2013: Terus Berjuang, Berharap Khilafah akan Segera Tegak


ImageTahun 2012 telah berlalu. Berbagai masalah yang multikompleks masih mendera umat. Syekh Taqiyuddin an  Nabhani dengan pemikiran yang cemerlang  berhasil memberikan jawaban kenapa tragedi demi tragedi masih terjadi pada umat Islam. Dalam kitab Nida` Har syekh Taqiyuddin menjelaskan :  “Sesungguhnya umat Islam telah mengalami tragedi karena dua musibah. Pertama, penguasa mereka menjadi antek-antek kafir penjajah. Kedua, di tengah mereka diterapkan hukum yang tidak diturunkan oleh Allah, yaitu diterapkan sistem kufur.”

Tidak hanya merumuskan penyebabnya, syekh Taqiyuddin an Nabhani juga memberikan solusi dari semua persoalan umat Islam sekarang ini dengan menerapkan syariah Islam secara total melalui thoriqoh ad Daulah al Khilafah. Sebab hanya dengan menegakkan Khilafahlah,  dua musibah  tadi bisa dihilangkan. Sistem Khilafah tentu saja akan memberangus seluruh sistem kufur yang ada sekaligus akan melahirkan penguasa (al Kholifah) yang hanya tunduk kepada Allah SWT dan bekerja untuk kepentingan Islam dan umat Islam.

Dan Alhamdulillah kesadaran umat untuk kembali kepada Khilafah yang terus menerus diserukan oleh Hizbut Tahrir , partai ideologis, yang didirikan oleh Syekh Taqiyuddin semakin meningkat dan meluas di seluruh dunia . Di Indonesia, yang secara historis sebenarnya tidak asing dengan Khilafah, seruan Khilafah semakin menggema.

Kesadaran umat ini tentu menjadi modal yang utama dan sangat vital dalam proses perubahan. Kesadaran inilah yang akan mendorong umat untuk melakukan mobilitas politik massif untuk menuntut sistem Khilafah. Kesadaran umat ini akan menjadi sempurna ketika terdapat dukungan dari ahlul quwwah , pihak-pihak yang memiliki kekuatan nyata seperti militer. Dengan dukungan dari ahlul quwwah yang diperkuat dengan kesadaran masyarakat, tegaknya Khilafah tidak akan bisa dibendung lagi. Sebab dua hal (kesadaran umat dan dukungan ahlul quwwah) menjadi kunci perubahan.

Kita tentu wajib optimis bagi Khilafah akan kembali tegak di dunia Islam, termasuk akan tegak di Indonesia. Ada beberapa alasan kenapa kita wajib optimis. Pertama, perjuangan menegakkan Khilafah adalah perjuangan yang didasarkan pada keimanan (aqidah Islam) , dan kewajiban menjalankan seluruh syariah Islam  untuk mengharapkan ridho Allah SWT. Inilah modal yang paling penting dalam perjuangan ini. Dasar aqidah ini dan syariah ini memberikan kekuatan yang luar biasa dalam perjuangan.  Sekaligus membantah pandangan Khilafah adalah utopis. Adalah mustahil Allah SWT mewajibkan penegakan Khilafah Islam, kalau kewajiban itu tidak mungkin dilaksanakan oleh kita.

Kedua, kita optimis bahwa Khilafah akan tegak, umat Islam akan kembali menang, karena sudah merupakan janji Allah SWT dan Rosul-Nya. Bahwa Allah SWT akan memberikan kekuasaan kepada siapapun umat Islam yang beriman dan beramal sholeh ditegaskan Allah SWT dalam Al Qur’an Surat an-Nur [24] ayat 55.  Berkaitan dengan ayat ini Al-‘Allâmah al-Hâfidh as-Syaukânî dalam  Tafsîr al-Qur’ân menyatakan:  Ini merupakan janji dari Allah SWT bagi siapa saja yang beriman kepada Allah dan beramal salih untuk memberikan kekuasaan (Khilafah) di muka bumi kepada mereka, sebagaimana Dia memberikan kekuasaan kepada umat-umat sebelum mereka. Ini merupakan janji yang berlaku umum untuk seluruh umat.

Rosulullah SAW dalam banyak hadists juga menjanjikan hal yang sama berupa  kemenangan kepada umat Islam dan akan kembalinya Khilafah Islam. Antara lain HR Ahmad yang menjelaskan fase perjalanan umat Islam mulai dari masa nubuwah , khilafah ‘ala minhajin nubuwah, mulkan ‘adhdhon, mulkan jabriyah, dan kemudian kembalinya masa Khilafah ‘ala minhajin nubuwah. Semua ini tentu lebih dari cukup memberikan optimisme bagi kita dalam perjuangan. Siapa yang meragukan janji Allah SWT dan Rosul-Nya ?

Ketiga, kita optimis karena  adanya  kelompok yang ikhlas berjuang karena Allah semata, yang beriman pada janji Allah dan membenarkan berita gembira Rasulullah SAW serta berjuang siang malam tanpa gentar karena Allah terhadap celaan orang yang suka mencela kebenaran.

Dalam hal ini , Hizbut Tahrir merupakan kelompok  yang dengan serius dan bersungguh-sungguh memperjuangkan kembalinya Khilafah Islam. Berbagai tantangan dan ancaman pun dihadapi oleh Hizbut Tahrir sebagai kelompok ideologis. Mulai dari celaan, tuduhan, fitnah, boikot ekonomi, siksaan fisik di penjara-penjara penguasa yang dzolim, sampai pembunuhan. Semua itu tidak membuat para syabab Hizbut Tahrir gentar , takut, atau menghentikan perjuangannya.

Penguasa-penguasa dzolim yang menjadi antek penjajah dan menyiksa rakyatnya sendiri mengira dengan kekuasaannya mereka bisa menghentikan Hizbut Tahrir. Atas kehendak Allah SWT, yang terjadi justru penguasa-penguasa dzolim yang menyiksa dan membunuh syabab Hizbut Tahrir  selama ini justru bertumbangan satu demi satu seperti Zainal Abidin bin Ali (Tunisia), Khadafi (Libya), Husni Mubarak (Mesir). Menyusul berikutnya adalah penjagal dari Uzbekistan Karimov,penguasa kejam rezim Assad di Suriah, penguasa-penguasa Arab lainya hingga penguasa Pakistan seperti Zadari dan Gillani yang menjadi boneka Amerika.

Keempat, optimisme ini juga  didukung dengan semakin menguatnya kesadaran umat untuk berjuang bersama-sama menegakkan Khilafah. Dan semua ini merupakan hasil dari dakwah yang tak kenal lelah, bukan hasil dari berdiam diri.

Apa yang terjadi di Suriah mencerminkan kondisi ini. Para mujahidin bergandengan tangan , bersatu membulatkan tekad untuk menumbangkan rezim Bashar Assad dan mengembalikan Khilafah Islamiyah di Suria. Mereka juga bertekad menolak tawaran sistem demokrasi dan campur tangan Amerika melalui koalisi oposisi Suriah yang berada dalam kendali Amerika.  Semua ini tidak bisa dilepaskan dari peran syabab Hizbut Tahrir di sana, bersama kelompok umat Islam lainnya.

Kesadaran yang sama akan meluas diberbagai kawasan Timur Tengah. Upaya Amerika yang berupaya membajak pergolakan rakyat dalam Arab Spring  tidak berjalan mulus. Tawaran demokrasi yang berbalut Islam mengarah pada kegagalan. Meskipun Negara imperialis itu memanfaatkan agen-agen Amerika yang menampakkan ‘topeng’ Islam dan memiliki latar belakang gerakan Islam. Rakyat Tunisia, Mesir, mulai kehilangan kesabaran. Pasca reformasi, kemiskinan dan pengangguran di tengah rakyat masih tinggi.

Insya Allah dunia Islam akan memasuki era Khilafah ‘ala minhajin Nubuwah dalam waktu dekat ini . Kesadaran umat bahwa sistem apapun yang berasal dari ideologi Barat penjajah tidak akan memberikan kebaikan. Umat pada saatnya akan dengan tegas menolak demokrasi,pluralisme, liberalisme , dan ide-ide sesat lainnya yang merupakan ideology penjajah, apapaun kemasannya.

Akan tiba saatnya dimana umat tidak ada pilihan lain saat itu kecuali mendukung tegaknya syariah dan Khilafah dengan memberikan kepercayaan mereka sepenuhnya kepada kelompok dakwah yang dengan serius selama ini memperjuangkannya. Mereka tidak lagi percaya kepada ulama-ulama salatin yang menjadi kaki tangan penjajahan dengan berusaha melegitimasi penjajahan dengan memutarbalikkan ayat-ayat Allah SWT. Saat itulah tegaknya Khilafah sudah di depan mata. Dan ‘istilamul hukmi’ sebagai bagian dari transformasi kekuasaan menuju Khilafah akan terjadi ketika ahlul quwwah memberikan dukungan penuh yang didasarkan kepada keimanan. Insya Allah akan terjadi dalam waktu dekat ini.

Tentu saja semua itu tidak terjadi dengan sendirinya kalau tidak ada yang memperjuangkannya. Kita  harus terus menerus menyuarakan , mengopinikan tentang wajibnya Khilafah. Jelas, hal ini  bukanlah omong kosong, karena kata demi kata dan kalimat demi kalimat  itu akan membangun kesadaran umat. Bukan pula omongan yang tidak berarti, kerena yang kita sampaikan adalah kewajiban  dari Allah SWT. Kewajiban  yang berdasarkan Al Qur’an yang disebut oleh Rosulullah SAW sebagai sebaik-baik perkataan (al khoir al hadist) dan as Sunnah yang merupakan sebaik-baik petunjuk(al khoir al huda )

Tidak boleh ada yang diam, tidak boleh ada yang hanya sekedar menjadi penontotn.  Atau hanya menunggu perubahan tanpa menciptakan arah perubahan yang sejati menuju Islam. Karena itu yang diminta dari kita sebagai pengemban dakwah adalah adalah kesungguh-sungguhan dalam perjuangan tanpa mengenal lelah yang diperkuat oleh kesabaran dan keikhlasan dalam berjuang. Kedekatan kepada Allah SWT para pejuang juga menjadi kunci pertolongan Allah SWT. (Farid Wadjdi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: