Xenia Maut : Allah Menampakan Bahaya Miras


Subhanallah.  Disaat terjadi pro kontra perda anti miras , Allah SWT membuktikan bahaya dari barang najis itu. Afrianti Susanti menjadi mesin pembunuh akibat pengaruh alkohol dan narkoba di Tugu Tani  Menurut polisi, sang penjagal bersama temannya  baru saja berpesta minuman keras dan narkoba jenis ekstasi.

Terenyuh hati dan berurai air mata kita menyaksikan tragedi  ini. Kita mengerti, sembilan orang yang terbunuh pagi itu adalah mereka yang disayangi oleh keluarganya.Anak yang menjadi tumpahan kasih sayang dan harapan keluarga, istri yang menjadi belahan hati, suami yang menjadi tulung punggung keluarga. Hari yang seharusnya merupakan saat kebahagian itu berubah menjadi kesedihan yang panjang.

Apalagi tampak seorang bapak yang menggendong anaknya yang tampak pucat menahan sakit dan napas tersengal-sengal menjelang ajal.  Dengan kasihnya sang Bapak membelai rambut sang anak, memberikannya air susu sambil membaca kalimat syahadah ditelinga belahan jiwa. Kita bisa membayangkan, betapa sedihnya ketika akhirnya anak yang dia kasihi meninggal dunia.

Sekali lagi ini membuktikan  bahaya narkoba dan minuman keras. Bukan saja membahayakan peminum atau pemakainya tapi juga orang lain. Begitu bahayanya barang najis ini sampai disebut oleh Rosulullah SAW sebagai kunci semua keburukan (mifathu kulli syarrin). Rosulullah SAW bersabda : Jauhilah khamr, karena sesungguhnya ia adalah kunci semua keburukan (HR. al-Hakim dan al-Baihaqi)

Maraknya kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan dan pemerkosaan, hingga pembunuhan tidak bisa dilepaskan dari minum keras ini.Belum lagi kematian masal akibat rame-rame meminum khamr beracun.  Seperti yang diungkap oleh Polda Sulawesi Utara , bahwa sekitar 70 % tindak kriminalitas umum di Sulawesi Utara terjadi akibat mabuk setelah mengonsumsi miras. Selain itu sekitar 15 persen kecelakaan lalu lintas juga akibat pengaruh minuman keras. (kompas.com, 21/1/2011).

Narkoba juga sama bahayanya. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengingatkan ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba jika tidak ditangani secara baik bisa mencapai lima-enam juta orang pada 2015.  Indonesia pun diduga bukan hanya menjadi daerah transit lalu lintas narkoba, tapi sudah merupakan pasar bahkan menjadi produsen narkoba tingkat dunia. Terbongkarnya jaringan narkoba internasional dengan omset ratusan milyar mengindikasikan hal ini.

Ironisnya, negara tidak peduli dengan bahaya ini. Minuman keras dan Narkoba semakin mudah ditemukan.  Di night club barang haram itu bebas diperoleh. Memang ada upaya pemerintah untuk memberantas, tapi tidak maksimal dan cendrung simbolis. Narkoba dan minum keras tentu tidak bisa diberantas hanya dengan spanduk atau nasehat. Namun harus dengan tindakan hukum yang tegas. Kondisi ini diperparah adanya oknum-oknum aparat yang justru menjadi backing dari bisnis haram ini  dan tempat-tempat hiburan malam.

Pemerintah pun menjadi pihak yang paling bertanggung jawab karena justru melegalisasi minuman keras. Perda anti miras pun sempat hendak dicabut oleh pemerintah. Meskipun kemudian gagal, karena besarnya penolakan dari umat Islam.

Peredaran minuman keras berusaha dilegalkan pada kadar tertentu dan tempat-tempat tertentu. Padahal barang yang haram tetaplah haram dan tetap sama bahayanya. Mau kadar alkoholnya tinggi atau rendah, mau diminum di rumah atau di hotel atau night club tetap haram dan berbahaya. Bukankah diduga Afrianti  menenggak barang haram itu di hotel dan night club ? Pemerintah juga sudah tahu persis bahwa klub malam adalah tempat peredaran narkoba yang paling aman dan paling mudah. Namun pemerintah tetap saja tidak menutup, bahkan mengkriminalkan siapapun yang melakukan penutupan.

Semua ini bukti pelanggaran terhadap hukum Allah SWT akan menimbulkan mudharat (bahaya). Apalagi ditambah dengan kesombongan  menolak hukum Allah SWT yang bisa menjadikan pelakunya jatuh pada kekafiran. Inilah yang terjadi dalam sistem sekuler-demokrasi. Allah sebagai sumber hukum dikalahkan oleh pendapat manusia yang penuh dengan hawa nafsu atas nama suara terbanyak (demokrasi).

Sebuah bentuk kekufuran yang luar biasa, sebab telah merampas hak Allah SWT sebagai satu-satunya sumber hukum, digantikan dengan  hawa nafsu manusia yang lemah. Bukankah Allah SWT berfirman bahwa hak membuat hukum adalah milik Allah SWT semata-mata dalam firman-Nya:  inil hukmu illa lillah (QS Yusuf; 40)

Sekaligus menunjukkan kepada kita bobroknya sistem kapitalisme. Sistem berasas liberal, yang menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan. Tidak peduli bahayanya. Tidak peduli kemurkaan Allah SWT. Dalam prinsip kapitalisme, barang apapun kalau ada yang membutuhkannya berarti bernilai ekonomi. Dan itu berarti sah untuk diperdagangkan!

Tragedi Tugu Tani ini seharusnya menyadarkan mereka yang selama anti terhadap syariah Allah SWT. Mereka yang lebih menuhankan sekulerisme, demokrasi, HAM, dan pluralism , kemudian menolak hukum-hukum Allah SWT. Lihatlah apa yang terjadi ketika hukum Allah SWT tidak ditegakkan. Membawa mudharat bagi manusia. Tampak dari tingginya kemaksiatan, kriminalitas,  pembunuhan. Maraknya pornografi, pelecehan dan pemerkosaan di sekitar kita. Termasuk tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran. Semuanya berpangkal akibat kita justru mengadopsi system kapitalisme liberal. Mencampakkan hukum Allah SWT

Inilah keanehan sekaligus kebodohan manusia. Mengaku beriman kepada Allah SWT tapi  menolak hukum Allah SWT.  Mengaku mencintai Rosullah SAW tapi mengabaikan sunnahnya termasuk syariah Islam.  Mengaku memusuhi syaitan tapi mengikuti aturan syaitan. Mengaku menginginkan surga, tapi malah melanggar hukum Allah yang menghantarkan kepada neraka. Yakin kematian akan datang, yaumul hisab akan dihadapi, tapi justru tidak mempersiapkan diri!Na’udzubillah. (farid wadjdi)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: