Pertemuan HT dengan Revolusioner Suriah: Revolusi akan Kembalikan Suriah jadi Khilafah


Kepala Kantor Media Hizbut Tahrir Suriah Hisyam Al Baba menyatakan revolusi Suriah akan mengembalikan Suriah menjadi Khilafah Islam, saat kunjungannya ke kantung-kantung kaum Revolusioner, baru-baru ini, di berbagai tempat di Suriah.

“Revolusi ini akan mengembalikan negeri Al Syam sebagai sebuah negara, dan sebagai bagian dari Daulah Khilafah mendatang, Insya Allah, yang akan menjadi negara terkemuka di dunia dalam satu dekade,” tegasnya ketika pidato di hadapan para Revolusioner yang memadati Masjid Ansharu Rasul di I’zaaz.

Di samping meminta agar tetap teguh dan tabah dalam berjuang menumbangkan rezim diktator Al Assad, Hisyam pun meminta kaum Revolusioner mengambil pelajaran berharga dari kegagalan revolusi di Tunisia, Mesir dan Libya.

“Kami mendorong Anda dan mengundang Anda untuk mengambil pelajaran dari revolusi-revolusi sebelumnya, sehingga Anda tidak jatuh ke dalam perangkap sebuah negara sekuler sipil seperti yang telah mereka lakukan!” pekiknya.

Maka, Hisyam pun mewanti-wanti agar kaum Revolusioner waspada terhadap tipu daya Barat dan para kaki tangannya di dalam negeri serta harus tetap menyatukan visi misi perjuangan hingga tumbangnya Al Assad sehingga kondusifnya diangkat seorang lelaki mulia menjadi khalifah.

“Kita akan bertemu di Masjid Umayyah dekat Damaskus, Insya Allah, untuk memberikan baiat (janji setia terhadap seseorang yang diangkat menjadi khalifah, red) kepada seorang imam yang akan memerintah kita dengan Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya SAW, dan memang hal itu bukanlah sebuah hal yang sulit bagi Allah!” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hisyam pun tak lupa menunjukan dan menjelaskan peta jalan (roadmap) yang dikeluarkan HT Suriah yang bertanggal 28 Ramadhan 1433 H untuk membawa perubahan di Suriah yang mengarah kepada Daulah Khilafah, yang berjudul: Manifesto Hizbut Tahrir tentang Revolusi Al Syam: Menjelang Kelahiran Khilafah Rasyidah yang Kedua.

Mendapat Sambutan

Selain ke I’zaaz, Hisyam pun berkeliling ke kantong-kantong kaum Revolusioner termasuk ke Soran di pedesaan Aleppo. Di berbagai tempat, ceramahnya mendapat sambutan yang sangat baik dan positif, dan terdapat interaksi yang baik dari para hadirin.

Ceramah itu diselingi dengan pertanyaan-pertanyaan dari kaum muda yang rindu akan kekuasaan Islam. Ceramah kemudian dilanjutkan dengan dibagi-bagikannya draft Konstitusi Daulah Khilafah kepada para hadirin, Manifesto HT dan pernyataan tentang konspirasi Lakhdar Brahimi.

Terlihat sukacita yang sangat besar dari wajah Hisyam maupun kaum Revolusioner selama kunjungan dan pertemuan-pertemuan tersebut. Banyak orang yang melihat hal itu sebagai tanda-tanda yang baik atas kemenangan yang muncul di negeri Al Syam.

“Anda, para pahlawan telah mengajarkan kepada seluruh umat semua abjad revolusi dan menantang taghut. Jika kita meninggalkan Anda dan kembali ke Damaskus itu akan merupakan harapan menunggu waktu menjadi nol, saat deklarasi Khilafah, saat Anda akan mendengar pekikan Allahu Akbar,” puji Hisyam di setiap akhir kunjungannya.

Dengan demikian, rakyat Al-Syam yang bebas kemudian akan melangkah dengan kaki mereka di era para penguasa yang menindas (hukm jabri), dan menyatakan dimulainya Era Khilafah Rasyidah yang mengikuti petunjuk Kenabian.

Bahaya Turki dan Dewan Nasional Suriah

Pada kesempatan lain Hizbut Tahrir Wilayah Suriah juga mengingatkan kepada para revolusioner tentang bahaya dari kebijakan Turki terhadap Suriah. Rezim Erdogan ini sedang menjalankan perannya menjadi antek Amerika dalam masalah Suriah. Menteri luar negeri Turki Ahmed Davutoglu datang dengan membawa usulan lama yang diperbarui agar wakil presiden Suriah Farouk al-Sharaa menggantikan presiden antek Amerika Bashar sebagai kepala pemerintahan transisi untuk menghentikan perang sipil yang terjadi di Suriah.

Solusi ini mengikuti model Yaman. Oglu mengatakan al-Sharaa ini “seorang yang punya pikiran dan hati nurani, ia tidak turut serta dalam pembantaian di Suriah, dan tidak ada seorang pun yang lebih mengetahui sistem di Suria dari dia.“

Oglu beranggapan bahwa oposisi cenderung menerima al-Sharaa untuk memimpin administrasi Suria di masa depan. Belum selesai Oglu dengan penyesatan-penyesatan ini, sudah muncul pernyataan dukungan pihak oposisi yang menyatakan diri mereka sebagai Dewan Nasional yang menjadi alat Amerika.

Usulan ini adalah usulan Amerika, yang dilontarkan oleh Amerika melalui mulut Oglu maupun selain dia. Padahal sangat jelas Farouk al-Sharaa ini adalah seorang pengikut ba’ats, sekuler dan anak rezim ini yang dipelihara dan dibesarkan oleh Hafezh Asad si bapak dan diwarisi oleh Bashar Asad si anak. al-Sharaa ini bekerja sebagai menteri luar negeri pada zaman Hafezh Asad selama 15  tahun. Kemudian ia menjabat wakil presiden Bashar Asad pada masa pemerintahannya. Hal itu jelas-jelas memberikan deskripsi yang gamblang tentang keridhaan penjahat Bashar dan bapaknya kepada al-Sharaa.

Baik Hafezh maupun Bashar sama sekali tidak membiarkan orang yang menyalahi keduanya meski sekecil apapun. Demikian juga eksistensi al-Sharaa di dua jabatan itu pada masa pemerintahan Hafezh dan Bashar jelas-jelas mengindikasikan dengan jelas tentang begitu mengakarnya keantekan al-Sharaa kepada Amerika. Bisa jadi Amerikalah yang dahulu berpesan kepada Hafezh dan Bashar untuk tidak melepaskan al-Sharaa dan sekarang berpesan agar al-Sharaa menjadi alternatif pengganti Bashar.[]rz/joy

Box: Rezim Bengis Assad Bunuh Paman Kepala Kantor Media HT Suriah

Perjuangan menyampaikan kebenaran dan menegakkan agama Allah SWT , memang selalu membutuhkan pengorbanan. Sikap Hizbut Tahrir  yang tegas mengecam rezim bengis Assad, menimbulkan kebencian dari para thogut ini. Merekapun melakukan penculikan, penyiksaan, hingga pembunuhan terhadap keluarga dKepala Kantor Media HT Wilayah Suriah.

Insinyur Hisham al-Baba – Kepala Kantor Media untuk Hizbut Tahrir, Wilayah Suriah – kehilangan  paman dari pihak ibu nya. Asy Syahid, Insya Allah,  Rafiq Muhammad Al Hamawi , diculik dari depan rumahnya di lingkungan Jobar di Damaskus, oleh rezim Assad yang keji dan berlumur dosa.  Setelah disiksa selama berhari-hari, kepalanya dipenggal dan tubuhnya dilemparkan di trotoar bersama dengan lima orang lainnya, oleh penjahat, para pembunuh dari tentara Bashar itu.

Insya Allah, dari rasa sakit dan penderitaan rakyat setia dan saleh bumi Asy Syam, (Suriah) kemenangan dan kelapangan akan  lahir. Dari bumi yang dipenuhi oleh muslim-muslim terbaik dari segi keberanian dan pengorbanan, fajar Islam pasti akan terbit.

Berkaitan dengan ini Hizbut Tahrir Suriah menegaskan : “ Kami berjanji kepada Allah dan Rasul-Nya dan kaum Muslim bahwa kami tidak pernah akan melemah, meskipun perjuangan ini harus dibayar dengan syahidnya para pejuang satu persatu.  Hingga berdirinya kembali negara yang didirikan Rosulullah SAW  di Madinah al-Munawwarah – yang kemudian dihancurkan di Istanbul (tahun 1924) oleh pengkhianat Arab dan Turki. Dan dengan itu kita akan melanjutkan cara hidup Islam di bawah bendera Khilafah ‘ala minhajin , dan kami memohon  kepada Allah SWT untuk mewujudkan itu segera di bumi asy Syam (Suriah) segera. “ (AF)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: