Innalillahi wa inna ilahi roji’un Penjagal Bashar Assad Bantai Umat Islam Dengan Senjata Kimia


000013Rezim buas Assad melakukan kejahatan yang keji yang tidak dilakukan oleh binatang buas Sekalipun

Sang penjagal, Bashar, Rabu pagi (21/8) memerintahkan pemboman perkampungan Damaskus di Ghauthah timur dan barat dengan senjata kimiawi . Seperti telah diberitakan secara luas, pembantaian terhadap rakyat sipil di Suriah terjadi lagi. Kali ini menimpa rakyat di daerah Ghoutah Timur, di pinggiran kota Damaskus.

Menurut saksi mata, daerah pemukiman penduduk di sana dibom dengan roket yang membawa gas kimia. Akibatnya, tidak kurang dari 1.300 orang, termasuk anak-anak dan balita, meninggal seketika. Sementara lebih dari 3600 orang luka-luka. Jumlah yang meninggal dan luka-luka diperkirakan akan terus bertambah, mengingat bahaya senjata kimia yang digunakan.

Khalid Mahmoud, seorang dokter di wilayah tersebut, mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu, bahwa zat kimia yang ditembakkan adalah gas sarin. Para korban menunjukkan gejala sesak napas, muntah, pelebaran pupil dan kehilangan kesadaran sebelum akhirnya meninggal.

Pasukan rezim juga telah menyerang wilayah Maliha Jobar, Mudameyet el Syam dan Darya di ibukota dengan senjata berat.

Meskipun rezim Bashar Assad – seperti biasa membantah melakukan serangan ini – namun mengingat trackrecord nya yang kejam, tak pelak pelakunya tidak lain adalah rezim Bashar Assad la’natullah alayhim.

Sikap Hipokrit Barat

Seperti biasa, Amerika gembong kejahatan dan teror global dan sekutu-sekutunya , berusaha menutupi kejahatan anteknya. Wakil juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan: “kami secara resmi meminta PBB melakukan investigasi segera”.  Dia tidak mengatakan “investigasi mendesak”. Padahal kelompok investigasi internasional sedang ada di Damaskus sejak Ahad 18 Agustus.

Mengamini, perintah Gedung Putih, ketua kelompok investigasi ini Ake Sellstrom mengomentari serangan hari itu menyatkan wajib  melakukan investigasi. Dia juga berusaha meremehkan pembantaian ini dengan mengatakan hanya melihat dari tayangan televisi dan meragukan jumlah korbannya. Sekjen PBB Ban Ki Moon, ia mengungkapkan “keterguncangannya” terhadap klaim ini.

Juru bicara resmi kementerian luar negeri Rusia Alexander Ukasevich mengumumkan “orang-orang bersenjata menembakkan rudal buatan tangan yang mengandung bahan-bahan kimiawi mematikan ke Ghouthah timur di Damaskus”.  Rusia memandang serangan terebut sebagai “aksi provokatif yang sudah direncanakan sebelumnya”

Demikianlah Barat dan sekutu-sekutunya berupaya mempertahankan rezim Bashar. Dan sering kali menggambarkan kejahatan Bashar baru sebatas klaim yang belum sepenuhnya terbukti. Ini menunjukkan Barat berusaha menutup-nutipi kejahatan rezim bengis Assad.

Di sisi lain, Barat kembali menunjukkan sikap hipokrit. Negara-negara barat terus menerus menyatakan yang paling mereka takutkan adalah jatuhnya senjata kimiawi ke tangan ekstrimis, julukan yang kerap mereka tujukan untuk aktifis Islam dan para mujahidin.

Sementara itu negara-negara barat itu diam terhadap kepemilikan rezim Suria yang jahat terhadap senjata kimiawi tersebut. Bahkan berusaha menutupi serangan jahat terhadap kaum Muslimin ini. Meski yang menjadi target dan korban adalah anak-anak dan wanita tak berdosa.  (FW, dari berbagai sumber)

Box : Hizbut Tahrir Suriah : Cerminan Ketakutan Tegaknya Khilafah di Suriah

Dalam nasyroh yang dikeluarkan HT Wilayah Suriah (22/8), disebutkan, sikap Barat membiarkan kejahatan Assad tidak lain merupakan cermin dari ketakutan Barat akan tegaknya Khilafah di Suriah. Disebutkan dalam nasyroh tersebut :

“ Sesungguhnya yang ditakuti oleh Barat adalah sifat keislaman pada revolusi Suriah. Revolusi Islam yang sejak awal menegaskan “hiya lillâh hiya lillâh –revolusi ini untuk Allah revolusi ini untuk Allah-“. Rakyat Suriah juga dengan tegas mengatakan “Suria menginginkan al-Khilafah al-Islamiyah”.

Ketakutan tegaknya Khilafah inilah yang membuat Amerika membiarkan kejahatan Bashar Assad. Kejahatan ini pada hakikatnya sesuai dengan rancangan negara-negara barat kapitalis kafir terutama Amerika.  Bashar tidak lain hanyalah salah satu alat pembunuhnya.

Seandainya tidak mendapat dukungan dan restu Barat, Bashar Assad , pemimpin pengecut karena membunuh rakyanya sendiri ini, tidak akan berani melakukan kejahatan yang binatang buas pun tidak mau melakukkannya. Maksud dari kejahatan mengerikan ini adalah mendorong kaum Muslimin untuk menanggalkan proyek untuk pemerintahan Islam dan khilafah Islam. Berharap rakyat Suriah tunduk pada keinginan-keinginan Amerika.” (FW)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: