Nobel Perdamaian dan Logika Perang Obama


Farid Wadjdi

Presiden Obama dengan diliputi kontroversi  menerima hadiah nobel perdamaian. Betapa tidak, dalam hampir bersamaan Obama memerintahkan pengiriman 30 ribu pasukan tambahan ke Afghanistan. Hampir bersamaan pula , tentara NATO yang dipimpin AS membunuh 13 orang warga sipil di Afghanistan. Sementara terjadi bom bunuh diri yang berulang dalam minggu ini di Irak.

Seperti yang diberitakan Republika (11/12/2009) dalam pidatonya saat menerima hadiah Nobel  Presiden Barack Obama mengatakan Amerika Serikat tetap memegang teguh standar moral ketika melancarkan perang. .Pernyataan yang pantas dipertanyakan . Standat moral apa yang dilakukan oleh Pasukan AS ketika membunuh warga sipil berulang-ulang di Afghanistan dan kemudian hanya sekedar minta maaf  dan mengatakan tidak bisa dihindarkan ?

Menurut data PBB tahun 2008 saja jumlah warga sipil yang tewas akibat serangan barbar tentara AS dan sekutunya  di Afghanistan pada sekitar 2.100 orang. Dipastikan jumlah sekarang lebih besar.Dan seperti biasa, pasukan NATO mengatakan serangan kepada warga sipil sebagai ketidaksengajaan. Pasalnya, mungkinkah ketidaksengajaan dilakukan secara berulang-ulang ?

Sementara di Irak ratusan ribu rakyat sipil  terbunuh sejak AS menjajah negeri muslim itu. Penelitian Lancet menyebut jumlah 100 ribu korban jiwa sejak invasi Irak. Ini jauh lebih banyak ketimbang laporan-laporan lainnya mengenai korban tewas di Irak. Penelitian yang dilakukan Medact dan Iraq Body Count menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di Irak makin buruk satu setengah tahun belakangan.

Standar moral apa yang dipakai oleh AS ketika menyiksa tawanan perang muslim di penjara Guantanamo ,Abu Ghuraib, dan penjara-penjara rahasia lainnya ?   Tawanan muslim ditahan dengan tuduhan  teroris  meskipun tanpa ada bukti  dan tanpa didampingi pengacara. Standar moral AS juga dipertanyaan ketika tahanan muslim disiksa, dilecehkan agamanya, dan dibunuh. Ironisnya, hingga saat ini Obama belum menutup penjara Guantanamo.

Dalam pidato ini Obama membela peran AS di Afghanistan dengan alasan pengerahan pasukan bisa mewujudkan perdamaian. Obama mengatakan ada saat-saat di mana pengerahan pasukan diperlukan dan bisa dibenarkan dari sisi moral, sepanjang tidak berlebihan dan angka korban di kalangan warga sipil bisa ditekan seminimal mungkin. Menurutnya perang memiliki peran untuk menjaga perdamaian.

Obamapun membandingkan dengan upaya menghentikan Hitler dengan mengatakan  gerakan antikekerasan tidak akan bisa menghentikannya. Obama juga membenarkan logika perangnya dengan alasan perundingan tidak akan bisa meyakinkan para pemimpin Al Qaida untuk meletakkan senjata.

Lagi-lagi Obama mengikuti pemimpin  negara imperialis sebelumnya. Yang selalu membenarkan penjajahan dan pembunuhan atas rakyat jajahannya dengan alasan berbagai alasan kebaikan seperti perdamaian, menegakkan demokrasi dan HAM , membangun peradaban dunia dan banyak lagi .

Pertanyaannya, sudah sejak tahun 2003 AS menduduki Irak, apakah tercipta perdamaian di sana  ? Siapapun bisa menyaksikan justru sejak kedatangan pasukan AS , Irak terus digoncang kerusuhan. Konflik horizontal antara komunitas Sunni dan Syiah pun meluas. Sesuatu yang dimasa pemerintahan dictator Saddam Husain sekalipun jarang terjadi.   Hingga saat ini bom terus mengguncang negara 1001 malam itu tanpa henti, tanpa diketahui siapa pelaku sebenarnya dan apa motifnya.

Sementara di Afghanistan, tanda-tanda perdamaianpun belum  terlihat. Yang ada justru bertambahnya korban rakyat sipil. Strategi  baru AS dengan melibatkan Pakistan memerangi Taliban justru memperluas konflik vertical maupun horizontal di dua negara itu. Penambahan 30 ribu pasukan diperkirakan akan menambah korban-korban sipil

Kalau perang di Irak dan Afghanistan dikatakan untuk kepentingan rakyat AS, korban tentara AS di Irak dan Afghanistan terus bertambah jauh melampui jumlah korban serangan WTC yang diperikirakan sekitar 3000 orang. Perang juga memunculkan reaksi perlawanan dengan target-target Barat di seluruh dunia yang kemudian menimbulkan banyak korban sipil di masyarakat Barat juga.

Beberapa pihak di Barat sendiri sebenarnya sudah mengingatkan apa yang mereka sebut sebagai tindakan terorisme tidak bisa dilepaskan dari kebijakan politik luar negeri negara-negara Barat yang eksploitatif dan diskriminatif terhadap dunia Islam. Pada April 2005, sebuah laporan yang ditulis oleh Joint Intellegence Committee (JIC) berjudul “International Terrorism: Impact of Iraq” bahkan lebih eksplisit menyatakan: “Kami menilai bahwa konflik yang terjadi di Irak telah memperburuk ancaman terorisme internasional dan akan terus memberikan dampak dalam jangka waktu yang lama. Konflik tersebut telah memperkuat kegigihan para teroris yang telah melakukan serangan ke negara-negara Barat dan memotivasi orang-orang lain yang tidak melakukannya.”

Logika perang yang digunakan Obama justru menjadi legitimasi perlawanan balik terhadap AS dan sekutunya. Para Mujahidin tentu saja sah-sah menggunakan logika yang sama dengan Obama, bahwa mereka berperang melawan untuk menciptakan perdamaian di negara mereka sendiri. Dengan mengusir penjajah yang menyebabkan ketidakadilan dan pembunuhan terhadap rakyat Afghanistan. Tentu sah juga kalau para Mujahadin terus berperang dan tidak mau berdamai dengan pasukan AS , dengan alasan yang jalan anti kekerasan tidak akan menghentikan tentara AS.

Memang seperti yang dinyatakan sendiri olenya, apa yang dilakukan Obama memang  belum seberapa dibanding penerima hadiah Nobel lainnya. Obama baru pada tataran pidato dan niat baik , yang kemudian dia langgar sendiri.Pernyataan Obama bahwa dia tidak pantas untuk menerima nobel juga terkesan hanya basa-basi. Kalau Obama merasa tidak pentas kenapa dia menerimanya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: