Kedzoliman Rezim Militer, Vonis Mati 529 Anggota Ikhwan


Vonis mati dijatuhkan tanpa memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan keberatan, memanggil saksi-saksi, bahkan untuk mendengar pembelaan dari pengacara mereka.

Di tangan rezim militer, pengadilan Mesir tak lagi adil. Sebaliknya, keputusannya sangat zalim dan tak masuk akal. Bagaimana tidak, 529 anggota Ikhwanul Muslimin, pendukung presiden terguling Mursi, dijatuhi vonis hukum mati lewat sebuah proses pengadilan massal.

Vonis hukuman  ini dijatuhkan Senin (24/3) oleh pengadilan Mesir dengan tudingan yang mengada-ada.  Mereka dituduh menyerang orang dan properti publik di sebelah selatan Mesir pada bulan Agustus tahun lalu, setelah pasukan keamanan membubarkan kamp demonstrasi yang dibangun para pendukung Mursi saat itu.

Mereka juga didakwa melakukan tindak kekerasan yang menyebabkan kematian dua polisi di Minya, kata sumber di pengadilan Mesir tersebut.

Tidak jelas siapa yang disebut ‘mereka’ itu dari 529 terdakwa. Pengajuan banding memang mungkin dilakukan, namun sulit dipercaya pengadilan akan berjalan adil.

Di antara mereka yang dihukum mati, 153 orang telah ditahan dan sisanya sedang diburu aparat keamanan, 17 orang lainnya dibebaskan dari tuduhan. Mereka yang divonis mati termasuk di antara lebih dari 1.200 pendukung Mursi yang diadili di Minya. Ini belum termasuk 700 terdakwa lainnya yang sedang dalam proses pengadilan.

Kalau hukuman mati ini benar-benar dilaksanakan, bisa disebut kasus ini merupakan eksekusi massal lewat proses pengadilan sandiwara, terbesar di dunia. Bandingkan dengan persidangan Nuremberg yang terkenal dalam sejarah dunia modern. Dari 24 pemimpin penjahat perang Nazi yang dituduh melakukan pembunuhan jutaan orang, hanya 12 di antaranya yang dihukum mati. Sebagian dibebaskan atau dipenjara.

Kezaliman pengadilan ini tampak dari proses pengadilan yang sangat cepat. Hanya dalam dua hari, sidang yang dimulai pada Sabtu (22/3), dan vonis mati pada Seninnya (24/3). Tidak hanya itu,  vonis mati dijatuhkan tanpa memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan keberatan, memanggil saksi-saksi, bahkan untuk mendengar pembelaan dari pengacara mereka.

Kekejaman Rezim Kudeta

Vonis mati ini melengkapi sikap kejam Jenderal as Sisi terhadap pengikut Ikhwanul Muslimin. Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan paling sedikit 1.400 orang terbunuh dalam kekerasan di seluruh Mesir sejak saat itu, sementara ribuan lainnya ditangkap dan dipenjara.

Tidak hanya itu, perlakuan bengis kaki tangan as Sisi juga  menimpa anak-anak. Kekejaman ini dilansir situs middleeastmonitor.com (27/3/2014) dengan mengutip laporan Organisasi Arab Untuk Hak Asasi Manusia (AOHR) . Dalam laporan yang berjudul: “Anak-anak Tanpa Hak” didokumentasikan penyiksaan sistematis dan penangkapan sewenang-wenang anak-anak di Mesir sejak 3 Juli oleh rezim militer.

Dilaporkan,  anak-anak di bawah umur (kurang dari 18 tahun) telah memainkan peran penting dalam menentang kudeta militer 3 Juli tahun lalu. Mereka ikut dalam demonstrasi. Pemerintah dituding menggunakan kekuatan yang tidak proporsional menghadapi demonstran, menewaskan sejumlah besar anak-anak dan menangkap ratusan lainnya. Mereka yang ditangkap mengalami penyiksaan dan ada juga yang sengaja ‘dihilangkan’.

Masih menurut AOHR, setidaknya 575 anak ditahan secara sewenang-wenang sejak 3 Juli oleh rezim kudeta militer. Jumlah ini diperkirakan jauh lebih tinggi dari angka yang diberikan para pejabat. Sebab, dalam banyak kasus usia para tahanan disembunyikan atau dilaporkan dengan usia yang lebih tua oleh para pejabat. Tindakan keji ini untuk menghindari tuduhan melanggar hukum karena menyatukan anak-anak itu di tempat yang sama dengan para penjahat dewasa.

Kekejaman rezim As Sisi juga pernah diungkap media Inggris Telegraph (9/3). Harian ini  memberitakan video yang bocor dari dalam penjara Mesir. Digambarkan berdasarkan video ini situasi yang mengerikan di dalam penjara-penjara Mesir, penyiksaan sistematis terhadap para tahanan.

Tidak bisa dipungkiri, Mesir kembali menjadi negara polisi. Terdapat sederet kejahatan aparat Mesir, seperti penangkapan tanpa surat perintah yang dikeluarkan dari kepolisian, mereka juga tidak mempertimbangkan kesucian rumah-rumah, daftar tuduhan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Tidak hanya itu  dan para tahanan diintimidasi dengan ancaman penyiksaan dan ancaman pemerkosaan terhadap ibu mereka.

Bisa disebut, kekejaman ini  mencerminkan sikap putus asa rezim militer  untuk menanamkan perasaan ketakutan di hati para pemuda yang merindukan perubahan, sekaligus membungkam setiap suara oposisi. [] Farid Wadjdi/dari berbagai sumber

Box :

Kecaman HT Mesir

HT Mesir  diwakili Sharif Zayed, Kepala Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Mesir,  mengecam vonis hukuman mati terhadap pendukung Ikhwan. Dalam pernyataan pers pada Selasa (25/03) Hizbut Tahrir Mesir menyatakan keadilan seharusnya menjadi milik semua orang, milik semua rakyat, baik yang kuat maupun yang lemah.

Sharif Zayed mengingatkan para pengambil keputusan dengan firman Allah SWT : “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”(TQS Al – Ma’idah: 8)

“Jangan biarkan kebencian dan permusuhan membuat Anda untuk menindas orang lain, tapi keadilan harus diberikan kepada semua orang, baik mereka teman maupun musuh. Apakah ini yang Anda lakukan?” tegasnya.

HT Mesir  menegaskan kembali keselamatan dan keamanan tidak akan terwujud di Mesir kecuali jika berada di bawah negara Khilafah. Hanya dengan khilafah, darah, kehormatan dan harta benda akan terlindungi, dan orang-orang akan diadili secara adil. “Ya Allah,  kami memohon kepada Engkau untuk mempercepat berdirinya khilafah, karena Engkau-lah Yang Maha Agung, Maha Pelindung dan Maha Penolong”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: