Pakistan: Astaghfirullah…Ayat-ayat Al Qur’an tentang Jihad dihapuskan dari Kurikulum


Untuk Mendapat Dukungan Amerika dan Barat Ayat Al Qur’an tentang  Jihad dihapuskan dari Kurikulum

Sayap kiri partai yang berkuasa, Partai Nasional Awami (ANP) di provinsi barat laut Khyber Pakhtunkhuwa (KP), yang berbatasan dengan negara tetangga Afghanistan, menjadi sasaran kecaman karena menghilangkan ayat-ayat Alquran tentang jihad dari silabus studi Islam untuk sekolah menengah di seluruh propinsi itu . Partai-partai keagamaan dan asosiasi-asosiasi guru turun ke jalan untuk memprotes hal itu.

“Lewat tindakan yang memalukan ini, Pemerintah ANP ingin menenangkan Amerika Serikat dan Barat”, kata Profesor Zahir Shah, ketua Tanzeem-e-Asateza (TeA) wilayah provinsi itu, yang merupakan salah satu asosiasi guru terbesar negara itu, kepada Islam Online .

Demontrasi besar-besaran dan protes terjadi di seluruh propinsi, termasuk di Peshawar, ibukota provinsi, Swat, Dir, Malakund, Mardan, Noshehra, Abbotabad, Mansehra, dari mulai kota-kota besar hingga kota-kota kecil, yang dihadiri oleh sejumlah besar guru, siswa, dan masyarakat umum.

Tidak hanya asosiasi-asosiasi guru dari partai-partai pro-agama TeA, melainkan assosiasi-asosiasi guru lainnya juga memprotes langkah pemerintah ANP itu.Para siswa dan masyarakat umum di kota-kota masing-masing juga ikut bergabung dengan guru-guru dan berpartisipasi dalam rapat -rapat umum dan demonstrasi.

Demonstrasi terbesar terjadi di lembah Dir yang memiliki pemandangan indah, yang berbatasan dengan wilayah Afghanistan yang dilanda perang. Ribuan ribuan guru, siswa dan masyarakat berbaris melalui jalan-jalan kota. Mereka meneriakkan slogan-slogan yang menentang langkah itu. Protes itu memperingatkan jika keputusan itu tidak dibatalkan dalam beberapa hari ke depan, mereka akan mengambil tindakan-tindakan yang tegas, termasuk pemogokan yang akan melumpuhkan aktivitas ekonomi.

Namun, media elektronik kurang aktif dan tidak bersemangat  memberitakan hal ini, dan hanya menyoroti isu-isu sosial yang lebih kecil dengan penekanan yang berlebihan, dan hampir tidak pernah memberitakan aksi-aksi unjuk rasa terhadap penghilangan ayat-ayat Alquran ini.

“Pemerintah provinsi, yang secara menyedihkan telah gagal memerintah provinsi ini, sekarang ingin menunjukkan kepada Barat dan AS bahwa mereka dapat melayani kepentingan mereka dibanding dengan partai lain, mereka ingi mendapat dukungan dari AS dan Barat  untuk masa pemerintahan selanjutnya,” tuduh  Profesor Shah.

Dr. Shah mengatakan dengan alasan perubahan kurikulum pemerintah ANP telah menghilangkan ayat-ayat Alquran dan Hadis  dari silabus studi Islam untuk kelas 9 dan kelas 10, sama sekali tidak dapat diterima.
Skindar Khan, presiden Asosiasi Guru Pakistan (APTA) setuju akan hal ini.”Jihad adalah bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam”,  kata Khan ketika menanggapi aksi protes terhadap langkah pemerintah di Peshawar itu.

“Pemerintah ANP melayani agenda asing dengan menghilangkan ayat-ayat Alquran tentang jihad dari kurikulum”, tegasnya.

“Kami telah memberi batas waktu 15 hari kepada pemerintah provinsi. Jika ayat-ayat dihilangkan dan Hadis itu tidak dijadikan bagian dari kurikulum, demonstrasi di seluruh negeri akan diadakan untuk menentang langkah ini “, tegasnya.

Namun, Pemerintah KP membantah adanya penghapusan ayat-ayat Alquran dari kurikulum.”Pemerintah provinsi telah membuat perubahan dalam kurikulum mata pelajaran lain   untuk membuatnya kompatibel, tetapi tidak ada perubahan dalam silabus studi Islam”, katanya.

Namun, klarifikasi itu tidak memuaskan protes para guru. “Itu adalah dusta. Tidak hanya ayat-ayat Alquran, melainkan pelajaran tentang Jihad dan peristiwa-peristiwa sejarah juga telah dihapus dari kurikulum “,  tegas Dr. Shah, presiden TeA.

“Pemerintah sedang menipu negara ini dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan tersebut. Jika tidak ada penghilangan ayat-ayat (Alquran) dan Hadis dari silabus, lalu mengapa para guru turun ke jalan-jalan dan membuang waktu para siswa mereka ‘”, tanyanya.

Dalam buku studi Islam edisi lama atau kelas 9, Dr. Shah mengatakan, ada ayat-ayat tentang Jihad dari Surah Anfa’al, Surah Ahzaab, dan Surah Mumtanah. Tapi ayat-ayat tersebut telah digantikan oleh ayat-ayat lain yang topiknya mengenai topik-topik  lain tetapi tidak mengenai Jihad, dalam buku yang baru diperkenalkan itu.

Apalagi, kata dia, ada 25 Hadis dalam buku studi Islam yang lama, tetapi dalam buku baru, bahkan tidak ada satu hadist pun yang dikutip.

Demikian pula, kata dia, dalam silabus bahasa Inggris yang diperkenalkan pada tahun 2006 untuk kelas 9, pelajaran pertama adalah “Suara Tuhan”, pelajaran kedua adalah “Nabi Yang Suci (SAW), dan pelajaran ketiga adalah” Hazrat Omer (R.A ) “.

Tapi dalam buku bahasa Inggris baru, yang telah disusun, namun belum dirilis ke pasar, pelajaran pertama adalah “Raksasa”, pelajaran kedua adalah “Helen Keller”, dan pelajaran ketiga adalah “Pemimpin Yang Agung (Mohammad Ali Jinnah) “.

“Mereka telah menghentikan peluncuran buku bahasa Inggris karena takut akan reaksi lebih lanjut dari massa dan guru”, kata Dr Shah.

“Saya memiliki salinan kedua buku itu. Bagaimana saya bisa percaya klarifikasi dari juru bicara pemerintah provinsi? “, tanyanya.

Dr. Shah memahami bahwa mungkin ada penghilangan ayat-ayat Quran dan Hadis terkait buku-buku lain juga.

“Ini hanya dua buku yang telah dipublikasikan. Anda tidak pernah tahu tentang buku-buku lain, yang sedang disusun oleh departemen pendidikan “, tegasnya.

Oleh karena itu, Dr. Shah mengatakan, ia telah membentuk sebuah komite untuk memeriksa buku-buku lain, yang masih dalam proses penyusunan.

“Langkah pemerintah ini menyebar kebencian dan kemarahan di antara massa, dan jika keputusan tidak segera diambil, pemerintahlah yang akan bertanggung jawab atas konsekuensi apapun,” katanya memperingatkan. (fw/rz_aulia/Islamonline.net_Islamabad,20/3/2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: