Penjara Mewah Ayin


Penjara Mewah koruptor Artalitas Suryani yang sering dipanggil Ayin memang menggegerkan. Bagaimana tidak, kondisinya seperti  kamar  hotel berbintang. Ada fasilitas AC, kulkas, televisi flat layar datar, springbed, laptop untuk browsing Internet, blackberry. Hebatnya  ada juga peralatan fitnes, kamar mandi pribadi yang didalamnya terdapat WC duduk.

Sampai-sampai Ayin mempunyai asisten pribadi yang katanya untuk merawat anak adopsinya  yang masih kecil. Plus seorang dokter kecantikan untuk perawatan wajah.Ayin menempati ruangan berukuran 8×8 di lantai 3, dan tinggal sendiri saja. Di lantai dua  tinggal terpidana seumur hidup kasus Narkotika Alin . Rakyat biasa yang bebas diluarpun tidak  banyak yang tidak memiliki fasilitas seperti itu.

Kondisi ini sangat berbeda dengan tahanan lainnya. Satu kamar ukuran 8×8 dihuni 12 orang narapidana. Tentu saja mereka tidur berdesak-desakan, dengan panas yang membuat gerah . Tampak juga barang-barang para napi yang berserakan dengan pakaian digantung dimana-mana. Untuk urusan kamar mandi tentu saja mereka harus antri. Ditambah kondisi toilet yang memprihatinkan.

Lagi-lagi ini menunjukkan diskriminasi parah yang dibangun oleh sistem kapitalisme. Dimana kekuatan modal menentukan segalanya termasuk fasilitas penjara. Kita tahu dalam sistem kapitalisme uang menjadi panglima yang menjadi alat diskriminasi  bahkan dalam hal-hal pokok yang menjadi hak seluruh rakyat seperti pendidikan dan kesehatan. Bagaimana mutu dan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang diterima rakyat sangat ditentukan oleh uang.

Implikasi logisnya, suap menyuap menjadi lumrah. Pemilik modal besar akan menentukan segalanya dengan kekuatan modalnya. Kebijakan politisi bisa diatur oleh mereka, karena sang politisi berhutung budi setelah didukung oleh para cukong.Tidaklah mengejutkan kalau sang cukong ‘Anggodo’ bisa mempermainkan hukum termasuk aparat hukum dengan seenaknya.

Makna keadilanpun  pantas dipertanyakan oleh masyarakat. Bagaimana para koruptor yang sudah memakan dengan rakus uang negara yang seharusnya bisa digunakan untuk rakyat, kemudian dipenjara dengan fasilitas bagaikan hotel. Padahal penjara merupakan sanksi hukum yang telah diputuskan oleh hakim. Semua orang tahu seharusnya hukuman itu memberikan efek jera. Kalau tidak memberikan efek jera tentu bukan hukuman namanya !

Dalam Islam efek jera (al zawajir) dari hukum menjadi salah satu filosofi sanksi (uqubat) yang penting. Sanksi hukum  disamping merupakan balasan yang setimpal bagi para pelaku kriminal, menghilangkan sakit hati keluarga korban (dalam pelaku pembunuhan misalnya)  juga untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat. Sehingga bisa muncul rasa takut atau khawatir untuk melakukan hal yang sama.

Dari sana kita bisa mengerti kalau banyak sanksi dalam Islam itu sangat berat terutama kejahatan-kejahatan yang kalau dibiarkan akan menghancurkan sendi-sendi utama masyarakat dan menimbulkan kekacauan yang besar.  Seperti perzina-an  misalnya kalau dibiarkan akan merusak penjagaan keturunan (al muhafadzatu ‘ala annasl), pembunuhan yang merajela mengancam pemeliharan terhadap nyawa manusia (al muhafadzatu ‘ala al mal), murtad akan mengancam terjaganya agama yang menjadi pilar penting negara (al muhafadzatu ‘ala addin), pemberontakan kalau dibiarkan mengancam keutuhan negara (al muhafadzatu ‘ala ad daulah).

Hukuman yang berat ini diharapkan bisa membuat jera pelaku maupun menimbulkan rasa takut di masyarakat.  Karena itu dalam pelaksanaannya hukuman ini dilakukan secara terbuka agar bisa disaksikan secara terbuka oleh masyarakat. Dalam Al Qur’an disebutkan : “ …hendaklah pelaksanaan hukum mereka disaksikan oleh sekumpulan orang yang beriman” (QS Annur : 3)

Hanya saja sanksi yang sangat berat ini bisa dijatuhkan lewat pembuktian pengadilan yang sangat ketat. Pezina misalnya baru dihukum kalau terdapat empat orang saksi yang terpercaya (adil) atau melalui pengakuannya  pelaku sendiri (al iqroor). Pencuri akan dijatuhkan hukuman kalau memang terbukti dia mencuri bukan karena lapar. Kalau karena lapar tidak bisa dihukum. Kasus yang tidak dapat dibuktikan sehingga menimbulkan syubhat(keraguan) maka qadhi (hakim) tidak diperkenankan untuk menjatuhkan sanksi kepada terdakwa. Hal didasarkan pada sebuah kaidah ushul: al hudud tusqotu bi as syubhaat (Sanksi dibatalkan karena adanya kesamaran)

Filosofi hukum Islam lainnya yang penting adalah al jawabir (penebus). Penerapan hukum terhadap pelaku kriminal justru menjadi jalan tobatnya pelaku yang akan menggugurkan dosa-dosanya. Inilah yang membuat kenapa al Ghomidiyah setelah berzina datang kepada Rosulullah saw untuk minta dihukum. Meskipun tidak ada saksi, al Ghomidiyah datang lewat pengakuan. Karena bagi al Ghomidiyah, sanksi di dunia yang menggurkan dosanya akan lebih ringan dibanding sanksi di Akhirat yang sangat pedih. Rosulullah saw pun memuji sikap al Ghomidiyah ini.

Tentu saja pemberian sanksi bukan satu-satunya cara untuk menyelesaikan persoalan kriminal. Tingginya tingkat kriminal juga mencerminkan kebobrokan sebuah sistem . Kemiskinan sering kali mendorong orang melakukan tindakan criminal. Maraknya pornografi langsung atau tidak telah menumbusuburkan  kejahatan seksual seperti pemerkosaan. Pandangan hidup yang materialis punya andil terhadap maraknya korupsi.

Karena itu dalam Islam disamping memberikan sanksi yang tegas, hal-hal yang mendorong munculnya kriminalitas akan dihilangkan. Antara lain dengan membangun sistem yang mensejahtrakan dan memberikan ketenangan kepada masyarakat.  Caranya, tentu saja dengan menerapkan syariah Islam secara kaffah (menyeluruh) dalam segala aspek kehidupan. “ Apakah hukum jahiliyah yang mereka inginkan , hukum apa yang lebih baik dibanding hukum Allah SWT bagi mereka yakin ? “ (Farid Wadjdi; TMU 28)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: