Bekerja Keras di Jalan Dakwah yang Benar


dakwahSalah satu amalan Islam yang penting adalah dakwah. Islam telah memerintahkan kita untuk bekerja keras dalam jalan dakwah ini. Namun dengan catatan penting, bekerja keras dalam jalan dakwah yang shahih (benar). Bukan bekerja keras di jalan yang keliru.

Sebab, tidak sedikit yang mengklaim telah bekerja keras, termasuk menuduh pihak lain tidak bekerja, namun mereka bekerja pada jalan yang salah.  Bekerja keras di jalan yang salah tentu tidak ada nilainya sama sekali di sisi Allah SWT.

Jalan dakwah yang shahih, tidak ada lain, kecuali terikat pada hukum-hukum syara’, dalam menentukan tujuan maupun langkah-langkah (thariqoh) untuk mencapai tujuan dakwah ini. “Dan sungguh,inilah jalanku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa” (TQS Al-An’am: 153)

Rasulullah SAW pernah membuat garis di depan para sahabatnya dengan satu garis lurus di atas pasir, sementara di kanan kiri garis itu beliau menggariskan garis-garis yang banyak. Lalu beliau bersabda, “Ini adalah jalanku yang lurus, sementara ini adalah jalan-jalan yang di setiap pintunya ada setan yang mengajak ke jalan itu.” Kemudian Nabi SAW membaca QS al-An’am [6]: 153 yang memerintahkan kita mengikuti jalan yang lurus serta melarang untuk mengikuti jalan yang lain.

Tujuan yang shahih dari dakwah Islam, tidak lain, adalah tegaknya Islam yang terdiri atas akidah dan syariah. Untuk itu dakwah harus mengarah kepada penegakan seluruh syariah Islam yang dibangun atas dasar akidah Islam.   Dalam hal ini keberadaan khilafah menjadi penting, sebagai thariqah (metode) untuk mengokohkan akidah Islam, menerapkan seluruh syariah Islam dan mempersatukan umat Islam.

Penetapan tujuan dakwah ini didasarkan kepada kewajiban dalam Islam yang memerintahkan kita untuk memeluk agama Islam secara kaffah (menyeluruh).  Sebagaimana yang ditegaskan Allah SWT dalam surat Baqarah ayat 208, Allah berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan. Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya ia musuh yang nyata bagi kalian”

Berkaitan dengan ayat ini, dalam tafsirnya Tafsir al-Qur`an al-`Adzim, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah SWT  memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mengambil seluruh ikatan Islam (‘ura al Islam) dan seluruh syariah Islam, beramal berdasarkan seluruh perintah-Nya  dan meninggalkan seluruh larangan-Nya semaksimal mungkin.

Karena itu tujuan dakwah tidak boleh dibatasi hanya satu aspek saja, seperti aspek akhlak  saja, atau pelaksanaan ibadah mahdhah (ritual) saja. Namun wajib ditujukan untuk  penerapan seluruh syariah Islam.

Dan itu hanya bisa diwujudkan kalau di tengah-tengah umat Islam adalah institusi politik negara Khilafah Islamiyah.  Tanpa negara khilafah yang didasarkan pada akidah Islam, mustahil seluruh syariah Islam diwujudkan. Mustahil pula menyatukan umat Islam dalam satu kepemimpinan untuk seluruh dunia.

Tidak hanya tujuan, langkah-langkah amal yang dilakukan haruslah sesuai dengan jalan (thariqah ) Rasulullah SAW.  Bukankah  langkah-langkah yang dilakukan Rasulullah SAW untuk menegakkan daulah Islam di Madinah begitu jelas?  Rasulullah SAW melakukan tiga tahapan penting: pertama, tasqif wa takwin, melakukan pembinaan dan pengkaderan hingga menghasilkan kader-kader dakwah yang bersyakhsiyah Islamiyah (memiliki pola pikir dan tingkah laku berdasarkan Islam).

Kedua, tafa’aul ma’al ummah,  yaitu berinterkasi di tengah-tengah umat untuk membangun kesadaran umat sehingga terbangun opini umum. Kesadaran umat ini kemudian membuat umat siap bergerak melakukan perubahan dengan terlibat aktif dalam perjuangan dengan penuh pengorbanan.

Dalam tahapan ini Rasulullah SAW  melakukan aktifitas thalabun nushrah. Yaitu bekerja mengajak dan menyadarkan para pemimpin-pemimpin yang memiliki kekuatan riil dengan Islam, sehingga dengan kesadaran yang penuh yang didasarkan Islam, mereka siap menyerahkan kekuasaan yang mereka miliki untuk tegaknya Islam.

Dengan kesadaran umat yang  tinggi dan dukungan para ahlul quwwah yang memberikan nushrah (pertolongannya), sampailah ke tahap yang  ketiga yaitu istilamul hukmi, yaitu tahapan peralihan kekuasaan kepada Islam dan umat Islam sehingga seluruh syariah Islam bisa diterapkan dalam bentuk negara Islam. Tidak ada yang bisa membendung perubahan kalau dua hal ini sudah terwujud  berupa kesadaran umat dan dukungan dari ahlul quwwah.

Inilah contoh kerja nyata Rasulullah SAW dalam dakwahnya dan berhasil menegakkan daulah Islamiyah selama lebih dari 1300 tahun.

Bagaimana mungkin umat Islam yang mengikuti Rasulullah  SAW dengan bicara, berdakwah, menyerukan Islam, menyerukan tegaknya syariah Islam yang didasarkan kepada akidah Islam dalam negara khilafah  disebut sia-sia dan tidak bernilai.

Bagaimana mungkin seruan ke jalan Allah SWT—berupa penegakan syariah Islam dan khilafah—yang  dikatakan Allah SWT sebagai sebaik-baik perkataan, dikatakan tidak ada gunanya? Bukankah Allah SWT telah berfirman, yang artinya :  “Dan Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru (manusia) kepada Allah dan mengerjakan amal shalih dan ia berkata ‘Sesungguhnya saya termasuk orang-orang  yang berserah diri’.” (TQS. Fushshilat 41: 33).

Bukankah pula Rasulullah SAW menegaskan sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk dari Rasulullah SAW.

Justru kita ingin tegaskan  seruan-seruan kepada selain Allah, seruan-seruan pada sistem dan nilai-nilai kufur  seperti demokrasi, pluralisme, liberalisme, inilah yang tidak ada artinya. Bukan hanya itu, seruan-seruan ini  justru menyesatkan umat.  Termasuk bekerja – sekeras apapun—namun dengan berhukum pada hukum selain Islam, bersekutu dengan rezim thagut, dan berkompromi dengan sistem batil,  tidak hanya tidak bernilai tapi juga menjerumuskan seorang Muslim di jalan keharaman.

Walhasil, yang harus kita lakukan adalah bekerja keras dalam jalan dakwah yang  shahih !  (Farid Wadjdi)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: