Derita Muslimah Suriah: Modus Pemerkosaan Alat Perang di Suriah


Terjadinya banyak pemerkosaan yang dilakukan begundal-begundal rezim Bengis Assad terhadap muslimah Suriah bukanlah  isapan jempol. Sebagaimana yang dilansir International Rescue Committee  (14/01)mengungkap  modus pemerkosaan digunakan sebagai alat perang di Suriah. Inilah yang menjadi penyebab utama kenapa banyak keluarga-keluarga Suriah melarikan diri ke negara tetangga.

Lembaga ini menggambarkan kejahatan keji ini sebagai ‘sebuah sarana signifikan dan paling mengganggu dari perang sipil Suriah’. Orang-orang yang diwawancarai mengatakan bahwa kaum perempuan terancam penculikan, perkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan. Perempuan juga dikabarkan diserang di depan umum dan di rumah mereka, bahkan beberapa diantara mereka diperkosa beramai-ramai di hadapan anggota keluarganya.

Situasi malapetaka di Suriah berupa pembunuhan, intimidasi, penggusuran dan penghancuran masjid dan rumah-rumah tanpa sedikitpun memandang nilai-nilai moral atau kemanusiaan, adalah tampak jelas terlihat oleh semua orang. Pembunuhan delapan anak dan lima perempuan dalam serangan udara di kota ‘Moadamiya’ As-Syam pekan ini tidak akan menjadi yang terakhir dari segala kejahatan ini.

Inilah kejahatan yang sangat keji yang dilakukan oleh begundal-begundal Assad terhadap muslimah Suriah.  Mereka menjadi korban dari perang mematikan yang dilakukan Assad terhadap rakyatnya sendiri. Para muslimah ini menjadi korban karena sikap tegasnya mereka bersama suami, saudara , dan laki-laki Suriah yang menolak rezim Baath Kafir Assad. Rezim Kafir yang telah membawa penderitaan terhadap rakyat selama lebih dari empat dekade, memerintah mereka dengan tangan besi dan memaksakan aturan sekuler yang kufur atas mereka.

Para muslimah ini berdampingan kokoh dengan laki-laki Suriah yang dengan tegas mengikrarkan bahwa revolusi  Syam ini adalah  untuk Allah SWT : “Ini adalah untuk Allah, itu adalah untuk Allah.” Karenanya, mereka menuntut penggulingan Al-Assad sistem kufur Baath dan penegakkan Khilafah Islam. Sebagai konsekuensinya Bashar Al-Assad terus bersikukuh dalam memerintahkan para premannya untuk melakukan kejahatan keji yang sistematis untuk meneror para muslimah di Suriah.

Ribuan rakyat Suriah pun harus menyelamatkan diri ke negara tetangga dan hidup di kamp-kamp yang kekurangan fasilitas dasar dengan kondisi yang menghinakan dan merendahkan, mengalami penderitaan yang ekstrim. Mereka terpaksa mengambil pilihan itu daripada harus menjadi mangsa serangan-serangan keji dari para tiran. Kejahatan-kejahatan keji itu adalah strategi perang lain yang ditujukan untuk merendahkan kaum Muslimah dan mematahkan tekad tulus dari kaum Muslimin Suriah dalam perjuangan mereka untuk menghapus Assad Si Pembunuh.

Menyikapi kondisi yang memilukan ini Nazreen Nawaz Anggota Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir mengingatkan kepada umat Islam bahwa Mereka yang tewas dan menjadi yatim adalah anak-anak umat ISlam, mereka yang menderita akibat kesedihan pahit akan hilangnya anak-anak mereka adalah ayah-ayah umat Islam.

Mereka yang menjadi janda, kehilangan anak-anak mereka dan diperkosa adalah ibu-ibu dan saudari Anda, Allah (swt) berfirman Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, mana jawaban Anda atas panggilan Allah SWT? Dimana dukungan dan pembelaaan Anda atas mereka? Ketahuilah bahwa Allah akan menghisab Anda jika Anda mengabaikan mereka atau merasa cukup hanya karena mendukung mereka. Ketahuilah juga bahwa mendukung saudara-saudara Anda di Suriah tidak hanya melalui doa, meskipun itu tulus, juga bukan melalui menampung orang-orang yang bermigrasi untuk melindungi kehidupan dan agama mereka, meskipun itu juga adalah tugas Anda. Mendukung saudara-saudara kita di Suriah adalah dengan berdiri di hadapan penguasa Anda dan menuntut pertanggungjawaban atas pengkhianatan mereka terhadap saudara-saudara kita dan bahkan berkonspirasi dengan Al-Assad Si Penjahat melawan mereka. Mendukung mereka adalah dengan menarik anak-anak Anda dalam militer yang ditempatkan di barak-barak mereka, memobilisasi resolusi mereka, dan mengumpulkan kekuatan mereka untuk bangkit untuk mendukung saudara-saudara mereka di As-Syam,” tegasnya. (FW)

Box : Korban Sistem Nasionalisme Tidak Manusiawi  ala Erdogan

Bukan  hanya menderita di Suriah, di kamp pengungsipun muslimah Suriah mendapat ujian yang berat. Sebagaimana yang dilaporkan Reuters (15/01) telah terjadi kebakaran di sebuah tenda pengungsi Suriah di Turki Tenggara. Kebakaran ini menewaskan seorang wanita hamil dan tiga anak-anaknya. Menurut pejabat Turki, api di kamp pengungsian Telhamut di Provinsi Sanliurfa disebabkan oleh pemanas listrik di dalam tenda keluarga tersebut. Pada bulan Desember, empat anak tewas dalam sebuah kebakaran di kamp yang sama, sementara Juli lalu dua orang tewas ketika kebakaran terjadi di kamp Yayladagi, Provinsi Hatay.

Kondisi kamp-kamp pengungsian ini digambarkan sangat mengerikan oleh penghuninya yang menjalani kehidupan yang menyedihkan dengan kurangnya bahan pangan, tidak adanya air bersih, dan pelayanan medis yang tidak memadai. Belum lagi mereka harus tinggal di tenda-tenda tipis yang tidak mampu melindungi mereka dari suhu dingin yang ekstrim.

Menurut PBB, tiga perempat dari pengungsi Suriah ini adalah perempuan dan anak-anak. Lebih tragis lagi, keluarga-keluarga pengungsi di Gaziantep dan Hatay menghadapi harga sewa dua kali atau bahkan tiga kali lipat tingkat dari harga standar ketika mereka harus mencari untuk rumah kontrakan.

Kondisi kamp yang menyedihkan ini mencerminkan sikap pengabaian total yang ditunjukkan oleh pemerintah Turki sekuler terhadap kesejahteraan kaum Muslim Suriah. Hal ini merupakan tindakan kriminal.  Erdogan bukan hanya gagal melindungi darah saudara-saudaranya dari Assad Si Pembantai –padahal memimpin salah satu pasukan militer terbesar di dunia— namun ia telah menunjukkan sikap acuh tak acuh tak berperasaan terhadap kondisi kehidupan menyedihkan dan berbahaya yang dijalani perempuan dan anak-anak Suriah yang berlindung di dalam perbatasannya sendiri.

Gagasan Negara bangsa (Nation State)  dianut pemerintahan Erdogan dan banyak pemimpin Muslim lainnya, di tempat dimana sistem Islam yang mulia berdasarkan persaudaraan dan persatuan antara orang-orang yang beriman dan negeri-negeri mereka, telah menyebabkan mereka hanya duduk sebagai penonton, mengabaikan pembunuhan yang terjadi di depan matanya tanpa rasa malu, dan menonton bencana manusia di tanah yang diberkati As-Syam yang memburuk setiap hari, tanpa mengerahkan satupun tentara.” (FW)

 

One Response

  1. Reblogged this on FARID WADJDI and commented:

    Ditemukan lebih dari 80 jenazah di Alleppo Suriah…jumlah korban kemungkinan bertambah…Bukti terorisme Assad terhadap rakyatnya sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: