“Latino Muslim” di Amerika Serikat, Berjuang Menghadapi Islamophobia


Muslim berdarah Amerika Latin (Latino Muslim) di AS adalah fenomena sosial yang unik . Meskipun mereka mewakili tidak lebih dari 4% dari Muslim yang tinggal di Amerika Serikat-menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center di 2007-mereka  semakin mampu membuktikan diri lewat pesan-pesan yang beradab, nilai-nilai dan teloransi dari hari hari
Untuk  menemukan peran Latino Muslim  dalam masyarakat Amerika, Huffington Post menerbitkan artikel yang ditulis Wilfredo Amr Ruiz  (16/11/2011)  dengan judul “Islam di Amerika … en Español”.  Ia menyatakan adanya peningkatan pertumbuhan Latino Muslim . Keberadaan dan suara merekapun semakin didengan di negara Paman Sam itu.

Menurut Ruiz, Muslim berdarah Amerika latin sebagian besar berasal dari negeri Hispanik seperti Karibia, Amerika Tengah dan Selatan dan Spanyol. Mereka tertarik dengan Islam dengan berbagai cara. Lewat pengalaman sehari-hari bergaul dengan orang-orang Islam, membaca Al Qur’an. Termasuk masuk Islam setelah melihat umat Islam melaksanakan ibadah sholat.
Diantara mereka ada yang memeluk Islam sebelum menikah. Setelah berdiskusi dengan calon pasangan hidup mereka. Ada juga mengikuti agama pasangan hidup mereka yang Islam  setelah menikah. Keinginan mengisi kekosongan spiritual di masyarakat Kapitalis   mendorong mereka untuk mengenal Islam .

Dibanding pria, jumlah Muslimah yang berasala dari etnis latin ini  terbilang banyak. Sebab, Muslimah ini  percaya Islam mengangkat harkat mereka sebagai perempuan. Sebuah harkat yang sulit mereka raih lantaran berposisi sebagai minoritas.

Fizah B. Naqvi misalnya, ia seorang yang ibunya lebih dahulu memeluk Islam. Semenjak Fizah menjadi Muslim, ia mengaku mendapatkan kedamaian batin. “Islam memberikan stabilitas dalam hidup mereka,” katanya.

Menariknya ada yang masuk Islam , diawali dengan keingintahuan tentang Islam lewat informasi formal ataupun informal seperti mensin pencari. Lewat  google mereka mengenal Islam saat memasukkan kata Islam, Dunia Islam, gerakan Islam, terorisme, konflik militer yang sedang berlangsung, atau Arab Spring.  Di Islamic Education Center of North Hudson misalnya, dari 300 orang yang beryshadat menjadi Muslim tahun lalu, 80 persennya adalah etnis Latin.

Beberapa Organisasi Islam melayani muslim latino ini seperti organisasi  Islam in Spanish yang dipimpin Abdullah Danny Hernandez. Seorang Puerto Rico yang belajar di Universitas Al Azhar di Mesir. Organisasi lain yang aktif adalah the Latin American Da’wah Organization (LADO) yang dipimpin Juan Galvan yang berasal dari Meksika. Termasuk the Council of American Islamic Relations (CAIR) di Florida Selatan yang membantu latino muslim  mendapatkan hak-hak mereka di Amerika.

Islamofobia
Sebagaimana muslim lain di Amerika, Latino Muslim  juga harus menghadapai Islamophobia yang marak di Amerika Serikat. Mereka juga menjadi korban wacana Islamophobia yang gencar dilakukan kelompok ekstrim sekuler. Kelompok ini giat merendahkan Islam dan meremehkan komunitas Muslim Amerika. Termasuk para  politisi  yang mencari popolaritas dengan mengangkat ancaman Islam di Negara Paman Sam itu.

Latin dan Muslim, dua kata yang memicu sentimen dalam masyarakat Amerika. Kondisi kian serius apabila keduanya digabungkan. Mereka akan menghadapi pengucilan agama dan etnis. Alvarado misalnya, ia dibesarkan dalam keluarga katolik Dominikan. Memasuki masa kuliah, ia berkenalan dengan Islam, dan akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat. “Ayahku termasuk pihak yang tidak menyukai putusan saya,” kata dia seperti dikutip Theventure.com, Rabu (24/8).

Efek dari putusannya itu, Alvarado harus keluar dari rumahnya. Ia pergi saat berusia 18 tahun. Baginya, saat itu merupakan kondisi paling sulit dalam hidupnya. “Dia bilang, Te El Cerebro Lavaron (kau dicuci otak),” katanya menirukan ucapan sang Ayah.

Alvarado mengaku cukup kesulitan dalam menjalani aktivitasnya sebagai seorang Muslim. Apalagi, agama yang ia peluk merupakan agama minoritas yang dipeluk kaum hispanik. Sudah memeluk agama minoritas, ia juga termasuk golongan minoritas. “Kadang-kadang kesepian karena itu. Anda seperti asing di dunia anda sendiri,” katanya.

Alvarado, merupakan anggota komunitas Muslim latin yang tengah tumbuh. Pada 2007 silam, Dewan Muslim Amerika memperkirakan ada sekitar 200.000 Muslim Latin. Namun, angka itu kurang akurat mengingat Biro Sensus Amerika Serikat tidak mengumpulkan informasi keagamaan.

Kehadiran Muslim beretnis latin ini  memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan komunitas Muslim AS. Menurut Forum Pew Research Center on Religion & Public Life, mengatakan jumlah Muslim AS diproyeksikan meningkat dua kali lipat selama dua dekade terakhir yakni 6,2 juta pada 2030 mendatang. Memang Islam adalah agama fitrah yang tidak bisa ditolak siapapun yang menggunakan akal sehat dan nuraninya yang bersih. (Farid Wadjdi dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: