Rencana Rahasia AS Kuasai Nuklir Pakistan


Oleh : Farid Wadjdi

Majalah Amerika “The New Yorker” mengungkapkan, pada hari Ahad (8/11) bahwa Amerika Serikat melakukan perundingan untuk kesepahaman yang sangat sensitif dengan tentara Pakistan terkait penyediaan pengamanan untuk instalasi senjata nuklir Pakistan. Di mana para pengamat menganggap hal ini sebagai langkah AS untuk mengambil alih kendali nuklir Pakistan.

Majalah tersebut mengutip laporan koresponden dari Islamabad, Seymour M. Hersh, lewat wawancara dengan mantan pejabat dan pejabat saat ini, baik pejabat Amerika Serikat maupun Pakistan, terungkap adanya perjanjian antara dua pihak yang isinya mengizinkan tentara AS yang terlatih untuk mempersiapkan keamanan bagi instalasi nuklir, kalau dikemudian hari tiba-tiba ada krisis.

Hersh juga mengatakan bahwa ketakutan itu berasal dari apa yang mereka sebut dengan “ekstremis di Pakistan akan melakukan kudeta, menguasai bahan nuklir, atau bahkan mengalihkan hulu ledak nuklir.”Dalam hal ini, diserukan kepada Pakistan agar memisahkan nuklir dari alat peluncur dan kendaraan pengangkutnya.

Tujuan dari pengaturan ini adalah untuk memberikan perlindungan bagi instalasi senjata nuklir jika tiba-tiba pecah bentrokan dengan India, namun tetap menjadikan semuanya dalam keadaan siap untuk digunakan kapanpun dibutuhkan.Para pengamat percaya bahwa ada kekhawatiran dari dominasi Amerika terhadap instalasi senjata nuklir Pakistan, melihat kelemahan yang saat ini diderita oleh pemerintah Pakistan.

Sebelumnya , Presiden Zardari semakin memperlihatkan keberpihakannya  AS. Zardari menepis keprihatinan AS bahwa senjata nuklir negaranya bisa jatuh ke tangan mujahidin Taliban.”Saya menjamin pada dunia bahwa kemampuan nuklir Pakistan ada di bawah tangan tepat,” katanya dalam wawancara pada Senin (27/4). Ucapan Zardari muncul setelah Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (26/4) di Baghdad, mengatakan bahwa AS khawatir tentang sesuatu yang tidak masuk akal di Pakistan — bahwa Taliban dan al-Qaeda bisa menumbangkan pemerintah, dan memberi mereka kunci gudang senjata nuklir.

Rencana rahasia AS terhadap nuklir Pakistan ini kemudian disangkal baik oleh pejabat Pakistan maupun Amerika. Namun banyak yang tidak percaya terhadap sangkalan ini. Dimasa lalu pemerintah AS dan Pakistan menyangkal tuduhan kehadiran perusahaan keamanan swasta di bumi Pakistan. Namun terbukti kemudian keberadaan blackwater di Pakistan. Amerika juga terbukti membangun kamp  di pusat pelatihan kepolisian di Sehalla sejak tahun 2003, yang hanya berjarak delapan kilometer dari laboratarium riset. Bukti lain, Dr. Abdul Kadir Khan pernah menyatakan Musharaf memerintahkan dia untuk membuat daftar asset nuklir Pakistan. Musharaf kemudian diketahui menyerahkan daftar itu.

AS memang sangat khawatir dengan kemampuan nuklir di negeri Islam seperti Iran dan Pakistan. Berbagai cara mereka lakukan untuk menghentikan nuklir dunia Islam. Iran misalkan ditekan oleh PBB dan dunia Barat. Hal yang sama terjadi di Pakistan. AS pernah memerintah Musharaf untuk menahan pakar nuklir Pakistan Dr Abdul Kadir Khan dengan tuduhan yang dibuat-buat. Dr Khan, yang menjalani tahanan rumah sejak tahun 2004, sekarang boleh meninggalkan rumah dan menerima tamu.

Dr Khan menyambut baik keputusan tersebut, dan mengatakan dia tidak perduli dengan apa yang akan dikatakan oleh dunia internasional mengenai pembebasan tersebut. Dr Khan dipaksa untuk mengakui mengirimkan rahasia nuklir negeri itu ke negara lain di tahun 2004, namun kemudian mendapatkan pengampunan dari mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf. Amerika Serikat berulang kali mengatakan ingin menanyai Dr Khan, namun Pakistan menolak memberikan ijin.

Zardari Jadikan Pakistan Budak AS

Langkah AS menguasai nuklir Pakistan tidak bisa dilepaskan dari pengkhianatan penguasa Pakistan. Dalam rapat kabinet yang dipimpin PM Gilani, rezim Zardari secara resmi menerima rancangan Undang-undang Kerry Lugar atas nama Undang-undang Peningkatan Kerjasama Dengan Pakistan 2009  ‘Enhanced Partnership with Pakistan Act 2009’.

Undang-undang ini seharusnya berjudul “ Peningkatan Perbudakan Pakistan 2000” , sebab kenyataan UU ini bukanlah bentuk kerjasama ini. Tapi melanjutkan perbudakan Pakistan dalam bentuk kolonialisasi yang terburuk atas nama the American Raj. Meskipun demikin rezim Zardari menerima rancangan UU ini dengan sepenuh hati.

RUU telah membuat bantuan keuangan untuk Pakistan terus tergantung pada dukungan militer bagi perang pimpinan-pendudukan di Afghanistan dan program de-Islamisasi dan Barat di Pakistan. Kondisi ini juga untuk bantuan non-militer.
Tindakan seperti berdiri membuat pembayaran bantuan tunduk pada persetujuan dari Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton. Undang-undang baru:

RUU ini melegalkan bantuan keuangan untuk meliter Pakistan Pakistan dengan syarat melanjutkan dukungan terhadap perang yang dipimpin AS di Pakistan termasuk melanjutkan deislamisasi dan westernisasi di Pakistan. Bantuan ini termasuk untuk bantuan non militer. Dengan undang-undang ini setiap pemberian undang-undang harus mendapat persetujuan dari menlu AS Hillary Clinton.

Rakyat Pakistan telah dipaksa untuk menyaksikan pemerintah mereka dibawah Zardari dan Musharaf mengobarkan perang sipil untuk kepentingan Amerika, membunuh yang tidak bersalah, menghancurkan infrastruktur yang menghabiskan dana miliaran rupee. Ketidakcakapan pemerintahan militer maupun sipil Pakistan dalam mengurus rakyat telah menyebabkan rakyat Pakistan semakin menderita, rakyat yang lapar semakin meningkat, hidup tanpa listrik yang layak. Sementara Pakistan memiliki cadangan batubara yang besar di dunia. Negara ini juga terjebak dalam hutang meskipun memiliki potensi emas yang besar.  (TMU 24)

Box : Syarat Paket Bantuan AS

Suatu analisa mendalam atas UU Kerry-Lugar mengungkapkan bahwa paket bantuan itu mensyaratkan:
1. Amerika dapat memeriksa program nuklir Pakistan sekehendaknya.
2. Washington harus mengkonfirmasi kenaikan pangkat militer dan penunjukkan jabatan yang dibuat oleh para pemimpin sipil Pakistan.
3. Pakistan harus siap menerima menjadi kambing hitam – tanpa bantahan– atas kegagalan Amerika dan Inggris di Afghanistan.
4. Militer Pakistan harus menghentikan dukungan bagi kelompok yang dicap ekstremis dan teroris oleh Barat. Termasuk umat Islam yang menolak pendudukan di Kashmir dan Afghanistan dan mencegah para Mujahidin untuk melakukan operasi di negara-negara tetangga
5. “Para pemimpin nasional, regional, dan para pejabat anggota masyarakat sipil dan sektor swasta, warga negara, pemimpin agama, dan pemimpin suku Pakistan ” harus melaksanakan proyek-proyek seperti yang didikte oleh Amerika Serikat.
6. Pakistan harus mengubah kurikulum madrasah-madrasah mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: