Islam Dilecehkan di Negeri Islam Sendiri !


draft_cover_120Islam Dilecehkan di Negeri Mayoritas Muslim. Bagaimana mungkin Islam dilecehkan di negeri  mayoritas Muslim? Tapi itulah yang terjadi.

Ya, di negeri ini Alquran dan buku-buku Islam dijadikan barang bukti dalam tindakan terorisme.

Padahal Alquran merupakan kitab suci kita umat Islam, yang menjadi pedoman hidup umat manusia. Kitab yang menunjuki kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan terang benderang. Bahkan membacanya saja kita wajib dalam keadaan bersuci!

Bukankah Allah SWT dan Rasul kita sendiri telah menjelaskan begitu banyak keutamaan dari Alquran bagi yang membaca dan mengajarkannya? Rasulullah SAW menegaskan: “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari).

Tidak hanya itu Alquran juga akan menjadi syafaat (penolong) bagi umat Islam di hari akhir.

Kita yakin polisi kita juga pernah diajarkan, paling tidak ketika kecil, tentang kemuliaan Alquran. Tapi kok tega, tanpa empati, menjadikan Alquran sebagai barang bukti. Kecuali memang otak di balik semua ini adalah orang-orang kafir yang membenci Islam dan ingin merendahkan dan melecehkan Alquran! 

Kita juga tidak habis pikir, bagaimana di negeri Islam ini masih ada larangan bagi Muslimah untuk menjalankan kewajiban Islam menutup aurat mereka. Di Bali, kepala sekolah memerintahkan siswinya yang berkerudung agar pindah sekolah.

Hal yang sama terjadi pada Muslimah yang menjadi polisi wanita. Betapa bahagianya, mereka ketika pemimpin polri mengizinkan untuk menutup aurat. Sayang kebahagiaan itu tidak lama, setelah turun telegram rahasia yang membatalkan kebijakan ini. Bukankah  pemimpin polri banyak yang Muslim? Kenapa menghalangi anggotanya yang hendak taat kepada Allah SWT  yang pasti akan membuat mereka lebih baik dan mulia?

Di sisi lain, para pemimpin negeri ini membiarkan banyak pelajar yang mengumbar aurat mereka. Tidak ada larangan bagi artis-artis seronok yang mempertontonkan auratnya. Mereka tak peduli dengan maraknya pelacuran di kalangan pelajar, video mesum. Atau artis yang melakukan seks bebas tanpa ikatan pernikahan, hamil di luar nikah.

Lepas dari kasus-kasus itu semua, bentuk nyata pelecehan Islam termasuk pelecehan Alquran adalah ketika hukum-hukum Islam yang bersumber  dari Alquran dan as Sunnah tidak diterapkan di negeri ini secara totalitas.

Padahal Allah SWT telah memerintahkan kita untuk menerapkan Islam secara menyeluruh. Bukan hanya ketika kita shalat atau shaum, juga dalam berekonomi, berpolitik, dalam hubungan sosial, bahkan dalam bernegara.

Penting kita memperhatikan bagaimana penjelasan Imam Al-Hafizh Abu Ja’far Ath-Thabari berkaitan dengan tafsir dari firman Allah SWT al-Baqarah: 208 tentang perintah masuklah ke dalam Islam secara kaffah. Beliau menegaskan: “Laksanakanlah aturan-aturan syariah Islam seluruhnya, dan masuklah ke dalam pembenaran atasnya baik perkataan maupun perbuatan dan tinggalkanlah jalan-jalan setan dan pengaruhnya untuk mengikuti jalan-jalannya karena sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagi kalian dengan permusuhannya. Dan jalan setan yang dilarang Allah untuk mereka ikuti adalah yang menyelisihi hukum Islam dan aturan-aturannya, di antaranya mengagungkan hari Sabtu dan seluruh ajaran-ajaran pengikut agama lain yang bertentangan dengan ajaran Islam.”

Pelecehan terhadap Islam pun semakin tampak ketika umat Islam yang ingin menerapkan syariah Islam secara totalitas dan menyeluruh dalam negara dituduh secara keji sebagai teroris, ekstrimis , dan julukan-julukan buruk lainnya. Patut kita pertanyakan bagaimana mungkin umat Islam yang ingin taat kepada Allah dituduh teroris. Padahal kalau seluruh syariah Islam dijalankan akan memberikan kebaikan pada seluruh umat manusia?

Pelecehan pun terjadi ketika perintah Allah SWT dikriminalisasi. Umat Islam yang berpegang teguh pada akidah Islam dituduh tidak toleran dan mengancam negara. Umat Islam yang melakuan amar ma’ruf nahi munkar dituding melanggar hukum, sebaliknya yang bermaksiat justru dilindungi hukum!

Umat Islam yang hendak melaksankan jihad fi sabilillah ke Suriah membela saudara Muslimnya yang ditindas dituduh teroris. Sementara negara yang memiliki tentara dan polisi yang terlatih hanya diam, tidak melakukan pembelaan. Bukankah semua ini merupakan bentuk pelecehan?

Kita tanyakan secara jujur, siapa yang sesungguhnya mengancam negara. Sistem kapitalis yang sekarang ini diterapkan dan telah banyak menimbulkan masalah atau sistem Islam?

Mana yang berbahaya, para penguasa boneka yang membiarkan negara-negara Barat dengan perusahaan kapitalisnya merampok kekayaan alam negeri ini ataukah para pejuang Islam yang menegaskan kekayaan alam yang merupakan milik rakyat/umum tidak boleh diserahkan kepada swasta apalagi asing?

Siapa yang sesungguhnya menghancurkan negara ini? Pendukung demokrasi liberal yang menyebabkan Timor Timur lepas atas nama kebebasan berkehendak dan menentukan nasib sendiri, ataukah para pejuang syariah Islam yang  dengan tegas menyatakan Timor Timur , Aceh, Maluku, Kalimantan adalah bagian negeri Islam yang tidak boleh dipecah belah?

Walhasil, sekali lagi kita ingatkan kita ini adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah SWT. Bumi ini adalah milik Allah, negeri Indonesia ini adalah milik Allah. Karena itu hanya hukum Allah SWT-lah yang berhak mengatur kita, bumi ini, dan Indonesia. Hanya dengan cara itulah kita, bumi ini, dan Indonesia akan selamat! Dengan menegakkan khilafah yang menerapkan syariah Islam secara kaffah, syariah yang memberikan keselamatan di dunia dan akhirat. Allahu Akbar!(Farid Wadjdi)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: