Meskipun Anaknya Tewas, Muslim Inggris Serukan Perdamaian !


Masih dalam kesedihan yang mendalan, dengan suara yang datar namun sarat dengan emosi, penampilannya yang tenang pada rabu (10/8), telah menjadi mercusuar harapan  di tengah kekacauan dan kerusuhan  lebih dari seminggu di London ,Inggris.

Beberapa jam sebelum berbicara, Tariq Jahan, seorang muslim telah kehilangan putranya Haroon yang berusia 21 tahun. Harun dibunuh di daerah Winson Green Birmingham oleh preman-preman yang menabraknya dengan mobil berkecepatan tinggi. Serangan ini tampaknya berbau rasis.

Sebuah mobil yang penuh berisi perusuh melesat menabrak ke kerumunan warga muslim yang menjaga toko dan wilayah mereka, saksi mata mengatakan, tiga pemuda muslim yang ditabrak bahkan sampai terlempar ke udara menyebabkan tewasnya petinju amatir Haroon Jahan (21 tahun), dan saudara-saudaranya Shazzad Ali (30 tahun) serta Abdul Musavir (31 tahun).

Pembantaian Rabu kemarin (10/8) dikhawatirkan akan menyebabkan ketegangan rasial di Birmingham, kota kedua terbesar di Inggris dan sebagian besar penduduknya beragam etnis. Seperlima dari 1 juta kota “Brummies” adalah Muslim, dan paling banyak berasal dari Pakistan. Sekitar 7 persen warga kulit hitam, sebagian besar berasal dari Karibia. Selama ini ketegangan rasis kerapkali terjadi antara orang-orang Asia dan keturunan Karibia.

 

 

Tariq Jahan dipeluk oleh anggota masyarakat setelah sholat Jumat di masjid Jalan Dudley di Birmingham

Meskipun dalam kesedihan yang luar biasa, Jahan tetap memiliki martabat  dan kasih sayang dan akal sehat. Dia justru menuntut diakhir kekerasan yang telah menghancurkan hidupnya.

‘Hitam, Asia, kulit putih – kita semua hidup dalam komunitas yang sama, “katanya. “Mengapa kita harus membunuh satu sama lain? Mengapa kita melakukan ini? Majulah jika anda ingin kehilangan putra anda. Jika tidak ingin itu terjadi, tenanglah , dan tinggal di rumah, tolong.

Tidak ada sebutan tikus liar atau  penyakit masyarakat. Tidak ada seruan untuk balas dengan. Padahal kalau dia ingin melakukan itu, bisa saja menjadi pemicu bagi ketegangan rasial  yang lebih besar.

 

Tariq Jahan memegang gambar Haroon saat anaknya masih duduk dibangku sekolah.

Sebaliknya, Jahan  menyatakan secara terbuka berdasarkan keimanannya. “Saya seorang Muslim. Saya percaya pada nasib dan takdir ilahi, dan apa yang terjadi  merupakan takdir dan nasibnya, dan sekarang dia pergi  “Dan semoga Allah mengampuni dia dan memberkatinya.”

Ini adalah  pesan  damai yang akan membuat semua orang selama ini terjangkiti stereotip Muslim sebagai teroris dan fanatik merasa malu sendiri.

Tariq Jahan adalah pria yang sangat mengesankan. Sebagaimana layaknya muslim di negara itu ia bekerja keras, hidup bersih, tindakannya dipandu keyakinan agamanya, dan pengabdiannya kepada keluarga yang ideal tidak tergoyahkan.

Dari kiri, Haroon Jahan, Shazad Ali dan Abdul Musavir yang meninggal  ketika sebuah mobil penjarah dengan sengaja menabrak mereka saat melindungi toko mereka dari jarahan perusuh. (FW dari berbagai sumber;Mancanegara 2 TMU 65)

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: