Pejabat Amerika Besar-besarkan Ancaman Teror


Kekhawatiran adanya ancaman dari komunitas Muslim AS terlalu dibesar-besarkan

Ancaman terorisme yang dilakukan Muslim Amerika tampaknya telah dibesar-besarkan para pejabat AS beberapa tahun terakhir. Demikian hasil  studi baru tentang  terorisme domestik yang dirilis dirilis Rabu (8/2)

Berdasarkan Penelitian the Triangle Center on Terrorism and Homeland Security di North Carolina, ditemukan baik sejumlah plot yang dituduhkan kepada muslim  maupun dakwaan terhadap Muslim Amerika yang dituding radikal turun tajam tahun lalu dari posisi tertinggi pada tahun 2009,  hal ini membantah tudingan pejabat penegak hukum.

Hanya satu dari 20 Muslim Amerika yang didakwa pada tahun 2011 dengan tuduhan  merencanakan kegiatan teroris  yang kemudian benar-benar terjadi. “Ancaman tetap: plot kekerasan belum berkurang menjadi nol, dan organisasi Islam revolusioner di luar negeri terus menyerukan Muslim Amerika untuk terlibat dalam kekerasan,” menurut penulis utama laporan itu, Charles Kurzman, seorang sosiolog di University of North Carolina.

“Namun, jumlah Muslim-Amerika yang merespon panggilan ini terus mengecil , bila dibandingkan dengan lebih dari 2 juta Muslim di Amerika Serikat . Termasuk  bila dibandingkan dengan total tingkat kekerasan di Amerika Serikat, yang mencapai  14.000 pembunuhan tahun 2011, “tulis Kurzman, yang tahun lalu menerbitkan sebuah buku berjudul The Missing Martyrs: Why There Are So Few Muslim Terrorists

Menurutnya Muslim AS hanya menjadi ancaman kecil di tahun lalu. Sebab, tidak satu pun dari 14.000 pembunuhan di AS dilakukan Muslim. “Tantangan sebenarnya bagi AS adalah pandangan tentang potensi ancaman dan kekerasan,” kata dia seperti dikutip dari onislam.net, Jum’at (10/2).

Hasil riset setebal delapan halaman ini juga menunjukan 462 Muslim AS ditangkap bukan karena tindak kekerasan melainkan dukungan terhadap tindak terorisme sejak tragedi 9/11, dengan rincian 343 ditangkap selama lima tahun pertama setelah tragedi 9/11 dan 119 pelanggar sejak tragedi

Kurzman juga menemukan jumlah Muslim AS yang dituduh mendukung terorisme, dengan uang atau informasi, menurun di tahun 2011. “Hanya delapan orang. Jumlah itu yang terendah sejak tragedi 9/11,” kata dia.

Temuan lain, lanjut Kurzman, jumlah Muslim AS yang terlibat dalam kekerasan terhadap Amerika Serikat tetap sedikit.”Persepsi publik yang terbentuk tidak sesuai dengan catatan serangan kasus per kasus,” ujarnya.

 

Memang, survei opini publik Muslim Amerika secara konsisten menunjukkan tingkat yang sangat rendah terhadap radikalisasi dan sementara tingkat kepuasan dengan kehidupan , komunitas lokal mereka, dan arah negara itu dari masyarakat umum secara keseluruhan semakin tinggi.

Sebuah jajak pendapat Gallup juga dirilis musim panas lalu menemukan bahwa Muslim AS menyatakan toleransi terhadap pemeluk agama lain. Bahkan muslim AS lebih menentang serangan kekerasan terhadap warga sipil dibanding kelompok besar keagamaan lainnya di Amerika.

Direktur Pusat Kebijakan Publik, David Schanzer mengatakan salah besar adanya prediksi peningkatan ancaman dari komunitas Muslim hanya karena persepsi. “Saya melihat hasil survei ini menghadirkan harapan kebenaran adanya ancaman tidak terjadi,” katanya.

Seperti diketahui, kampanye anti-Muslim terus terjadi di AS. Dimulai dari rencana pembangunan masjid di bekas reruntuhan menara kembar, aksi pembakaran, dan diskriminasi terhadap komunitas Muslim (Farid Wadjdi  dari berbagai sumber)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: