Arsip : Ormas Islam Bersatu, RUU Ormas Ditunda


Batalnya sidang Paripurna dan ditundanya pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Organisasi Kemasyarakatan (RUU Ormas), diakui atau tidak, akibat bersatunya Ormas Islam untuk menolak RUU –yang mewajibkan setiap ormas menjadikan Pancasila sebagai asasnya– tersebut.

Pentingnya persatuan ormas Islam ini ditegaskan oleh Muhammad Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia. Menurutnya, ormas Islam itu bersatu dalam arti bersuara secara lantang, serempak, kemudian komunikasi satu sama lain, suaranya itu tidak bisa diabaikan.

Bersatunya ormas Islam itu penting, bukan hanya untuk RUU Ormas, tetapi ke depan bisa diperlukan untuk RUU-RUU lain yang sebenarnya banyak yang perlu dikritisi secara keras. RUU yang tidak kalah bahaya bagi rakyat termasuk umat Islam adalah RUU Kamnas.

Kita sepakat dengan jubir HTI tentang pentingnya bersuara lantang, dalam pengertian menyampaikan kebenaran (al haq) dengan tegas, tanpa kompromi, tidak boleh abu-abu. Karena dalam Islam sesungguhnya yang haq itu adalah jelas, sebagaimana yang batil itu juga adalah jelas. Upaya menentang RUU Ormas  adalah perkara yang haq yang didasarkan pada Alquran dan Sunnah.

RUU ini terutama pasal 2  –meskipun kemudian diubah- berpotensi dijadikan alat deislamisasi. Menjauhkan umat dari al Islam dan syariah-Nya. Padahal asas Islam itu adalah perkara penting  dan mendasar. Asas ini bagaikan pondasi bangunan yang  akan menentukan bangunan di atasnya, corak dan bentuknya. Asas ini bagaikan akar dari pohon yang menentukan jenis pohon dan kekuatan pohon itu. Kalau asasnya sekuler, maka corak bangunan yang di atasnya pastilah sekuler. Demikian pula kalau asasnya Islam, maka bangun di atasnya haruslah Islam.

Sementara dalam Islam segala perkara yang tidak berasaskan Islam tertolak baik itu masalah pribadi, berkelompok, berpartai, atau bernegara . Inilah yang ditegaskan Allah SWT di dalam Alquran : Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (TQS Ali Imran : 85).

Bahwa kelompok Islam harus asasnya Islam, karena kelompok Islam tugas pokoknya adalah menyeru kepada Islam. Inilah yang ditegaskan Imam at Thabari dalam tafsirnya Jami’ al Bayan fi ta’wil al Qur’an saat menjelaskan surat Ali Imran  ayat 104. Dijelaskan yad’una  ilal khair sebagai tugas pokok kelompok Islam atau jamaah maknanya adalah  menyeru manusia ke jalan Islam dan syariah Islam ( ila al Islam wa syarai’ih ) yang disyariatkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya.

Ditambah lagi, RUU Ormas ini merupakan jalan bagi kembalinya rezim represif yang menindas umat Islam. Asas tunggal Pancasila akan kembali menjadi semacam ‘political hammer’ atau palu politik yang digunakan sesuai dengan selera penguasa. Seperti di masa Orde Baru, siapapun yang bertentangan dengan kepentingan rezim Soeharto akan dicap subversif, dicap anti Pancasila. Sementara Islam dengan tegas memerintahkan kita melawan segala bentuk kezaliman!

Namun demikian, ormas Islam harus waspada dan jangan merasa puas dulu. Karena ini hanyalah penundaan pengesahan, bukan pembatalan. Karena persoalannya bukan soal ditunda atau tidaknya tetapi pada konten atau isi dari RUU Ormas itu, apakah masih mengandung hal-hal yang masih membuka pintu lahirnya kembali rezim represif itu atau tidak.

Kembali ormas Islam harus bersama-sama, kembali duduk dalam satu meja. Dalam draf terbaru per 9 April 2013, sudah banyak perubahan yang berarti. Beberapa pasal yang mengganjal antara lain pasal 7 yang membahas lingkup kegiatan ormas masih belum dicantumkan bidang politik. Jelas ini merupakan upaya depolitisasi, menjauhkan umat dari aktifitas politik. Padahal masalah politik dalam Islam adalah penting bahkan merupakan kewajiban, seperti kewajiban mengkoreksi penguasa yang zalim. Apalagi Islam dan politik dalam pengertian pengaturan urusan-urasan umat tidak bisa dipisahkan.

Pasal penjelasan tentang  paham yang dilarang pun perlu dikritisi. Dalam draf lama disebutkan ormas dilarang menyebarkan atheisme, komunisme, kapitalisme, sosialisme dan liberalisme. Anehnya di dalam draf paling anyar kapitalisme, sosialisme dan liberalisme itu ditiadakan. Hal ini tentu saja memberikan legitimasi untuk keberadaan ideologi kapitalisme, liberalisme dan sosialisme yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam.

Terakhir perlu kita tegaskan, pemaksaan RUU Ormas ini, sangat patut dicurigai sebagai upaya  politik, yang ujung-ujungnya untuk membendung keinginan umat untuk menegakkan syariah dan khilafah. Namun segala makar musuh-musuh Allah yang hendak menggagalkan tegaknya syariah dan Khilafah akan gagal dan kalah.

Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya: Mereka (orang-orang kafir itu) membuat makar (tipu daya), dan Allah membalas makar mereka. Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.” [Ali Imran: 54]. Kita yakin, dengan izin Allah SWT tegaknya syariah dan khilafah yang merupakan janji Allah SWT tidak akan bisa dibendung oleh siapapun! Allahu Akbar (Farid Wadjdi)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: