Wikileaks : Lebih Dari 150 Tahanan Guantanamo Tidak Bersalah


Wikileaks kembali menegaskan kejahatan Amerika dengan menahan   lebih dari 150 yang benar-benar tidak bersalah di Guantanamo.

Surat kabar The Daily Telegraph dan The Washington Post seperti dikutip telegraph.co.uk (25/4) hari ini memaparkan analisis tentang interogasi kontroversial terhadap tahanan Guantanamo yang dituduh sebagai teroris.Kedua surat kabar telah menerima ribuan halaman berupa data rahasia yang diperoleh situs WikiLeaks

Menurut “Daily Telegraph”  dokumen-dokumen yang dibocorkan ini mengungkap kondisi di balik penangkapan setiap individu dari 780 tahanan, kondisi kesehatan mereka, dan informasi-informasi yang didapat saat menginterogasi mereka. Dilaporkan hanya sekitar 220 orang saja di antara mereka yang dipenjara di Guantanamo digolongkan oleh Amerika Serikat sebagai “teroris internasional yang berbahaya”.

Sementara itu 380 orang lainnya berada pada tingkat yang kurang membahayakan. Baik sebagai anggota Taliban, atau para ekstrimis yang datang ke Afghanistan. Setidaknya 150 orang lainnya itu merupakan orang Afghanistan dan Pakistan yang tidak bersalah. Termasuk petani, juru masak dan sopir yang ditangkapi oleh pasukan AS. Bahkan ada yang sengaja dijual kepada Amerika Serikat . Mereka ditangkap, diculik dan  dijual untuk mendapat bayaran yang ditawarkan Amerika Serikat dalam proyek yang disebut-sebut sebagai  ‘ekspedisi memancing ‘ (fishing expeditions).

Lewat data yang dikeluarkan oleh WikiLeaks tersebut menunjukan para pejabat AS kerap berkutat dengan bukti yang tidak jelas dan bingung untuk menentukan apakah seorang tahanan bersalah atau tidak bersalah. Ratusan tahanan yang terjadi tidak menunjukan kaitan erat atas aksi teror ditahan tanpa pengadilan.

Mereka ditahan tanpa ada informasi yang akurat, termasuk pernyataan tidak dapat dibenarkan dari rekan tahanan lain yang tengah disiksa. Sebagai contoh, seorang petani Afghanistan yang tidak memiliki kaitan dengan kelompok militan ditahan selama dua tahun tanpa pengadilan. Dirinya ditahan atas kasus salah identifikasi.Diungkap pula terdapat 20 tahanan remaja di Guantanamo, termasuk seorang anak yang berusia 14 tahun. Seorang tahanan yang memiliki penyakit serius disebut sudah berusia 89 tahun.

Fasilitas penahanan Guantanamo awalnya didirikan di pangkalan angkatan laut AS di Kuba pada tanggal 11 Januari 2002, di bawah mantan Presiden AS George W. Bush.Tanggal 29 April 2004, televisi CBS Amerika menayangkan film penyiksaan terhadap para tahanan Guantanamo dan Abu Ghuraib, oleh tentara AS. Dalam film dan foto-foto yang kemudian ditayangkan itu terbukti bahwa para sipir militer AS secara brutal menyiksa fisik dan mental para tahanan.

Terungkapnya aksi penyiksaan tersebut memicu kemarahan opini umum dunia dan menuai kecaman dari berbagai negara dan organisasi. Penyiksaan tahanan Irak di penjara Abu Ghuraib, juga menyingkap kebohongan klaim Amerika soal upaya menegakkan demokrasi dan HAM di Irak.

Para pejabat tinggi Gedung Putih mengklaim bahwa mereka tidak mengetahui penyiksaan tersebut. Namun dari pengakuan para oknumnya, terkuak pula bahwa aksi tersebut diketahui bahkan sesuai instruksi pejabat Gedung Putih. Apa yang terjadi di Guantamo kembali menegaskan kejahatan Amerika Serikat sekaligus kebohongan negara itu dalam masalah penegakan hak asasi manusia. (Farid Wadjdi , dari berbagai sumber)

Box : Kebohongan Obama

Guantamo kembali membuktikan kebohongan Obama tentang apa yang dia sebut sebagai hubungan baru dengan dunia Islam yang saling menghargai. Obama telah berbohong dengan sumpahnya di tahun 2009 yang berjanji untuk menutup penjara tersebut dalam waktu setahun setelah dirinya menjabat.

Menurut Gedung Putih, hukum dan kendala legislatif telah mencegah tujuan Obama untuk merealisasikan janjinya dalam waktu dekat.Dari 174 tahanan yang tersisa di penjara Gitmo, hanya tiga yang telah resmi diadili dan ditemukan bersalah.

Setelah presiden AS berjanji untuk menutup Guantanamo di akhir tahun pertama masa jabatannya, Obama kini bahkan mengeluarkan izin untuk melakukan penahanan tanpa persidangan.Sementara Kongres AS mengesahkan undang-undang yang secara efektif akan memindahkan tahanan Teluk Guantanamo ke Amerika untuk diadili di pengadilan.

Para tahanan yang dibebaskan melaporkan kepada Palang Merah Internasional bahwa selama ditahan mereka mengalami penyiksaan, termasuk kurang tidur, pemukulan dan pengurungan dalam sel-sel kecil yang dingin.Kelompok hak asasi manusia juga berpendapat  para tahanan mengalami penyiksaan. Salah satu tuduhan pelecehan di penjara Guantanamo adalah penyalahgunaan agama para tahanan.

Akankah AS terus menerus melakukan kebrutalannya, terutama atas kaum muslim baik di negeri-negeri Muslim seperti Irak, Afghanistan, dan Pakistan atau pun terhadap para tahanan seperti di Guantanamo? Tidak ada yang bisa menghentikan kebrutalan dan kebiadaban Amerika Serikat tersebut, kecuali dengan tegaknya Khilafah yang melindungi umat Islam ! (FW dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: