Kilas Balik Dunia Islam 2010: Derita Dunia Islam, Harapan Membentang


Meski terus menerus dalam tekanan, syiar Islam terus menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Tidak banyak yang berubah dari dunia Islam tahun 2010. Berbagai problem masih menjerat umat Islam seperti kemiskinan, penjajahan ( Irak, Afghanistan, dan Palestina), disintegrasi, perang terorisme ala Amerika, Islamophobia, dan penghinaan terhadap Islam.

Kondisi umat Islam yang menjadi objek penjajah berpangkal dari ketiadaan negara Khilafah yang menerapkan syariah Islam, mempersatukan umat dan melindungi jiwa umat Islam dan harta kekayaan kaum muslimin. Hingga saat ini hampir seluruh dunia Islam menerapkan ideologi kapitalisme dalam sistem kenegaraan mereka. Diperparah dengan pengkhianatan penguasa-penguasa negeri Islam yang menjadi kaki tangan dan pelayan para penjajah.

Derita Palestina

Hingga saat ini pembunuhan dan sistematis terhadap umat Islam masih terus terjadi. Serangan brutal Zionis Yahudi terus terjadi, pembunuhan, penyiksaan, hingga pelecehan menjadi kondisi sehari-hari yang dialami umat Islam di sana. Keberadaan ‘entitas’ Zionis Israel yang menduduki Palestina dengan dukungan negara-negara Barat terutama Amerika dan Inggris.

Ali Nashir Qais –ketua lembaga yang mengurusi tahanan Palestina- menyatakan pendudukan Israel telah menculik lebih dari 760 warga Palestina di kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki selama tahun 2010. Kondisi Gaza semakin menyedihkan akibat kesulitan pasokan pangan dan obat-obatan pasca serangan biadab Israel awal 2009 yang membunuh sekitar 1500  rakyat Palestina. Departemen Kesehatan Jalur Gaza  mengatakan Senin ( 27/12)  krisis akan terus berlangsung kecuali jika Israel mengijinkan suplai masuk bahan vital dan kebutuhan dasar, seorang koresponden Press TV melaporkan.

Sementara itu berbagai upaya penyesatan politik di lakukan oleh negara-negara Barat atas nama penyelesaian masalah Palestina. Two states solution (solusi dua negara) yang ditawarkan Amerika, tidak lain upaya melegalisasi keberadaan negara Yahudi yang kuat di samping negara semu Palestina yang lemah dan tidak berdaulat.

Proses perdamaian yang ditawarkan negara-negara Barat sekadar mengulur-ulur waktu, penuh dengan kebohongan, pelanggaran, tanpa ada kejelasan. Apalagi  sejak awal perdamaian yang ditawarkan bertujuan untuk mengokohkan Zionis Yahudi dan melemahkan umat Islam. Sebab perdamaian mensyaratkan pengakuan terhadap entitas Zionis sebagai negara dan  keharusan penghentian perlawanan jihad umat Islam terhadap penjajah Israel.

Kondisi Palestina diperparah dengan keberadaan otoritas Palestina yang menjadi kaki tangan kepentingan asing. Dokumen Wikileaks mengungkap bagaimana otoritas Fatah di bawah pimpinan Mahmud Abbas mendorong Israel untuk menyerang Gaza. Otoritas Palestina alih-alih melakukan perlawanan terhadap Zionis, yang mereka lakukan justru menangkapi, menyiksa, gerakan Islam yang ingin memperjuangkan syariah seperti Hizbut Tahrir.

Pembantaian Masal

Di Pakistan dan Afghanistan,  atas nama perang melawan terorisme, negara-negara imperialis yang bergabung dalam NATO di bawah pimpinan Amerika terus melakukan teror terhadap umat Islam. Serangan tentara NATO dan pesawat tanpa awak telah membunuh ribuan umat Islam di kawasan strategis itu.

PBB mengungkapkan dalam laporannya, tentang tingginya korban meninggal dan luka-luka di kalangan warga sipil, akibat perang yang sedang berlangsung di Afghanistan, yaitu sebesar 20 persen selama sepuluh bulan pertama tahun 2010 ini. Laporan itu mengatakan bahwa 2.412 warga sipil telah meninggal, yang mengalami luka-luka dalam periode Januari sampai akhir Oktober tahun ini sebanyak 3.803 warga.

AS juga menggunakan tentara bayaran yang dulu dikenal dengan nama Blackwater untuk melakukan berbagai kekacauan di kawasan tersebut seperti bom di pasar-pasar, masjid, dan sekolah-sekolah. Tujuannya untuk mengadu domba elemen-elemen umat Islam, termasuk dengan tentara, serta melakukan stigmatisasi negatif terhadap kelompok Islam. Prakondisi ini untuk untuk membangun opini melegalkan perang melawan terorisme.

Dokumen rahasia perang Irak yang baru dirilis oleh Wikileaks mengungkapkan sejumlah besar kebrutalan tentara salibis AS terhadap warga sipil Irak dan anak anak, satu dokumen tersebut menceritakan pemerkosaan seorang gadis Irak yang dilakukan oleh tentara AS.Menurut dokumen itu, seorang tentara AS memperkosa seorang gadis kecil Irak pada tahun 2007 namun tidak mendapat hukuman terhadap pemerkosaan tersebut.

Disintegrasi Sudan,Irak, dan Papua

Hampir bisa dipastikan Sudan Selatan akan terpisah dari Sudan Utara dalam referendum yang akan dilakukan di awal Januari tahun 2011 ini. Sebelumnya, berbagai makar dilakukan oleh Amerika Serikat untuk menghancurkan Sudan. Rezim represif Omar Bashir yang korup  dan sebelumnya didukung oleh Barat menjadi alat legalisasi memecah belah Sudan.

Negara ini memanfaatkan penguasa-penguasa negeri Islam seperti Husni Mubarak dan Moamar Khadafi untuk memuluskan tujuannya. Keduanya datang dalam KTT dengan Presiden Omar Bashir dan wakil presiden pertama Silva Kir. KTT ini dilakukan atas perintah langsung dari Presiden Amerika Obama yang mengirimkan pesan kepada para pemimpin negara Arab dan Afrika untuk menekan Sudan agar melangsungkan referendum di selatan Sudan tepat waktu (9 Januari 2011 mendatang) dan untuk mengakui apapun hasilnya.

Nafi’ Ali Nafi’, Asisten Presiden Sudan berkata: “Diperkirakan bahwa masyarakat di Sudan Selatan akan memilih untuk memisahkan dalam referendum. Padahal semua upaya dan cara telah digunakan, namun gagal juga untuk mempertahankan keutuhan Sudan.”

Sudan Selatan juga akan menjadi the new Zionism State di bumi Afrika. Surat kabar berbahasa Ibrani, “Haaretz”  mengungkapkan entitas Israel sedang mempersiapkan untuk membuka kedutaan baru di Sudan Selatan setelah pemisahannya. Dalam berita itu terungkap bahwa sejumlah besar para ahli Zionis dari berbagai bidang tiba di Juba, ibukota Sudan Selatan, sebagai persiapan untuk mendominasi negara yang baru akan lahir itu. Komentator media urusan Arab, Zvi Bar’el mengatakan bahwa Sudan Selatan akan menjadi negara merdeka, dan dipastikan akan menjadi teman dekat Israel.”

Sementara di Irak, Amerika dengan gencar melakukan pra kondisi untuk memecah belah negara itu. Antara lain dengan menggunakan isu sektarian seperti Sunni, Syiah dan Kurdi. Hal yang sama terjadi di Papua. Kegagalan penguasa Indonesia untuk menyejahterakan rakyat Papua yang kaya menjadi legitimasi kuat upaya Amerika untuk memisahkan Papua. Meskipun kerap menyatakan mendukung negara kesatuan Indonesia, namun monuver politisi Amerika, anggota Kongres, dan LSM-LSM liberal mengarah pada prakondisi disintegrasi Papua.

Proyek disintegrasi negeri-negeri Islam ini  dilakukan Amerika guna memuluskan perampokan terhadap kekayaan Sudan Selatan dan Papua. Secara politik, proyek disintegrasi juga untuk melemahkan persatuan umat Islam yang menjadi kekuatan melawan penjajahan.

Pengkhianatan Penguasa Boneka

Dokumen  Wikileaks semakin mengokohkan pengkhianatan penguasa negeri-negeri Islam. Meskipun tanpa Wikileaks kebobrokan penguasa negeri Islam nyata di depan mata. Penguasa pengkhianat ini bekerja sama dengan negara-negara imperialis memuluskan tujuan-tujuan politik penjajah.

Zardari memerintahkan tentara Pakistan melakukan serangan massif  di kawasan Wiziristan dan daerah perbatasan Pakistan dan Afghanistan lainnya. Yang menjadi korban  adalah umat Islam dan para mujahidin yang melawan penjajah. Sementara Presiden Yaman seperti yang diungkap Wikileaks memberikan jalan tentara penjajah Amerika untuk menyerang Yaman dan mengklaim sebagai serangan tentara Yaman.

Iran diam-diam menjalin hubungan dengan Presiden Afghanistan dan penguasa Irak untuk  membantu kepentingan Amerika. Meskipun sering berpidato anti Zionisme, namun presiden Ahmadinejad tidak melakukan perang yang riil dengan Zionis Yahudi dengan mengirim pasukan perang Iran.

Donald Rumsfeld, mantan Menteri Pertahanan AS dalam memoarnya mengungkapkan bahwa negaranya telah membayar kepada ulama Syiah di Irak, Ali Sistani sebesar 200 juta dolar agar mengeluarkan fatwa yang melarang kaum Syiah memerangi Amerika untuk membantu menjatuhkan Irak di tangan pendudukan yang dipimpin Amerika Serikat. Menurut Tabloid “Al-Mishriyah” yang mengutip dari memoar itu bahwa Rumsfeld menegaskan dirinya telah lama memiliki hubungan dengan Sistani, yaitu sejak tahun 1987.

Salah satu bocoran yang menarik adalah sikap pemimpin sejumlah negara Arab  yang sangat ketakutan akan kehilangan kekuasaannya, termasuk apa yang mereka sebut sebagai ancaman dari Iran. Ketakutan ini membuat mereka sangat bergantung kepada Amerikat dan negara negara itu menyerang nuklir Iran ,yang tentu saja akan berakibat perang dikawasan itu yang lagi-lagi akan mengorbankan banyak jiwa kaum muslimin.

Raja Abdullah dari Arab Saudi – yang menginginkan AS agar menyerang Iran untuk mengatasi isu senjata nuklir. Sikap itu berasal dari sejumlah negara Arab yang bersekutu dengan AS. Menurut harian Guardian, Raja Abdullah berulangkali mendesak AS agar menyerang Iran untuk menghancurkan fasilitas nuklir, karena dikhawatirkan bisa digunakan menjadi bom atom. Dia “berulangkali meminta AS untuk menyerang Iran agar mengakhiri program senjata nuklirnya,” demikian ungkap salah satu kawat diplomatik.

Keintiman penguasa pengkhiant negeri-negeri Islam  dengan Amerika Serikat juga tergambar dalam  beberapa kawat rahasia . Dalam sebuah diskusi dengan Amerika Serikat, Saudi Raja Abdullah mengatakan, “Kami (AS dan Arab Saudi) telah menumpahkan darah bersama” di Kuwait dan Irak, Raja melanjutkan,  Arab Saudi ini sangat dihargai. Abdullah mengatakan AS dan Arab Saudi telah melakukannya selama 70 tahun lebih dari tiga generasi. “Ketidaksetujuan diantara kami sangat berkurang ” katanya.

Husni Mubarak – diktator Mesir – tanpa rasa malu malah membangun tembok baja memperkuat isolasi Gaza, memperparah penderitaan rakyat Palestina. Mubarak juga menjalin kerja sama intelijen dengan Zionis Yahudi memerangi dan membunuh mujahidin Palestina.

Rezim Mesir lebih menjaga entitas Yahudi dari pada menjaga wilayah Mesir sendiri. Entitas Yahudi telah menyerang perbatasan Mesir dalam perundingan pembuatan perbatasan dengan Siprus melalui pembagian wilayah laut yang kaya akan minyak dan gas. Tidak ada tindakan apapun dari rezim Mesir. Sebaliknya rezim Mesir malah mencegah senjata ke Jalur Gaza, agar warga di wilayah tidak melakukan pembelaan atas serangan dan kebrutalan entitas Yahudi.

Sebelumnya, Livni telah mengumumkan perang terhadap Gaza dari Kairo. Tindakan rezim ini adalah untuk meyakinkan Yahudi, bahwa rezim Mesir melakukan tugasnya dan mencegah masuknya senjata ke Gaza. Dengan demikian, Yahudi dapat melancarkan perang baru di Gaza dengan tenang karena di Gaza tidak ada senjata yang dapat mengusir pesawat dan tank yang memuntahkan peluru-pelurunya atas masyarakat yang terisolasi.

Elit Turki berkuasa dari partai AKP meskipun sepertinya berseberangan dengan Zionis Israel, namun masih menjalin hubungan militer, ekonomi dan politik dengan entitas Zionis itu. Keberadaan pangkalan militer AS di negeri itu memudahkan penjajahan Amerika di kawasan Timur Tengah.

Seorang politisi Turki dari Partai Gerakan Nasional Turki, Mehmet Zeki Ozcan, mengatakan bahwa sejak beberapa belas tahun terakhir ini, Israel memiliki posisi sangat istimewa di markas kemiliteran Turki. Israel bahkan memiliki ruangan dan kamar khusus di markas tersebut. Elite AKP pun aktif memberangus gerakan Islam yang ingin menegakkan Khilafah dengan menangkap dan mengadili pejuangnya.  Semua ini menunjukkan bahwa elite Turki masih di bawah kontrol negara adi daya imperialis itu.

Rezim Bangladesh untuk mematikan perjuangan penegakan syariah dan Khilafah, menangkap ratusan pejuang Islam Hizbut Tahrir. Di sisi lain memberikan jalan bagi asing untuk  mengubah kurikulum  madrasah agar sesuai dengan kepentingan Barat. Demikian terungkap dari kawat diplomatik Kedubes AS yang dibocorkan WikiLeaks, Selasa (21/12), seperti dikutip dari Guardian.

Dalam dokumen itu terungkap, Departemen Pembangunan Internasional Inggris (DFID) bekerja sama dengan AS mengubah kurikulum madrasah di Bangladesh. Dubes AS untuk Bangladesh, James Moriarty, perlu melibatkan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina untuk mengembangkan dan menerapkan standarisasi kurikulum yang ke sejumlah madrasah-madrasah.

Menguatnya Islamophobia dan Penghinaan Terhadap Islam

Nasib umat Islam terutama di Eropa dan Amerika juga tidak kalah menyedihkan. Menguatnya Islamophobia di kawasan itu melandasi kebijakan-kebijakan rasis seperti pelarangan jilbab, burqoh, pembangunan masjid, dan keharusan menerima nilai-nilai Barat atas nama integrasi. Akibatnya kebencian terhadap umat Islam pun meningkat di Barat. Tampak dari meningktanya pelecehan wanita berkerudung, penghinaan terhadap Rosulullah SAW, kitab Suci Alquran hingga syariat Islam.

Kebakaran terjadi di Islamic Center dekat Universitas Oregon, Amerika Serikat, Ahad (28/11), dua hari setelah seorang remaja kelahiran Somalia dan mantan mahasiswa ditangkap dan didakwa melakukan tindakan terorisme.

Departemen Pendidikan di Inggris, akan mengkaji cara untuk memantau sekolah-sekolah Islam akhir pekan di negeri itu, setelah radio Inggris, BBC menyatakan bahwa lebih dari 40 sekolah mengajarkan pada para siswanya “pandangan anti-Semitisme”, serta mengajarkan sanksi sangat berat atas pelaku homoseksualitas dan pencurian. Sementara di Yunani saat sekelompok Muslim melakukan shalat Ied, beberapa penduduk setempat meneriakkan kata-kata kotor dari balkon dan melambaikan bendera Yunani. Selebaran dengan gambar babi juga tersebar di seluruh alun-alun.

Seorang penulis Jerman, Stefan Weidner menjelaskan Jerman seperti Belanda, terdapat gerakan yang terorganisasi untuk melawan Islam dan memperkuat permusuhan terhadap Islam. Dan gerakan ini mencapai keberhasilan yang gemilang dalam memobilisasi media untuk merealisasikan tujuan-tujuannya. Sehingga 50 persen dari rakyat Jerman menganggap Islam dan kaum Muslim sebagai ancaman bagi keamanan mereka.

Kondisi menyedihkan nasib umat Islam bukan berarti tanpa akhir.  Muncul kesadaran yang semakin menguat untuk menegakkan khilafah dan syariah. Hal ini bersamaan dengan kegagalan kapitalisme untuk memberikan kebaikan kepada dunia. (Farid Wadjdi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: