Dukungan Pemimpin Iran Terhadap Rezim Jagal Suriah Memalukan !


Dukungan pemimpin Iran terhadap rezim Bashar Assad dikecam dan merupakan hal  yang memalukan. Dalam pernyataan persnya (25/08) Ustadz Utsman Bakhasy Direktur Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir mengecam pandangan pimpinan Iran yang mendukung kekejaman Assad  dengan menyatakan tindakan brutal terhadap rakyatnya sendiri merupakan bagian dari kebangkitan Islam.

“Sungguh sesuatu yang sangat mengherankan, pejabat Iran menganggap kebijakan rezim penjahat di Suria yang sedang menumpahkan darah, membunuhi orang-orang tak berdosa, menghancurkan rumah-rumah dan menangkapi puluhan ribu dan menjebloskan mereka ke jeruji tahanan intelijen Suria  yang lebih kejam  dari intelijen Stalin dalam hal kejahatan, kebrutalan dan cara-cara penyiksaan, sungguh mengherankan pejabat Iran mengganggap semua itu mengakar kepada kebangkitan Islami,” ujar Utsman Bakhasy.

Sebelumnya, Kantor berita Mehr Iran mengutip sekretaris Dewan Diagnose Kepentingan Sistem (The Expediency Discernment Council of  the System)  Mohsen Rezai mengatakan: “Hari ini kita saksikan akhir pertandingan di Suria”.

Mantan kepala Garda Republik menambahkan: “Jika negeri itu jatuh di tangan orang-orang Amerika, maka gerakan kebangkitan islami akan berubah menjadi gerakan Amerika, akan tetapi jika Suria tetap menjaga politiknya, maka kebangkitan islami akan mengakar pada Islam”.

Padahal sudah umum diketahui rezim Suriah merupakan rezim ba’ats kafir ateis yang tidak ada hubungan sama sekali dengan kebangkitan Islam. Rezim ini tidak pernah menerapkan syariah Islam, mengumandangkan jihad dan pembebasan al-Aqsha asy-Syarif dari penistaan Yahudi. Rezim kafir ini juga tidak pernah membangun peradaban Islam yang mengalahkan kebijakan imperialism Barat.

Sebaliknya, rezim Ba’ats Suriah, telah berkhianat kepada umat Islam dengan menyerahkan dataran tinggi Golan  kepada Yahudi. Hal ini dilakukan  oleh Hafezh bapaknya sang jagal Syam sekarang dalam  perang   5 Juni 1967. Perang ini tidak lebih dari penyerahan Golan kepada Yahudi pada waktu itu.

“ Apakah pejabat Iran itu menganggap hal ini sebagai prestasi luar biasa? Benar-benar jika kamu tidak punya rasa malu perbuatlah apa saja sesukamu,” tegas Bakhasyi mengutip hadits Rosulullah SAW.

Menurut Bakhasyi pernyataan pemimpin Iran ini menyingkap sikap hipokrit Iran. Secara retorik rezim ini tampak membela Palestina dengan mengangkat slogan Jum’at al-Quds pada Jum’at terakhir Ramadhan yang penuh berkah. Pada kenyataannya negara ini tidak terbukti sama sekali untuk bertindak nyata layaknya  sebagai sebuah negara Islam untuk memerangi Israel.  Tidak hanya itu Iran justru berkolusi dengan Amerika- gembong kekufuran- mengokohkan dalam cengkeraman AS menguasai  Irak. Rezim Iran juga berkolusi dalam menundukkan kawasan teluk kepada pasukan Amerika.

Selama ini posisi Iran  sengaja diciptakan Amerika sebagai ‘persepsi ancaman’ negara-negara Teluk.  Dengan alasan  ini negara-negara teluk berlindung kepada Amerika. Termasuk  membeli persenjataan Amerika. Seperti pembelian paket rudal dari Amerika dengan nilai 12 miliar oleh Emirat Arab baru-baru ini dengan alasan untuk melindungi dari bahaya Iran .

Lebih lanjut Utsman Bakhasy mengatakan bahwa revolusi di Suriah adalah revolusi Islam yang akan mengantarkan kepada penegakan daulah Khilafah “Kami katakan kepada pejabat Iran dan rezim Iran di belakangnya bahwa revolusi di Suria dengan pertolongan Allah akan menang siapapun yang suka dan tidak suka dan akan berjalan untuk tegaknya daulah al-khilafah ar-rasyidah. Dan sungguh merupakan aib yang sebenarnya bahwa pemimpin Iran justru membela mati-matian rezim ba’ats kafir padahal mereka belum lama melakukan revolusi melawan diktator Shah Iran,” tegasnya. (AF)

Box : Pesan Abu Shadi Komandan Brigade Bab Amro di Suriah Untuk Hizbut Tahrir

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan  Maha Penyayang “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka.”(QS. Al-Hajj 22:39).

Saya adalah komandan brigade hijau di Bab Amro. Kami  mengirimkan rasa terima kasih dan penghargaan kami kepada  saudara-saudara kami di malam yang diberkahi ini dan kami dari kota sahabat Nabi, Amro ibnu Ma’ad Yaqrub (RA) (yang  menjadi nama kota Bab Amro).

Kami berterima kasih atas dukungan anda, dan kami juga  berterima kasih kepada Hizbut Tahri Libanon, atas sikap anda yang mulia kepada revolusi kami dirahmati. Dan kami  ingin mengatakan kepada anda, wahai saudara-saudara kami bahwa  kami berada di kota Homs yang pemberani dan merasa bahwa Tripoli telah menjadi bagian dari revolusi kami dan  menjadi sebuah pilar dari perlawanan kami  yang dirahmati ini.

Jadi kami berjanji kepada Allah, rakyat kami dan kami berjanji kepada anda (penduduk Tripoli) bahwa kami berada di jalan pembebasan dan kami tidak akan jatuh ke dalam tipu daya  barat dan agen-agennya. Kami tidak akan menggantikan  keyakinan kami dengan demokrasi, dan kami tidak  akan menggantikan hukum Islam dengan ideologi mereka!

Dan setelah semua pengorbanan ini, kami tidak akan menerima apapun kecuali Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai agama kami, Muhammad sebagai Nabi kami, Qur’an sebagai petunjuk dan  konstitusi kami dan Khilafah sebagai jalan kenabian yang dikehendaki oleh Allah. Semoga Allah melindungimu wahai saudara kami, dan memberikan  kamu kemenangan. Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh (sumber http://www.hizbut-tahrir.or.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: