Tuduhan Ikhwanul Muslimin Teroris, Upaya ‘Kaffah’ Menghabisi Islam Politik


 

egyptRezim Kudeta as Sisi tampaknya ingin benar-benar mematikan Islam politik di Mesir. Jenderal boneka Amerika ini seperti mengidap paranoid untuk menghabisi potensi sekecil apapun bagi kembalinya kekuatan politik Islam terutama dalam bentuk Khilafah.

Sikap paranoid as Sisi sesungguhnya merupakan cermin ketakutan tuan besar Amerika-nya. Tidak ada lagi keraguan bahwa Washinton sangat khawatir akan kembalinya Khilafah yang menyatukan kekuatan politik umat di Mesir bahkan dunia Islam.

Untuk itu  Amerika pelakukan tekanan terhadap gerakan-gerakan yang disebut dengan “Islam moderat” melalui para bonekanya. Amerika membiarkan tangan al-Sisi memerangi Ikhwanul Muslim dan menangkapi para aktivisnya.

Namun pada dasarnya bukan untuk menghabisi semuanya, melainkan untuk menjinakkan kekuatan politik umat, agar menerima keputusan apapun dari Amerika. Tidak peduli apakah sejalan dengan Islam atau tidak.

Sebagaimana diberitakan berbagai media, Perdana Menteri Mesir, Hazem Beblawei mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut gerakan Ikhwanul Muslimin adalah organisasi teroris.

Pendeklarasian Beblawi keluar beberapa jam setelah bom mobil mengguncang markas besar kepolisian negara di kawasan Mansoura, utara Kairo. Insiden itu membunuh 14 orang, sebagian besar polisi. Puluhan orang lain terluka dalam serangan, kata pejabat dan petugas medis.

“Perdana Menteri Beblawi telah resmi menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah organisasi teroris,” demikian MENA Selasa (24/12)  mengutip juru bicara PM, Sherif Showky.

Tudingan Ikhwan sebagai teroris jelas-jelas dipaksakan dan sangat premature tanpa didasarkan bukti-bukti. Bahkan rezim kudeta as Sisi sendiri belum melakukan penyelidikan siapa dibalik pemboman itu.

Sementara itu, Ikhwanul Muslimin juga mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan hari Selasa itu dengan kata-kata yang paling keras. “Ikhwanul Muslimin berduka cita atas hilangnya nyawa semua putra dan putri rakyat Mesir dan mengirimkan belasungkawa yang tulus kepada mereka yang terluka dan keluarga yang telah kehilangan orang-orang yang dicintai.”

Hal senada disampaikan Aliansi Nasional Anti – Kudeta di Mesir yang mengecam ledakan mematikan pada Selasa pagi itu . Freedom and Justice Gate menyampaikan pernyataan dari Aliansi Nasional, yang menyatakan keprihatinan yang mendalam bagi keluarga korban.

Kelompok ini menempatkan tanggung jawab atas kematian tersebut pada “staf keamanan Mesir yang korup”, yang mereka sebutkan “menyebarkan kekerasan di negara itu kelompok ini memperingatkan adanya upaya-upaya untuk memanaskan Mesir dengan meningkatkan berbagai tindakan kekerasan. Terutama setelah Naguib Sawiris, seorang pengusaha terkemuka Mesir beragama Kristen Koptik, mengancam akan menggunakan kekuatan terhadap demonstran anti kudeta yang tidak menggunakan kekerasan.

Perkembangan Mesir semakin panas. Wakil Perdana Menteri Hossam Eissa mengumumkan status baru Ikhwanul yang berimplikasi pada kewenangan lebih besar aparat untuk menumpas kelompok itu. Ia mengatakan anggota, penyumbang dana, maupun simpatisannya akan dikenai sanksi.

Bentrokan meletus antara demonstran pro Ikhwanul Muslimin dan polisi di berbagai kota di Mesir, pada hari Jumat (27/12). Di Kairo, mahasiwa  Al-Azhar bentrok dengan polisi di Nasr City, seusai shalat Jumat.

Kurang dari 48 jam setelah kabinet Mesir menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris, pendukung Ikhwanul Muslimin bentrok dengan polisi di beberapa lokasi di seluruh negeri  setelah mengikuti shalat Jumat.

Kini aparat Mesir gencar melakukan operasi penangkapan terhadap para anggota mau pun pendukung Ikhwanul Muslimin. Termasuk tiga orang wartawan televisi Al Jazeera ditangkap aparat Mesir.

Kementerian Dalam Negeri Mesir mengatakan ketiganya mengadakan pertemuan ilegal dengan anggota kelompok Ikhwanul Muslimin, diantaranya adalah kepala biro Al Jazeera siaran bahasa Inggris di Kairo yaitu Mohamed Fadel Fahmy dan juru kamera Mohamed Fawzy, serta seorang koresponden.Pemerintah Mesir mengatakan Al Jazeera menyiarkan pemberitaan yang mengancam keamanan nasional.

Pasca Kunjungan CIA

Menarik untuk dicermati beberapa hari sebelum ledakan bom, direktur CIA melakukan kunjungan rahasia ke Kairo. Sebagaimana yang diberitakan www.middleeastmonitor.com(19/12) yang mengutip dari surat kabar al Joumhouria , Direktur CIA, John Brennan, telah melakukan kunjungan singkat, yang merupakan kunjungan rahasia ke Kairo.

“Brennan bertemu dengan sejumlah pejabat keamanan dan menegaskan kembali dukungan AS kepada Mesir dalam konfrontasi dengan organisasi-organisasi teroris,” kata surat kabar itu.
Al-Joumhouria mendasarkan berita itu pada informasi yang diberikan oleh “sumber informasi”. Dilaporkan pejabat CIA itu terbang keluar dari Kairo dengan pesawat militer, bersama dengan  kontingen “besar” keamanan.

Surat kabar itu menggambarkan kunjungan itu sebagai “langkah menuju didapatkannya kembali hubungan AS-Mesir yang kuat.” Itu adalah kunjungan pertama ke Kairo oleh orang nomor satu CIA sejak kudeta pada tanggal 3 Juli.

Tiga peristiwa penting ini, tentu saja saling berkaitan: kunjungan CIA untuk mendukung Mesir menghadapi organisasi teroris, ledakan bom, dan tudingan Ikhwanul Muslimin sebagai organisai teroris.

Sudah bukan rahasia lagi julukan teroris digunakan untuk kelompok apapun terutama kelompok yang berbasis Islam sebagai legalisasi tindakan represif. Termasuk, bukan rahasia pula, berbagai rekayasa seperti pemboman dilakukan oleh pihak intelijen negara untuk menguatkan tudingan teroris terhadap lawan-lawan politiknya.

Kedatangan CIA beberapa saat sebelum terjadinya ledakan bom dan tudingan teroris terhadap IM menunjukkan Amerika Serikat berperan penting dalam setiap kebijakan rezim kudeta Mesir. Termasuk memberangus kelompok-kelompok yang berbasis Islam. (FW dari berbagai sumber)

Box : Menerapkan Kebatilan Bukan Gradual

Pelajaran dari apa yang terjadi di Mesir, menunjukkan bagaiman rezim militer tampaknya benar-benar ingin menerapkan kebatilan secara menyeluruh, tidak gradual (bertahap). Mereka menggunakan apa yang disebut dengan “legitimasi” tanpa bertahap. Bahkan mereka mengambil tindakan demi tindakan mempertahankan kebatilan mereka. Tentu ini menjadi pelajaran, kepada para penyeru kebenaran, mengapa kalian ngotot secara bertahap dalam penerapan kebenaran?!

Para pemimpin gerakan-gerakan Islam yang mau menjadi bagian dari gerakan moderat Amerika harus memahami dengan baik dan belajar dari peristiwa Mesir. Ingat, sekedar menerima dan bertemu dengan Amerika adalah sebuah kerugian. Apalagi jika pertemuan ini adalah untuk berkoordinasi dan berkonsultasi.

Sementara Amerika harus ingat bahwa tipu dayanya akan menghancurkan dirinya sendiri. Ketahuilah bahwa Allah SWT adalah pelindung dan penolong bagi umat Islam. Sebab kami umat Islam berada di atas kebenaran, sementara mereka berada di atas kebatilan. “Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.” (QS. Muhammad [47] : 11). (sumber: hizb-ut-tahrir.info, 29/12/2013)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: