Wikileaks Bongkar Pengkhianatan Penguasa Sekuler


Berbagai dokumen rahasia yang dipublikasikan Wikeleaks mengungkapkan dua hal penting, pengkhianatan penguasa negeri-negeri Islam dan kekejian politik luar negeri Amerika Serikat. Tanpa dokumen wikileaks pun sebenarnya pengkhianatan penguasa negeri Islam sudah tampak jelas. Namun publikasi wikileaks semakin membuktikan itu.

Berkaitan dengan Pakistan, Naveed But , juru bicara Hizbut Tahrir Pakistan menyatakan dokumen yang berisi memo diplomat Amerika itu merupakan tamparan di wajah penguasa Pakistan . Selama ini penguasa Pakistan selalu menolak dan menyebut ‘hanya’ teori konspirasi ketika mencul kepermukaan berita tentang kehadiran pasukan Amerika di Pakistan, dukungan pemerintah atas pesawat-pesawat tidak berawak dan campur tangan Amerika atas program nuklir Pakistan .

Menurutnya, dokumen-dokumen itu telah memperjelas berapa banyak pengaruh Amerika dalam mengatur urusan dalam negeri Pakistan.” Meskipun kami tidak menganggap benar bahwa kebocoran itu tidak dibuat di bawah pengawasan pemerintah AS, bukti dokumenter dari Wikileaks telah menyatukan pendapat rakyat Pakistan mengenai aliansi kotor antara para penguasa berbahaya mereka dan Amerika,” tegas Naveed dalam pernyataan persnya (5/12).

Wikileaks telah mengguncang seluruh dunia karena menerbitkan memo para diplomat Amerika. Baik Holbrooke maupun Hillary Clinton tidak mempertanyakan keasliannya. Mereka juga tidak menyatakan memo-memo itu sebagai tidak berdasar atau merupakan kebohongan.

Menurut bocoran itu, para penguasa Pakistan telah meminta nasehat dari para Duta Besar Amerika , bahkan dalam hal-hal paling kecil sekalipun. Presiden Zardari mengatakan akan melakukan apapun yang disarankan menurut nasihat Amerika. Demikian pula, Nawaz Sharif meyakinkan Amerika bahwa dia adalah “pro-Amerika”.

Dokumen itu juga mengungkap Komandan Korps ke-11 mengundang pasukan komando Amerika untuk memantau operasi di Waziristan yang banyak menimbulkan korban umat Islam . Selain itu, Kepala Angkatan Darat Pakistan meminta Amerika tidak memperlakukan militer Pakistan dengan cara yang memberikan kesan militer Pakistan “untuk disewa”.Menurut Naved But ,dokumen-dokumen ini telah membuktikan bahwa Amerika adalah negara kolonial tiran, yang menggunakan kekuatan, ketakutan dan taktik ilegal untuk menundukkan dunia.

Dalam dokumen rahasia itu terungkap percakapan Presiden Yaman kepada Panglima Militer AS saat itu, Jenderal David Petraeus, mengenai serangan atas basis-basis al-Qaida di negaranya. “Kami akan terus bilang bahwa bom-bom itu milik kami, bukan punya kalian,” kata presiden Yaman.

Salah satu kawat diplomatik  yang bocor menunjukkan telah terjadi serangan terhadap 41 penduduk lokal di Yaman . Dalam serangan itu 14 perempuan, 21 anak-anak dan 14 Muslim lainnya tewas. Namun Jenderal Petraeus menyatkan dalam dokumen lain serangan itu menyebabkan kematian “hanya” tiga “warga sipil”.

Salah satu bocoran yang menarik adalah sikap pemimpin sejumlah negara Arab  yang sangat ketakutan akan kehilangan kekuasaannya, termasuk apa yang mereka sebut sebagai ancaman dari Iran. Ketakutan ini membuat mereka sangat bergantung kepada Amerikat dan negara negara itu menyerang nuklir Iran ,yang tentu saja akan berakibat perang dikawasan itu yang lagi-lagi akan mengorbankan banyak jiwa kaum muslimin.

Raja Abdullah dari Arab Saudi – yang menginginkan AS agar menyerang Iran untuk mengatasi isu senjata nuklir. Sikap itu berasal dari sejumlah negara Arab yang bersekutu dengan AS. Menurut harian Guardian, Raja Abdullah berulangkali mendesak AS agar menyerang Iran untuk menghancurkan fasilitas nuklir, karena dikhawatirkan bisa digunakan menjadi bom atom. Dia “berulangkali meminta AS untuk menyerang Iran agar mengakhiri program senjata nuklirnya,” demikian ungkap salah satu kawat diplomatik.

“Dia bilang kepada Anda [Amerika] untuk memotong kepala ular,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk AS, Adel a-Jubeir. Menurut bocoran dokumen, al-Juberi menulis kalimat itu dalam suatu laporan pertemuan antara Abdullah dengan panglima militer AS di Timur Tengah, Jenderal David Petreaus, pada April 2008.

Permintaan yang sama, menurut laporan sejumlah Kedubes AS di Timur Tengah, juga diutarakan sejumlah negara Arab.Putra mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan juga menyatakan S harus mengirimkan pasukan darat jika serangan udara tidak cukup untuk “mengambil” target nuklir Iran.

Keintiman penguasa pengkhiant negeri-negeri Islam  dengan Amerika Serikat juga tergambar dalam  beberapa kawat rahasia . Dalam sebuah diskusi dengan Amerika Serikat, Saudi Raja Abdullah mengatakan, “Kami (AS dan Arab Saudi) telah menumpahkan darah bersama” di Kuwait dan Irak, Raja melanjutkan,  Arab Saudi ini sangat dihargai. Abdullah mengatakan AS dan Arab Saudi telah melakukannya selama 70 tahun lebih dari tiga generasi. “Ketidaksetujuan diantara kami sangat berkurang ” katanya.

Sementara Zardari penguasa pengkhianat  Pakistan  menunjukkan penghargaan terhadap Amerika selama pemilu di Pakistan . “Kami di sini karena Anda,”ujarnya.  (Mancanegara 1 TMU 49/Farid Wadjdi dari berbagai sumber)

Box : Kebrutalan Amerika

Kebrutalan kebijakan politik AS telah banyak diungkap. Negara yang mengklaim sebagai jawara HAM ini telah melakukan perbagai tipu daya, pembunuhan , pembantaian dan berbagai intervensi terhadap negara-negara lain. Dokumen Wikeleaks pun semakin mempermalukan negara biadab itu. Pada websitenya yang dirilis beberapa waktu yang lalu , Wikileaks memuat pesan 391.832 dengan mendokumentasikan tindakan militer Amerika dan laporan di Irak selama periode 2004-2009. Berikut adalah poinp-poin utamanya:

Para narapidana disiksa, diperkosa dan dibunuh

Ratusan tindakan kekerasan dan penyiksaan terhadap para tahanan keamanan Irak, termasuk pemerkosaan dan pembunuhan. Karena hal ini dijelaskan oleh laporan-laporan Amerika, pihak berwenang Amerika sekarang menghadapi tuduhan atas kegagalan menyelidiki itu..

Jumlah Korban sipil yang tewas ditutup-tutupin
Para Pemimpin Koalisi selalu mengatakan “kami tidak melakukan pembunuhan”, tetapi banyak dokumen mengungkapkan kematian. Kelompok yang dihormati Iraq Body Count mengatakan diperkirakan terjadi 15.000 kematian warga sipil tambahan, meningkatkan jumlah mereka hingga berjumlah 122.000.

Penembakan atas orang-orang yang  mencoba untuk menyerah
Pada bulan Februari 2007, sebuah helikopter Apache menewaskan dua warga Irak, yang diduga adalah tembakan mortir, ketika mereka mencoba untuk menyerah.

Penyiksaan oleh Perusahaan Keamanan Swasta
Biro Jurnalisme Investigatif Inggris mengatakan mereka menemukan dokumen-dokumen yang merinci kasus-kasus baru atas dugaan pembunuhan atas salah warga sipil yang melibatkan Blackwater, sejak berganti nama menjadi Xe Services. Meskipun demikian, Xe mempertahankan kontrak Amerika yang luas di Afghanistan.

Ratusan warga sipil yang tewas di pos pemeriksaan
Dari 832 kematian yang tercatat di pos-pos pemeriksaan di Irak antara tahun 2004 dan 2009, para analisis dari Biro Investigasi Jurnalisme menunjukkan  681 orang adalah warga sipil. Lima puluh keluarga ditembak dan 30 anak-anak dibunuh. Hanya 120 pemberontak tewas dalam insiden pos-pos pemeriksaan. Sumber: www.hizb.org,uk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: