Kazakhstan Larang Sholat Di Instansi Pemerintah


Pemerintah Kazakhstan akhirnya memberlakukan Undang-Undang Aktivitas Keagamaan, Kamis (29/9) kemarin. Putusan ini disahkan oleh Majelis Tinggi Kazakhstan.Undang-undang  ini berisi larangan melakukan shalat di lembaga-lembaga dan departemen-departemen pemerintah, serta larangan melakukan syiar Islam apapun di tempat-tempat milik pemerintah ini.

Pemerintah Kazahstan menyatakan bahwa undang-undang ini berlaku juga bagi angkatan bersenjata dan pasukan keamanan. Berdasarkan undang-undang ini lengkap sudah penutupan semua masjid dan tempat-tempat pelaksaan shalat di semua tempat milik pemerintah tersebut.

Tahun lalu rezim Kazakhstan melalui Departemen Kehakiman telah mengeluarkan keputusan yang berisi larangan membawa dan mempromosikan 207 artikel media, termasuk buku, publikasi dan sejumlah surat dari Al-Qur’an yang mereka tuduhkan memuat “ekstremisme”. Sementara pada tahun 2009 rezim Kazakhstan juga mengeluarkan undang-undang yang melarang perempuan memakai pakaian sesuai ketentuan syariah, seperti jilbab dan kerudung.

Ketika itu, Menteri Pendidikan dan Sains Kazakhstan, Zhanseit Tuymenbaev melakukan pembelaan terhadap undang-undang tersebut dengan mengatakan mengenakan hijab menunjukkan bahwa individu itu sedang menganut keyakinan tertentu. Sementara Kazakhstan adalah negara demokrasi sekuler.

Hal ini semakin menegaskan bahwa sekularisme dan demokrasi adalah keyakinan kufur yang memusuhi agama, serta memaksa dan menzalimi manusia. Undang-undang dan berbagai keputusan yang diambil oleh Kazakhstan sebagai negara demokrasi sekuler adalah bukti nyata bahwa negara itu pemuja ideologi kufur.

Para penguasa Kazakhstan sebagaimana para penguasa di semua Republik Asia Tengah, dan penguasa Rusia yang sebelumnya telah mengadopsi komunisme. Sikap mereka tidak jauh berbeda saat mereka mengadopsi demokrasi dan sekularisme setelah runtuhnya Uni Soviet. Sebab kedua ideologi itu sama-sama memusuhi Islam . Komunisme menyeru pada atheisme di samping menyeru pada demokrasi.

Sedang kapitalisme menyeru pada sekulerisme kehidupan, terutama dalam bernegara dan politik . Karena sekulerisme itu melarang campur tangan agama dalam bernegara dan berpolitik, maka hal ini sama dengan ateisme komunis yang mengingkari keberadaan agama dalam negara, politik dan masyarakat.

Kebijakan untuk memberlakukan UU tersebut berawal dari kekhawatiran pemerintah Kazakhstan dengan perkembangan kelompok Islam yang dituding ekstrimis di negara itu. Istilah ekstrimis sering ditujukan pada kelompok Islam yang menyerukan penegakan syariah dan Khilafah. Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh negara tetangga Kazakhstan seperti Tajikistan, Azerbaijan, Uzbekistan dan Kirgistan.

Seruan syariah dan Khilafah semakin menguat di Asia Tengah terutama pasca runtuhnya komunisme. Sebaliknya , masyarakat mendukung seruan ini, setelah selama ini mereka ditekan dibawah rezim komunisme. Negara-negara Barat, termasuk Rusia dan China  mengkhawatirkan  penegakan syariah  dan khilafah akan menghentikan pengaruh mereka di Asia Tengah. Menggangu kepentingan penjajahan mereka di kawasan itu.

Kekhawatiran ini cukup beralasan, mengingat kawasan AS memiliki banyak kepentingan di kawasan Asia Tengah, seperti yang ditulis oleh Cohen dalam Hizbut Tahrir: An Emerging Threat to U.S. Interest in Central Asia. Menurutnya : “AS memiliki kepentingan-kepentingan keamanan nasional di Asia Tengah, termasuk akses ke pangkalan militer yang digunakan dalam operasi di Afganistan; pencegahan penyebaran senjata pemusnal massal dan teknologi untuk memproduksinya serta jaminan akses ke sumber daya alam, termasuk minyak dan gas. AS juga telah berkomitmen untuk menyebarkan demokrasi, mendorong reformasi ekonomi, serta meningkatkan standar hak-hak asasi manusia di seluruh jantung Eurasia.”

Wilayah Asia Tengah menjadi rebutan kaya dan penting secara geografis. Termasuk Kazakhastan. Negara ini memiliki keuntungan secara geografis karena terletak di antara Asia Tengah dan Eropa Timur, sehingga secara geopolitik layak diperhitungkan.Negeri ini juga potensi kekayaan alam dan ekonomi yang besar.  Kazakhstan memiliki cadangan minyak terbesar di wilayah Laut Kaspia. Termasuk memiliki cadangan gas yang besar sekitar 3,7 triliun meter kubik (TCM).

Bangsa Kazakh adalah etnik terbesar yang menempati wilayah Kazakstan dan merupakan keturunan dari kabilah Turki dan Mongol. Islam adalah yang terbesar agama dipraktekkan di Kazakhstan , karena 70% dari penduduk negara itu adalah muslim menurut 2009 sensus nasional. Islam disebarkan ke negeri itu oleh utusan Khilafah Islam pada abad ke-8 Masehi, seiring dengan dakwah Islam di Asia Tengah. Awalnya bersemi di wilayah selatan Turkestan, lalu bertahap menyebar ke arah utara. Secara historis Muslim Kazakhstan merujuk pada mahzab Hanafi. (Farid Wadjdi dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: