang berasal dari Nigeria, Kenya, Aljazair, Libya, Irak dan Mesir. Semakin menambah jumlah muslim di Irlandia.

Sebagaimana negara-negara Eropa lainnya, sikap Islamophobia sering kali masih muncul ketika menilai umat Islam. Perbedaan cara pandang dunia, sering kali membuat masyarakat Barat menilai miring terhadap ajaran-ajaran Islam. Ditambahkan dengan stigma negative seperti terorisme , tidak menghargai wanita, yang secara sistematis dibangun oleh media telah banyak menimbulkan salah paham terhadap Islam.

Umat Islam di Eropa pun dipaksa untuk menganut nilai-nilai Kapitalisme dengan alasan proses integrasi. Namun disisi lain, keinginan untuk mengetahui lebih banyak tentang ajaran Islam juga berkembang. Sistem Kapitalisme yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan (fitrah) manusia menimbulkan berbagai gejolak social dan ketidakharmonisan.

Tidak sedikit diantara warga Eropa dari penduduk  asli kemudian  memeluk Islam setelah mereka merasakan kepuasan intelektual dan ketenangan jiwa dengan memeluk Islam. Apalagi hampir diseluruh Eropa termasuk Irlandia, gereja semakin ditinggalkan oleh pemeluknya.  Ini tentu saja memberikan peluang bagi muslim di Eropa untuk lebih mengenalkan Islam terhadap warga Eropa non-muslim . Walhasil , Umat Islam Eropa berada di simpang jalan, apakah menerima ideology kapitalisme dengan alasan integrasi atau menyuarakan Islam untuk menyelamatkan krisis kemanusiaan di Eropa (Farid Wadjdi; dari berbagai sumber)

Box : Khilafah membantu Kelaparan di Irlandia (1845)

Tahun 1845, adalah awal tahun dimana terjadi kelaparan besar yang melanda Irlandia yang mengakibatkan lebih dari 1,000,000 orang meninggal. Ketika itu Khilafah Usmani, Sultan Abdülmecid menyatakan keinginannya untuk mengirimkan 10,000 sterling kepada para petani Irlandia tapi Ratu Victoria meminta Sultan untuk mengirim hanya 1,000 sterling, karena dia telah mengirim hanya 2,000 sterling. Sultan mengirim 1,000 sterling. Namun secara diam-diam mengirim 3 kapal penuh makanan. Inggris berusaha untuk memblokir kapal itu, tapi makanan sampai di pelabuhan Drogheda dan ditinggalkan di sana oleh para Pelaut Usmani. Dikarenakan peristiwa ini rakyat Irlandia, khususnya mereka yang tinggal dii Drogheda, menjadi bersahabat dengan orang Turki. Peristiwa ini juga menyebabkan munculnya symbol-simbol Usmani di wilayah itu. (source: http://en.wikipedia.org/wiki/Drogheda)

Catatan: tahun 1845, 10,000 ponds yang diberikan kepada penduduk Irlandia dari Sultan itu bernilai kurang lebih 800,000 pond pada hari ini, itu sama dengan $1,683,280 US Dollar. Di sisi lain, Ratu memberikan uang senilai 160,000 pond pada hari ini atau 336,656 US Dollar(www.khilafah.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: