Imam Faisal Kenapa Hanya Umat Islam yang Diminta Moderat ?


Imam Masjid al Farah Newyork, Imam Faisal Abdul Rauf menyerukan umat Islam yang moderat untuk bersatu melawan kelompok ekstrimis. Dalam diskusi di pusat kebudayaan Amerika di Jakarta pada Kamis (29/6), Faisal yang hadir atas undangan Kedubes AS di Jakarta mengatakan religiositas yang berlebihan adalah akar dari radikalisme yang bisa merusak agama!

Seruan agar umat Islam bersikap moderat ini berulang disampaikan oleh tokoh-tokoh yang dikenal dekat dengan Amerika. Pertanyaannya kenapa seruan moderat hanya ditujukan kepada umat Islam? Demikian juga kenapa tudingan radikal dan ekstrimis hanya ditujukan kepada umat Islam?

Kalau kelompok radikal yang dimaksud oleh Faisal adalah kelompok Islam yang menggunakan kekerasaan, kita perlu bertanya bagaimana dengan kekerasan yang dilakukan oleh Amerika negeri-negeri Islam seperti Irak, Afghanistan? Korbannya bukan hanya ribuan tapi lebih dari 1 juta orang.

Kenapa Faisal hanya menyerang umat Islam, tapi diam dengan serangan keji pesawat tanpa awak (drone) negara Paman Sam yang mengundangnya ke Jakarta? Kenapa Faisal diam terhadap kekejian Obama yang memerintahkan serangan ini?

Padahal banyak pihak yang mengkritik serangan drone itu. Seringkali yang menjadi korban adalah rakyat sipil yang tidak bersalah.  Jumlah korban drone diperkirakan lebih dari 1.200 orang, termasuk wanita dan anak-anak yang tak berdosa.

Dalam serangan Mei 2012, seorang penduduk desa, Mohammad Roshan Dawar, menceritakan  kepada The News, tentang siapa yang menjadi korban. Mereka adalah sejumlah orang yang baru saja melakukan shalat dan meninggalkan masjid. Ada juga yang masih shalat dan sedang membaca Alquran. Tapi pesawat tak berawak itu sekaligus tanpa nurani pengendalinya itu, menembakkan dua rudal dan menghantam masjid. Bangunan masjid hancur, mengubur orang-orang yang ada di dalamnya.

Kenapa Amerika yang secara fanatik membela demokrasi, bahkan menggunakan alasan menegakkan demokrasi untuk menyerang umat Islam di Irak dan Afghanistan tidak disebut radikal?

Faisal tentu tahu bahwa moderat-ekstrim adalah permainan kata yang digunakan untuk menyerang umat Islam. Umat Islam yang berjihad melawan penjajahan Amerika di Irak, Afghanistan, akan dicap ekstrimis. Sedangkan yang sejalan dengan kepentingan Amerika dan diam terhadap penjajahan Amerika dicap moderat.

Umat Islam yang ingin menegakkan syariah Islam dan negara Khilafah akan dicap sebagai para fanatik dan ekstrimis. Sebaliknya, mereka yang mati-matian mendukung demokrasi dan sekulerisme akan disebut kelompok moderat.

Faisal juga seharusnya  mengerti istilah moderat-ekstrim digunakan oleh Barat untuk memecah belah umat Islam sebagai bagian dari politik belah bambu dan adu domba.

Walhasil, adalah lebih bermanfaat kalau Faisal menyibukkan diri untuk menyerukan agar Amerika keluar dari tanah kaum Muslimin di berbagai kawasan dunia, menghentikan pembunuhan umat Islam, dan perampokan kekayaan umat Islam. Akan lebih bermanfaat dan berpahala.

Adalah lebih berguna Faisal melakukan kritik terhadap Obama seperti yang dilakukan Andrew Napolitano P, seorang mantan hakim pengadilan tinggi dan komentator peradilan untuk Fox News. Napolitano mempertanyakan, “Apa yang memberikan hak bagi siapapun, apakah bagi presiden atau bukan, untuk bertindak sebagai penyidik, hakim, juri dan algojo sekaligus?”

Dia juga mengingatkan bahwa tindakan Obama justru akan mengancam kepentingan Amerika. “Dapatkah Anda bayangkan terjadi protes jika Kuba atau Cina meluncurkan pesawat drone atas para pembangkang mereka di Florida atau California dan menggunakan perilaku Obama di Pakistan sebagai pembenaran? Berapa lama lagi dibutuhkan hingga kemiripan atas hilangnya konstitusi kita akan terjadi?”

Walhasil, umat Islam tidak perlu diajari untuk bersopan santun sebagai bagian dari akhlak Rasulullah. Umat Islam sudah melaksanakan itu. Lebih penting kalau Faisal menyerukan Amerika agar menghentikan kebiadabannya terhadap umat Islam. Sebab, penjajahan Amerika di negeri Islam-lah yang menjadi pangkal perlawanan umat Islam terhadap Amerika, yang kemudian dicap sebagai tindakan teroris dan militan. (Farid Wadjdi)
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: