KETIKA OBAMA MENJADI SEORANG GARIS KERAS !


Obama tidak membatalkan apa yang dilakukan Bush, Obama malah melampaui apa yang dilakukan Bush. Obama hanya membungkusnya dalam paket yang terlihat lebih baik(James Bamford)

Guardian .co.uk, pada Sabtu (2/6) memuat analisis dengan judul yang menarik,How Barack Obama became a hardliner, bagaimana Obama menjadi seorang garis keras. Tulisan Paul Harris ini, mengungkap satu hal penting , bahwa tidak ada perubahan yang berarti dari Amerika saat dipimpin oleh Bush atau Obama.

Dalam tulisannya dia menyatakan bahwa Presiden AS secara pribadi mengawasi “daftar pembunuhan” atas serangan drone di Yaman dan Pakistan. Kemudian ada penyerahan tahanan (rendisi) oleh CIA, peningkatan pengawasan dan tindakan keras terhadap para pelapor kasus (whistleblower). Maka jangan heran kalau orang dalam di Washington mempersamakan Obama dengan ‘George W Bush yang memakai steroid’

Tulisan itu juga mengungkap keprihatinan Amos Guiora Profesor hukum di University of Utah atas kebijakan Obama. Guiora  mengaku “sangat prihatin” Menurutnya metodelogi yang dipakai Amerika untuk memutuskan siapa yang dianggap teroris adalah loosey goosey (ceroboh dan tidak tepat). Dalam daftar pembunuhannya,  pemerintahan Obama mendefinisikan militan sebagai setiap laki-laki berusia militer yang berada di zona serangan ketika serangan drone dilangsungkan.

Sebagian orang melihat Obama sebagai presiden yang melihat lebih canggih pada isu-isu terorisme dibandingkan pendahulunya, George W Bush. Namun, Guiora malah memandangnya sama dengan Bush, hanya dia jauh lebih antusias dalam masalah berperang dengan drone.

Obama sebenarnya membangun taktik nasional pendahulunya itu dalam hal keamanan.Paul Harris melist kejahatan-kejahatan Obama yang justru lebih antusias dibanding Bush. Obama telah memimpin suatu ekspansi besar-besaran atas pengawasan rahasia atas warga Amerika oleh National Security Agency. Dia telah melancarkan tindakan keras dan ganas dan belum pernah dilakukan sebelumnya atas para pelapor suatu kasus (whistleblowers). Dia telah mengklasifikasi dokumen-dokumen pemerintah lebih banyak daripada yang dilakukan presiden sebelumnya.

Obama juga telah melanggar janjinya untuk menutup penjara Teluk Guantanamo yang kontroversial dan terus mendesak dengan penuntutan melalui pengadilan militer rahasia, dan bukan pengadilan sipil. Dia telah mempertahankan rendisi (penyerahan tahanan) oleh CIA. Dia telah mencoba meraih kekuasaan baru yang lebih luas pada apa yang didefinisikan sebagai seorang teroris atau pendukung teroris dan apa yang bisa dilakukan atas mereka, yang sering dilakukan tanpa proses hukum.

Pemerintah Obama yang menjanjikan transparansi dan perlindungan bagi whistleblower –  malah menindak whistleblower dengan alasan keamanan nasional.Untuk itu telah digunakan UU Spionase – suatu hukum mata-mata pada perang dunia pertama yang tidak jelas – sebanyak enam kali. Itulah penggunaan atas UU seperti itu lebih banyak dalam tiga tahun daripada semua presiden sebelumnya digabung menjadi satu.

Diantara kasus-kasus itu termasuk kasus John Kiriakou, agen CIA yang membocorkan rincian penyiksaan tahanan dengan waterboarding, dan Thomas Drake, yang mengungkapkan mahalnya biaya dari sebuah proyek pengumpulan data NSA.

Obama juga memperluas pengawasan terhadap warga Amerika Serikat. Terdapat Pusat Data Utah yang sedang dibangun untuk NSA dekat sebuah kota kecil bernama Bluffdale. Ketika selesai tahun depan, bangunan senilai $ 2 milyar yang dijaga ketat itu, memiliki pembangkit listrik sendiri. Ini akan menjadi  rumah server raksasa yang menyimpan data dalam jumlah besar atas warga sipil Amerika yang akan diselidiki dan diolah sebagai petunjuk intelijen. Semua ini akan mencakup semua panggilan telepon, email yang diterima hingga kartu kredit.

Program pesawat tanpa awak (drone) dan “daftar pembunuhan”  merupakan bagian paling penting dari kebijakan keamanan nasional garis keras Obama. Pada Januari 2009, ketika Obama berkuasa, program drone hanya dilakukan untuk Pakistan dan dilakukan 44 serangan dalam lima tahun. Ketika Obama berkuasa hal itu diperluas ke Afghanistan, Yaman dan Somalia dengan lebih dari 250 serangan. Sejak saja April telah terjadi 14 serangan di Yaman.

Korban sipil adalah hal yang biasa. Serangan pertama Obama di Yaman membunuh dua keluarga yang bertetangga dengan target. Satu serangan salah sasaran di Pakistan dan meledakkan seorang pemimpin suku yang dihormati dan sebuah delegasi perdamaian. Dia telah secara sengaja membunuh warga Amerika, termasuk ulama keturunan Amerika Anwar al-Awlaki pada September tahun lalu, dan yang lainnya yang sengaja dibunuh, seperti putra Awlaki, Abdul-Rahman, berusia 16 tahun.

Operasi pesawat tak berawak saat ini beroperasi dari dua pangkalan utama di AS, puluhan instalasi militer yang lebih kecil dan setidaknya pada enam negara asing. Ada pertemuan “Teror Hari Selasa” untuk membahas target  dimana kadang-kadang dihadiri manajer kampanye Obama, David Axelrod,  dengan memberi kepercayaan kepada mereka yang jelas-jelas terlihat terlibat dalam perhitungan politik.(RZ/FW dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: