Jubir HT Pakistan Diculik ,Antek Amerika Pelakunya


Upaya membungkam perjuangan Hizbut Tahrir untuk menegakkan syariah dan Khilafah dan membongkar kejahatan Amerika dan rezim bonekanya di Pakistan, terus dilakukan. Jumat (12/5) , sebelum shalat Jumat,  agen rahasia Pakistan yang berpakaian preman, menangkap Naveed Butt, juru bicara Hizbut Tahrir Pakistan. Butt diculik  di depan anak-anaknya yang masih kecil dalam perjalanan kembali ke rumah bersama anak-anaknya itu dari sekolah. Para penculik memasukkannya ke dalam jip dengan meninggalkan anak-anaknya di jalan.

Ini merupakan kejadian terbaru dalam serangkaian penculikan atas syabab Hizbut Tahrir yang dilakukan oleh institusi  yang diketuai oleh Jenderal Kiyani. Kiyani menggunakan insitutusi ini bagaikan pengawal pribadinya untuk mengamankan tahtanya. Kiyani melakukan hal itu karena dia tidak memiliki satu kata kebenaran pun, karena Hizbut Tahrir secara konsisten terus menerus mengungkap jati diri dia sebagai boneka Amerika.

Kiyani terlibat dalam berbagai kasus yang menunjukkan posisinya sebagai agen Amerika. Seperti kasus Raymond Davis, serangan Amerika di Abbotobad, pemecatan para perwira militer angkatan bersenjata yang tulus yang menantang persekongkolan Kiyani dengan Amerika, serangan NATO atas pos pemeriksaan Salala, pembukaan kembali jalur pasokan NATO bagi pasukan pendudukan di Afghanistan dan perniagaan yang dia lakukan dengan darah para pemuda di Siachen untuk menundukkan Pakistan atas India atas nama “normalisasi.”

Seperti tirani kejam lainnya, Kiyani melakukan tindakan keji terhadap syabab Hizbut Tahrir dengan alasan yang dicari-cari seperti  tidak memiliki izin dan menuduh berkomplot sesuai agenda asing. Padahal semua orang tahu , Kiyani dan orang-orangnya-lah yang merupakan produk agenda asing, yang duduk siang dan malam bersama orang-orang kafir, yang memerintahkan untuk melawan Allah dan rasul-Nya dan melawan orang-orang beriman, dan untuk memenuhi kepentingan-kepentingan para penjajah kafir.

Ini bukan kejahatan pertama Kiyani. Dr Abdul Qayyum  tokoh terpandang di masyarakat Pakistan dilepaskan baru-baru ini, setelah ditahan tanpa tuduhan yang jelas.  Sementara itu pada Oktober 2011, setelah tiga bulan diculik dan mengalami penyiksaan yang kejam, ISI dan intelijen Militer melepaskan Imran Yusufzai dan Ousama Haneef  pada tengah malam. Kedua syabab merupakan akademisi yang brilian, anggota Hizbut Tahrir, menderita penyiksaan tingkat lima. Mereka dipukuli dengan tongkat dan dicambuk dengan kabel logam tipis hingga darah mengalir keluar dari tubuh mereka. Para penyiksanya merobek kulit kepala Imran Yusufzai. Tangan mereka diikat ke belakang punggung mereka dan mereka digantung dari langit-langit, hingga bahu mereka terkilir, dan hingga tangan mereka keluar dari persendiannya!

Meskipun terdapat banyak ancaman dari agen intelijen anggota Hizbut Tahrir yang berani, Ousama Haneef, memberikan kesaksian atas para agen intelijen itu dengan pengacara Umar Hayat Sindhu yang berdiri di depan hakim, yang menyebutkan nama-nama pejabat militer yang terlibat dalam penculikan dan penyiksaan. Kemudian, pada larut malam, para agen itu yang bertindak seperti preman dan pencuri barang murahan, menculik asisten pengacara, Falak Shehr, dari luar kantornya. Keberadaan asisten itu hingga saat ini tidak diketahui. Dan ini adalah realitas penegakan hukum dan keadilan di bawah penguasa pengkhianat!

Tidak Akan Berhenti  

Shahzad Shaikh, Wakil Juru Bicara Hizbut Tahrir Pakistan, dalam pernyatan persnya (12/05) mengatakan, Kiyani dan para penguasa pengkhianat lain di dunia Muslim harus tahu bahwa mereka tidak dapat mencegah barisan umat yang  berjuang tanpa kenal lelah untuk tegaknya Islam dan negara Khilafah. Di seluruh dunia Muslim, kaum muslim bangkit melawan para pengkhianat demi Islam dan mereka tidak akan kembali tidur atau merasa takut.

Wakil  jubir HT Pakistan  ini mengajak mereka yang memiliki nushrah (ahlun nushroh) dan kekuasaan (ahlulquwwah) dalam angkatan bersenjata Pakistan, menunjukkan loyalitas hanya kepada Allah SWT, rasul-Nya dan umat, dan bukan bagi perintah dari orang-orang kafir. “Selama masih ada pengkhianat dalam kepemimpinan Anda yang menginginkan uang dari negara-negara Barat, alih-alih berpihak pada umat dalam pertempuran terbesar bagi pembebasan, umat malah dibuat tenggelam dan berada dalam penghinaan dan keputusasaan di tangan musuh-musuhnya,“ katanya.

Hizbut Tahrir, lanjutnya, mendesak mereka untuk tidak menyandarkan loyalitas dan kesetiaan kepada Barat, melainkan mengandalkan keridhaan Allah. “Sekaranglah saatnya untuk memberikan nusrah (pertolongan) bagi Hizbut Tahrir untuk mendirikan Khilafah, yang akan melenyapkan para pengkhianat dan menghukum mereka karena kejahatan-kejahatan mereka. Allah berfirman:” Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereks a sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, “[QS Ibrahim 42],” tegas Shahzad Shaikh (Farid Wadjdi dari berbagai sumber)

Box :

Kejahatan Amerika Terbaru: Balkanisasi Pakistan

Baru-baru ini, beberapa politisi senior Amerika telah memulai upaya mendukung pemisahan Baluchistan dari Pakistan.  Seorang politisi dari Partai Republik di California, Dana Rohrabacher, memimpin kampanye untuk memecah belah Pakistan, dan ia telah bergabung dalam perang salib ini dengan sesama anggota Kongres lain dari Partai Republik, Louie Gohmert dan Steve King.

Pada 18 Februari 2012, politisi Partai Republik itu mengajukan RUU kepada Kongres yang menyatakan bahwa Baluchistan saat ini akan dibagi antara Pakistan, Iran, dan Afghanistan tanpa memiliki hak berdaulat sendiri, di mana resolusi ini menjelaskan bahwa “khususnya di Pakistan, masyarakat Baluchi sering mengalami kekerasan dan pembunuhan ekstrajudisial, dan karena itu, rakyat Baluchi memiliki hak untuk menentukan nasib mereka sendiri dan bagi negara  yang berdaulat, dan mereka harus diberi kesempatan untuk memilih status mereka sendiri.”

Sebelumnya, pada tanggal 8 Februari 2012, sub-komite AS bidang ‘Komite Pengawasan dan Investigasi Luar Negeri’ mengadakan sidang mengenai pembunuhan ekstrajudisial dan situasi HAM di Baluchistan.  Rohrabacher yang memimpin pertemuan itu mengundang pensiunan Letnan Kolonel Ralph Peters, untuk bersaksi. Letnan Kolonel Peters adalah arsitek terkenal tahun 2006 –  atas peta Timur Tengah Baru dan seorang provaktor yang bersemangat melakukan disintegrasi di dunia Muslim bersamaan dengan dilakukannya tindakan sektarian dan isu keagamaan. Peta  yang dibuatnya menunjukkan sejumlah negara Muslim (termasuk Pakistan) yang dikerat-kerat.
Namun, meskipun telah jelasnya semua kejahatan Amerika ini, rezim boneka Pakistan menolak menerima fakta-fakta seperti ini. Mereka masih saja menganggap Amerika sebagai teman dan terus mempertahankan dukungan yang tulus atas Washington. Alih-alih menentang kecenderungan disintegrasi ini, para penguasa Pakistan itu malah terlibat dengan Amerika dalam melakukan Balkanisasi negeri mereka. Mereka telah menyerahkan Pakistan dan provinsi-provinsinnya kepada Amerika.  (FW dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: