Jejak Berdarah Hindu Fundamentalis Pemenang Pemilu India


Image

Farid Wadjdi

(Alumnus Hubungan Internasional FISIP Unpad)

“India telah menang” , menjadi isyarat kemenangan yang dikirim politisi  partai  Bharatiya Janata BJP Narenda Modi. Pemimpin oposisi India ini tampaknya menang mutlak dalam pemilu di Parlemen.Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir,pemilu di India dimenangkan mutlak dengan suara mayoritas. Ini artinya, BJP tidak membutuhkan koalisi untuk membentuk pemerintahan.

Dalam pemilu yang diikuti 66% dari 815 juta pemilih ini, partai hindu garis keras BJP, meraih simpati rakyat akibat kegagalan Partai Kongres menangani berbagai skandal korupsi, ditambah tingginya inflasi di India dan ekonomi yang macet.

Umat Islam India sendiri punya catatan khusus terhadap Narenda Modi. Mantan Ketua Menteri Negara Bagian Gujarat ini memiliki peran penting dalam pembantaian muslim di Gujarat pada tahun 2002. Dalam laporan Komisi HAM PBB yang mengecam sikap India yang menutup-nutupi pembantain ini, lebih dari 2500 muslim terbunuh dan lebih dari 200 ribu orang yang diusir dari rumah mereka.

Kerusuhan besar ini terjadi di 151 kota, 993 desa dan di 16 negara bagian. Kerusuhan dipicu adanya provokasi penyerangan terhadap umat Islam setelah 59 peziarah Hindu tewas terbakar di sebuah kereta api. Umat Islam dituding sebagai pelakunya, yang kemudian berdasarkan hasil penyelidikan tidak terbukti.

Profesor Martha Nussbaum, pakar hukum dan etik dari University of Chicago, pada 2008 menulis buku The Clash Within (Harvard University Press, 2008) yang mengungkap kerusuhan ini melibatkan institusi polisi, intelijen, atau birokrat Hindu, bahkan Narendra Modi, Ketua Menteri Negara Bagian Gujarat, yang juga tokoh partai Hindu, Bharatiya Janata (BJP).

Beberapa tokoh fundamentalis Hindu BJP, faksi-faksi militannya seperti RSS, Bajrang Dal dan Vishwa Hindu Parishad (VHF) secara terorganisir melakukan pembantaian pembunuhan di Gujarat. Organisasi hak asasi manusia global telah menyatakan Menteri Kepala Gujarat, Narendra Modi, dari BJP sebagai pelaku kunci pristiwa pembantaian Muslim di Gujarat India.

Menteri-menteri negara ikut langsung memimpin massa Hindu untuk menyerang orang-orang Islam.Sementera itu, Kepala Kementerian Negara Narenda Modi mengeluarkan pernyataan yang menghasut dan membenarkan pembantaian tersebut. Pada 1 Maret 2002, dia berkata, “Setiap tindakan mempunyai keseimbangan aksi dan reaksi.”

Keterlibatan pemerintah Gujarat, salah satunya terbukti dalam pengadilan. Pada tahun 2012, Maya Kodnani, mantan menteri Modi (2007-2009), dinyatakan bersalah karena terlibat dalam pembantain Naroda Patiya saat kerusuhan tahun 2002.

Nasib Minoritas Muslim India

Pembantaian di Gujarat bukanlah satu-satunya kedzoliman yang dialami umat Islam India. Penghancuran Masjid Babri tahun 1992 oleh militan Hindu sangat menyakitkan. Ribuan umat Islam terbunuh untuk mempertahankan masjid ini. Penghancuran yang dimotori oleh BJP dibawah pimpinan Athal Bihari Fajpaye dibiarkan oleh pemerintah India. Mereka tidak melakukan tindakan yang tegas kepada kelompok Hindu. Dengan kesombongannya, Asywak Sinagal, kepala kelompok Fisywa Hindu, menyatakan di hadapan pers bahwa kelompoknya akan tetap bertekad melanjutkan rencana mendirikan kuil di Ayodhya.

Penting dicatat, kedzoliman terhadap umat Islam di India bukan hanya terjadi ketika partai Hindu fundamentalis berkuasa, namun  juga terjadi saat dipimpin oleh partai Kongres.  Di Khasmir,  Pembantaian atas Muslim Kashmir  terjadi sejak tahun 1947, lebih dari 70.000 syahid. Ditemukan banyak kuburan masal korban pembantaian. Hal ini terus berlangsung  hingga kini.

Pada bulan mei ini puluhan umat Islam terbunuh dan rumah-rumah dibakar dalam kekerasan etnis terburuk yang mewabah di wilayah terpencil timur laut India dalam dua tahun belakangan, kata para pejabat. Pembantaian dilakukan pemberontak dari kelompok etnis Bodo, yang telah lama menuduh warga Muslim datang ke India secara ilegal dari negara tetangga Bangladesh.

Seperti yang diberitakan Guardian ( 7/5/2014), etnis Bodo menyerang kaum Muslim sebagai hukuman karena gagal memilih calon mereka bulan lalu dalam pemilu raksasa di negara itu, yang hampir berakhir. Menteri Utama Assam, Tarun Gogoi, mengatakan kepada wartawan dari desa paling parah, Narayanguri: ” Sejauh ini korban tewas berjumlah 43 orang. Pembunuhan ini memang biadab, bahkan bayi berumur lima bulan tidak luput dari sasaran. Sangat disayangkan  bahwa mayat-mayat itu masih dalam penanganan, kami mendapati laporan bahwa sebanyak 11 orang telah hilang.”

Inilah yang secara konsisten dilakukan oleh negara Hindu terhadap kaum muslimin di India lebih dari 50 tahun. Untuk itu, negara Hindu ini bersekutu dengan musuh kaum Muslim yang lain seperti Israel (Yahudi) dan Amerika Serikat. Mahabenar Allah dalam firman-Nya: Sesungguhnya kamu pasti akan mendapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS al-Maidah [5] : 82). []

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: