Jejak Arsitektur Islam di Inggris


Birmingham-Central-Mosque di England

Di masa lalu, arsitektur Islam di Inggris telah berkembang untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan komunitas Muslim di negara itu. Seperti  Pusat Pendidikan Islam, Pusat Komunitas Islam dan masjid.

Muslim Inggris telah mencurahkan lebih banyak energi dan sumber daya untuk membangun masjid daripada institusi lainnya. Mengingat, masjid adalah pusat kehidupan religius di seluruh dunia Muslim.Menetapkan jumlah masjid di Inggris bukanlah tugas yang mudah. Sebab, tidak semua tempat terdaftar sebagai tempat ibadah oleh pemerintah lokal.

Sebelum tahun 1964 hanya ada tujuh masjid baru yang terdaftar di Inggris. Setelah itu, lebih dari tujuh masjid baru yang terdaftar. Selama dekade berikutnya, ada sekitar delapan pendaftaran masjid baru setiap tahun. Peningkatan ini seiring dengan  berhubungan dengan kenaikan yang signifikan populasi Muslim di seluruh Inggris.

Awalnya,  kebanyakan masjid hanyalah  konversi dari bangunan yang ada. Dari 1970 dan seterusnya munculnya bangunan yang memang benar-benar dibangun sebagai masjid dengan arsitekturnya yang khas masjid.  Jumlah Muslim sekarang di Inggris yang merupakan 4% dari penduduk negara itu , membuat  peningkatan arsitektur Islam di Inggris terus meningkat.

Masjid pertama yang didirikan (di tahun 1950 dan 1960-an) adalah ‘masjid rumah’. Berupa rumah (tempat tinggal) yang kemudian dimodifikasi menjadi tempat pertemuan keagamaan.  Beberapa dinding dihilangkan untuk membuat  ruang untuk salat berjamaah. ‘Masjid Rumah  ‘ tetap menjadi masjid yang  dominan di Inggris hingga saat ini ini.

Beberapa diantaranya kemudian didaftarkan sebagai tempat resmi beribadah. Tidak jarang, rumah disebelahnya juga kemudian dibeli untuk mengakomodasi meningkatnya jumlah jama’ah sholat. Rumah masjid kemudian diinovasi menjadi masjid  fitur arsitektur masjid seperti lengkung dan kubah kecil. Karena komunitas muslim yang terus meningkat , kadang-kadang ‘masjid rumah ‘ yang asli dibongkar. Untuk dibangun masjid yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat.Masjid di Inggris lebih banyak dibangun oleh lembaga-lembaga muslim swasta dan orang-orang kaya.

Masjid di Inggris disamping tempat ibadah juga mencerminkan identitas dan aspirasi masyarakat muslim di sana. Menurut Nasser (“Ekspresi identitas Muslim dalam arsitektur dan urbanisme di Birmingham, Inggris” 2005) , kubah masjid dalam konteks Inggris dirasakan oleh non-Muslim sebagai simbol dimana Islam bisa dikenal.  Pada gilirannya, kubah masjid  menjadi simbol  dan identitas politis penting, karena melegitimasi komunitas Muslim di Inggris. Hal ini juga dapat digunakan untuk menciptakan ruang yang terasa akrab. Pemerintah setempat juga mempromosikan pembangunan masjid dengan arsitektur khas sebagai contoh intercultualism efektif.

Di kota-kota besar Inggris terdapat ‘Masjid Pusat’. Semacam masjid jami’ yang menjadi pusat berbagai kegiatan gabungan komunitas muslim. Salah satu masjid pusat di London dirancang Sir Frederick Gibberd dan selesai pada 1978. Ciri khasnya berupa kubah emas, merupakan berupa  fitur yang berbeda yang membuatnya menonjol tengah di kota. Bagian dalam kubah juga dihiasi dengan seni Islam tradisional, termasuk cutwork arabesque dan geometris. Masjid ini memiliki furnitur sangat sedikit, namun dihiasi dengan lampu gantung yang indah dengan fitur yang rumit dan dekorasi yang abstrak. Ruang utama masjid ini  dapat menampung lebih dari lima ribu jamaah, dengan tempat wanita sholat di balkon menghadap lorong.

Membeli Gedung Bekas Gereja dan Bioskop

Umat Islam di Inggris juga membeli bangunan yang tadinya merupakan gereja, bioskop , pabrik atau gudang untuk dijadikan masjid dan Islamic Centre. Komunitas Muslim di Longsight, Menchester misalnya mendirikan Islamic Centre  Dar-ul-Ulum Qadria Jilania . Tadinya gedung ini merupakan bangunan gereja. Namun kelompok kanan ultranasionalisa yang anti Islam dan asing, sering kali mempersoalkan perubahan gedung-gedung ini menjadi masjid.

 

Masjid-masjdi dan Islamic Centre tampaknya akan semakin berkembang di Inggris. Bersamaan dengan bertambahnya komunitas muslim di sana. Apalagi  semakin banyak penduduk Inggris yang memeluk agama Islam belakangan ini. Dari sensus penduduk yang dilakukan sejak 2001, jumlah Muslim di negara Ratu Elizabeth ini meningkat sekitar 74 persen.Dari telegraph.co.uk,The Pew Forum on Religion and Public Life memperkirakan hingga saat ini ada sekitar 2.869.000 muslim di Inggris atau 4,6 persen dari total populasi. Angka ini melonjak jauh dari sensus 2001 yang hanya mencatat ada1.647.000 pemeluk Islam di negeri itu.

Pertumbuhan umat muslim ini, menurut survei UK Labour Force karena tingkat kelahiran dan jumlah migrasi warga Muslim Inggris yang sangat besar ke berbagai daerah di Eropa. Pertumbuhan muslim pada periode 2004-2008 itu, menurut data dari kantor statistik Inggris, adalah 10 kali lipat jika dibandingkan dengan agama-agama lain.

Islam sendiri telah ada di Inggris sejak pembentukan negara ini pada tahun 1707, meskipun secara hukum tidak diakui sampai UU Trinitarian pada tahun 1812. Di Inggris, Muslim masih menjadi minoritas. Namun pelan tapi pasti, eksistensi mereka di negara Tiga Singa ini begitu kokoh, berkembang pesat, dan terus berkembang pesat. (Farid Wadjdi ; dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: