Amerika Biadab, al Qur’an Dibakar


aBebarapa orang  warga Afghanistan syahid dalam aksi menantang dibakarnya Al Qur’an di pangkalan Amerika.  Dua tentara NATO dibunuh sebagai balasan atas tindakan keji Amerika ini. Banyak lainnya terluka dalam rangkaian unjuk rasa itu. Sejumlah pria bersenjata menyerang paling tidak dua instalasi militer. Massa meneriakkan “Mati Obama”, melempar batu dan membakar bendera Amerika.

Sementara itu Taliban menyerukan penduduk untuk membunuh dan memukul semua warga Barat untuk membalas “penghinaan” terhadap Quran. Dalam satu pernyataan, juru bicara Taliban mengatakan rakyat Afghanistan harus “berhenti melakukan unjuk rasa” namun mencari sasaran pangkalan militer dan personil asing untuk “memberi mereka pelajaran agar mereka tidak lagi menghina kitab suci.”

Hari Rabu (22/02), tujuh orang tewas dan puluhan luka-luka dalam sejumlah unjuk rasa. Di Khogyani di propinsi Nangarhar, dimana seorang pria yang mengenakan seragam tentara Afghanistan membunuh dua tentara NATO yang diduga berasal dari Amerika. Di propinsi Uruzgan, dua orang meninggal dan paling tidak delapan terluka, tiga di antaranya polisi, dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan Afghanistan, kata para pejabat kepada BBC.

Di propinsi Baghland, seorang warga sipil tewas, dua lainnya terluka sementara dua polisi juga luka.Lebih dari 3.000 orang melakukan unjuk rasa di Mehterlam, ibukota propinsi Lagman, dan sejumlah di antaranya membakar patung Presiden Barack Obama. Dan di Asadabad, sekitar 1.500 demonstran dilaporkan membakar bendera Amerika dan ban-ban mobil sambil meneriakkan slogan anti Amerika.

Saksi Mata

Wajah Sayed Jamil terlihat murka, saat menceritakan bagaimana tentara Amerika Serikat di pangkalan militer Bagram membakar puluhan Qur`an, yang memicu kemarahan rakyat Afghanistan dan Muslim di berbagai belahan dunia. Buruh di Bagram berusia 22 tahun itu ingat bagaimana tiga orang prajurit Amerika mengabaikan permintaan dia dan teman-temannya agar puluhan Qur`an itu tidak dibakar.

Insiden itu bermula saat tiga orang berseragam militer AS –satu wanita dan dua pria—tiba pada hari Senin lalu dengan sebuah truk membawa sejumlah barang-barang dan buku-buku agama.Saat kendaraan itu berhenti di gerbang utama, seorang buruh lain bernama Wali melihat ke belakang bak truk di mana terdapat sejumlah Qur`an yang kemudian dibuang ke dalam oven untuk dibakar.

Pembakaran itu berlangsung sekitar lima menit.“Saya siap untuk menumpahkan darah dan terbunuh atau dibunuh.” Kata Jamil kepada Reuters yang mewawancarainya di sebuah ruangan dekat pangkalan udara Bagram.

Para buruh yang diberitahu Wali tentang barang-barang di truk itu, bergegas menuju tempat oven untuk menghentikan pembakaran.“Kami mengatakan kepada sopirnya, semua itu adalah barang-barang relijius dan bertanya mengapa mereka membakarnya. Orang-orang Amerika itu mengatakan bahwa barang-barang itu berasal dari penjara dan mereka diperintahkan untuk membuangnya,” kata Jamil, dikutip Reuters, Kamis (23/02/2012).

Para buruh pria itu kemudian memasukkan tangan mereka ke dalam oven, berusaha untuk menyelamatkan kitab-kitab suci tersebut. Beberapa orang bahkan terbakar jemarinya, saat berhasil menarik keluar delapan salinan al-Qur`an.“Teman-teman berkerumun dan berteriak ‘Allahu Akbar’ sambil memeluk Qur`an yang terbakar itu ke dada mereka,” cerita Jamil.

“Truk itu kemudian meninggalkan lokasi dengan hampir separuh Qur`an yang tersisa di dalamnya,” kata Jamil.

Awalnya, kata Jamil, prajurit AS itu berkata lewat penerjemah bahasa, “Kami tidak mengingkan Qur`anmu, ambil dan bawa pergi.”

Tetapi kemudian, penerjemah yang disebut Jamil sebagai ‘pencuci anjing Afghanistan’ itu mengatakan kepada para prajurit AS itu, “Jika kalian membiarkan buku-buku ini keluar, maka akan menjadi bencana.”

Para buruh Afghanistan yang berhasil mendapatkan beberapa salinan Qur`an itu, kemudian berhasil membawanya keluar. Mereka menceritakan tentang kejadian di dalam pangkalan militer itu kepada orang-orang yang dijumpainya. (Farid Wadjdi dari berbagai Sumber)

Box : Utsman Bakhash (Direktur Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir) : Potret Peradaban Buruk Amerika

Amerika masih saja menempuh cara-cara lama yang keji dan kotor untuk tetap menguasai seluruh dunia. Cara-cara Amerika ini merupakan potret peradaban terburuk yang dikenal manusia sejak lahirnya sejarah. Sedang perbuatan-buatan buruk terbaru yang dilakukannya adalah merusak kitab-kitab agama, termasuk sejumlah besar Al-Qur’an dengan cara yang keji dan kotor, oleh sekelompok tentara Amerika di negeri kaum Muslim, Afghanistan .

Tindakan ini bukan merupakan anomali bagi perilaku Amerika yang telah disaksikan oleh seluruh dunia. Jutaan manusia telah merasakan pahitnya perbuatan-perbuatan Amerika, dan mereka telah menyaksikan keburukan dari setiap kejahatannya. Semua ini merupakan peradaban asli mereka, sebab mereka tidak memiliki moral yang akan mencegahnya, dan tidak pula agama yang akan menghalanginya. Namuan yang dimilikinya hanyalah “kebebasan” busuk yang telah menyeret manusia pada peradaban yang lebih busuk. Sebab dengan “kebebasan” busuk itu mereka mengotori setiap yang disucikan, dan merampas setiap kehormatan.

Penodaan Al-Qur’an yang dilakukan oleh “tentara bayaran” Amerika, mengingatkan kita pada rentetan perbuatan keji yang setiap hari disaksikan oleh manusia. Di mana dengan perbuatannya itu mereka melampaui setiap batas, serta melanggar setiap norma dan kesepakatan atau adat. Sementara kekejaman di “Abu Ghraib” bukanlah keburukannya yang terkecil. Sebelumnya tentara Amerika secara keji mengencingi mayat warga Afghanistan. Belum hilang dari ingatan kita pembakaran Al-Qur’an oleh pengikut Pendeta Amerika “Terry Jones” di Florida pada bulan April tahun lalu, yang telah mengobarkan nyala keimanan di hati rakyat Afghanistan. Sehingga mereka pun membanjiri negeri ini dengan berbagai aksi protes dan kecaman. Sementara buah dari keberanian mereka ini, adalah syahidnya sepuluh orang di antara mereka di tangan pasukan tentara penjahat, dan melukai puluhan lainnya. Dan kita juga tidak pernah lupa dengan kejahatan mereka di Afghanistan, Pakistan, Irak dan negara-negara lainnya di dunia.

Sungguh telah tiba waktunya bagi umat Islam untuk menyadari bahwa rezim-rezim yang ada sekarang terlibat dalam kejahatan dan penodaan Amerika terhadap setiap tempat suci umat Islam. Sehingga, kami di Hizbut Tahrir menyeru umat Islam, khususnya para pemilik kekuatan untuk berjuang bersama-sama kami guna meninggikan kalimat Allah (syariah Islam) dengan mendirikan negara Khilafah, yang hanya dengannya kaum Muslim akan meraih kemuliaannya fi ad-dârain, yakni di dunia dan di akhirat.

Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul, apabila Rasul menyeru kalian kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian.” (TQS. Al-Anfâl [8] : 24).(Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 22/2/2012)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: