Motif Amerika Menyerang Suriah, Bukan Kemanusiaan !


000013Farid Wadjdi

Anggota Maktab I’lami Hizbut Tahrir Indonesia

Seperti yang diberitakan berbagai Media , Amerika Serikat sudah bersiap-siap melakukan penyerangan militer  terhadap Suriah.  Penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad , menjadi alasan bagi negara Paman Sam itu. Basyar Assad dianggap telah melampui garis merah (redline), yaitu penggunaan senjata kimia.

Adalah sulit dipercaya, Amerika sungguh-sungguh melakukan itu karena motif kemanusiaan. Menghentikan pembunuhan terhadap rakyat Suriah. Kalaulah Amerika benar-benar serius mencegah bencana kemanusiaan, kenapa Amerika harus menunggu dua setengah tahun hingga lebih dari 100 ribu rakyat Suriah yang  terbunuh akibat kekejaman rezim  Bashar. Jutaan rakyat Suriah mengungsi hidup dalam keadaan yang menyedikan.  

Meskipun tidak menggunakan senjata kimia, rezim Assad telah menggunakan senjata-senjata berat termasuk tank dan pesawat tempur untuk menggempur rakyatnya sendiri.

Penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad sendiri, sangat mungkin dilakukan setelah rezim Basyar mendapatkan lampu hijau (green light) dari Amerika. Sebab, bagaimanapun Amerika sangat diperhitungkan dan dibutuhkan oleh Basyar untuk bertahan.

Bertahannya Basyar hingga saat ini tidak bisa dilepaskan dari pembiaran yang dilakukan oleh Amerika. Mengingat Amerika , hingga saat ini belum mendapatkan pengganti yang  tepat  untuk  Basyar yang bisa menjamin kepentingannya secara penuh di kawasan itu.

Amerika Serikat sendiri telah menjelaskan bahwa serangan ini sifatnya terbatas dan bukan bertujuan untuk menggulingkan rezim Assad. Para pejabat AS, Selasa (27/8), mengatakan pilihan yang dipertimbangkan oleh Presiden Barack Obama sebagaimana yang dinyatakan Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney  tak bertujuan mengganti rejim.

Perlu dicatat bahwa AS –  dengan segala  retorika selama ini – masih mempertahankan hubungan diplomatik dengan pemerintah Assad. Dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry secara pribadi menelepon Menlu Suriah Walid al – Moualem pekan lalu , setelah serangan – gas.

Upaya Amerika – meskipun secara retorika globalnya anti Assad- mempertahankan rezim Basyar juga dilihat dari tidak ada tindakan konkrit Amerika terhadap campur tangan milisi Hizbullah Lebanon Selatan yang ikut berperang bersama Basyar. Termasuk tidak ada upaya serius menghentikan dukungan Rusia ,yang diduga mengirim senjata-senjata berat untuk Assad.

Motif yang paling masuk akal dari intervensi Amerika ini  adalah untuk menghentikan kemajuan kemenangan yang telah dicapai oleh para mujahidin yang didukung oleh rakyat Suriah.  Kemenangan mujahidin di Suriah sangatlah berbahaya bagi kepentingan Amerika, terutama dengan keinginan untuk menegakkan daulah Khilafah Islam.

Berbeda dengan yang lain, revolusi Suriah adalah revolusi Islam. Dengan slogan ‘hiya lillahi hiya lillahi’. Ada opini yang kuat dari sebagian besar rakyat Suriah dan juga kelompok-kelompok pejuang  untuk menegakkan pemerintah Islam , daulah Islam atau Khilafah di Suriah pasca jatuhnya Basyar.

Para pejuang yang berpengaruh dilapangan juga menolak solusi-solusi Amerika seperti demokrasi untuk Suriah. Suriah juga telah menjadi magnet yang menarik umat Islam untuk datang kesana, dari berbagai kawasan dunia melakukan jihad fi sabilillah.

Kemenangan mujahidin juga mengkhawatirkan Amerika, apalagi dalam beberapa pertempuran para mujahidin berhasil menguasai senjata-senjata berat, setelah melumpuhkan beberapa markas dan pangkalan militer Assad.

Serangan Amerika kalau benar dilakukan diduga kuat akan menjadikan persenjataan-persenjataan berat  yang dimiliki para pejuang sebagai target. Termasuk lokasi-lokasi persenjataan berat yang dikhawatirkan akan jatuh ke tangan para pejuang.

Dalam pelumpuhan bandara Menneg di Aleop , beberapa senjata berat termasuk tank T-72, senjata-senjata anti Tank, senapan mesin berat, senjata anti pesawat 57 mm  dirampas para pejuang. Termasuk ratusan rudal anti tank yang bisa dikendalikan. Dengan sistem  ATGM-(Anti Tank Guided Missile), tank-tank Assad bisa dihancurkan.  Hal ini akan sangat menyulitkan tentara Assad yang mengandalkan senjata berat, tank, dan pesawat tempur.

Pertanyaan terakhir, bagaimana mungkin Bashar menggunakan senjata kimia, kalau itu kemudian untuk menjatuhkan dirinya sendiri. Bagi Amerika permainan seperti ini bukanlah yang pertama.  Sebagaimana yang pernah terjadi saat Saddam Husein menyerang Kuwait. Saat itu Saddam merasa mendapat restu dan jaminan keamanan dari Amerika.

Namun apa yang terjadi ? tindakan Saddam mengintervensi Kuwait, justru dijadikan Amerika sebagai legitimasi untuk memerang rezim Saddam  dan mengokohkan kedudukannya di kawasan itu.  Hal yang sama bisa terjadi pada Basyar. Sepertinya , Basyar ‘sukses’ diprovokasi oleh Amerika untuk melakukan serangan itu dengan ‘deal-deal’ tertentu.

Tentu saja semua berujung pada kepentingan nasional Amerika. Karena kebijakan luar negeri sebuah negara pastilah untuk kepentingan nasional negara tersebut. Wallahu ‘alam

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: