Lintas mancanegara


Perwira Keluarga Raja Jordan Terbunuh Bersama CIA

Dunia Arab gempar setelah mengetahui korban tewas bersama agen CIA di Afghanistan ternyata keluarga dekat raja Abdullah II dari Jordania. Perwira tinggi Ali bin Zaid alias Sharif tewas bersama tujuh Agen CIA lainya pada 30 Desember 2009. Hubungan ini semakin memperkuat anggapan masyarakat bahwa raja-raja Arab termasuk Jordania adalah agen-agen Barat yang menjadi boneka pemerintah imperialis. Perwira Jordania yang terbunuh sia-sia Ali Bin Zaid bekerja di stasiun penyadap paling penting milik perwakilan (CIA) di wilayah timur Afghanistan. Salah satu tugas dari stasiun ini adalah memberikan informasi yang diperlukan untuk menyerang daerah-daerah kesukuan di Pakistan melalu pesawat-pesawat terbang AS tanpa awak, yang volume penerbangannya mencapai 50 kali per hari.

Siswi SD Dilarang Berjilbab di Turki

Larangan jilbab di Turki berkembang dengan cepat, mulai larangan di universitas, kemudian di pendidikan menengah pertama, dan sekarang beralih ke sekolah dasar.Sekarang tidak jelas lagi, apakah Aga Noor Ozal, siswi kelas VI sekolah dasar pada salah satu sekolah di kota Diyarbakir, Turki akan dapat untuk melanjutkan pendidikannya dengan berjilbab atau tidak; juga tidak diketahui berapa lama dilema ini akan berlangsung.Di Diyarbakir, pengelola sekolah mengeluarkan seorang siswi, Aga Noor Ozal dari sekolahnya, karena ia memakai jilbab. Kemudian ia pergi ke sekolah lain dan meminta untuk melanjutkan pendidikannya dengan berjilbab. Namun, setelah beberapa hari ia masuk di sekolah ini, ia lagi-lagi dikeluarkan dari sekolah dengan alasan yang sama. Sehingga Aga kecil ini harus berhenti sekolah pada suatu waktu.

Mossad-CIA di Balik Tewasnya Ilmuwan Nuklir Iran

Tewasnya ilmuwan nuklir Iran, Massoud Ali Mohammadi (50), akibat ledakan bom yang dipasang di sebuah sepeda motor di luar kediamannya di wilayah Qeytariyeh, Teheran utara, Selasa (12/1/2010), merupakan sebuah terobosan keamanan dan intelijen yang mengejutkan Iran.Ketua Parlemen Iran Ali Larijani secara terang-terangan menuduh Badan Pusat Intelijen AS (CIA) dan intelijen Israel, Mossad, berada di balik tewasnya Mohammadi.

Menilik ke belakang, dinas intelijen luar negeri Israel, Mossad, dan CIA kerap ditengarai berada di balik aksi penghabisan nyawa atau penculikan ilmuwan nuklir Arab dan Muslim.Pada 13 Juni 1980, Mossad berhasil membunuh ilmuwan nuklir Mesir yang bekerja di Tenaga Atom Irak, Yahya Mashed, di kamar hotelnya di Paris dalam upaya Israel menggagalkan proyek nuklir Irak pada era Saddam Hussein.Tewasnya Mohammadi di Iran pekan lalu terjadi hanya kurang dari setahun dari hilangnya secara misterius ilmuwan nuklir Iran, Shahram Amiri, ketika menjalankan ibadah umrah di Mekkah, Arab Saudi, pada Juli 2009.( Media Umat 28; Farid dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: