Hizbut Tahrir Bongkar Upaya Amerika Pecah Belah Irak


The Project for the New Middle EastTidak biasanya, Amerika Serikat tidak bereaksi secara keras, apalagi mengerahkan pasukannya. Aneh!

Perkembangan di Irak menimbulkan reaksi yang beragam di dunia internasional. Media-media Barat menggambarkan perkembangan di Irak sebagai ancamanan terorisme global dengan para jihadis sebagai pelakunya. Monsterisasi terorisme ini pun-seperti biasa- dikaitkan dengan ajaran-ajaran Islam yang mulia seperti jihad dan khilafah.

Berkaitan dengan perkembangan Irak ini, Hizbut Tahrir mengeluarkan nasyrah (selebaran) tertanggal 19/6/2014 (21 Sya’ban 1435 H) berjudul:  ‘Membongkar konspirasi busuk Amerika untuk memecahbelah Irak’. Hizbut Tahrir melihat ada beberapa  keganjilan yang patut diperhatikan dari kejadian di Irak yang berjalan dengan cepat dan mencengangkan akhir-akhir ini. Dimulai  tanggal 10/6/2014 ketika pemberontak memasuki Mosul hingga sekarang.

Beberapa keganjilan itu antara lain kekalahan militer Irak di Mosul dan Tikrit yang tampak seperti bentuk kepasrahan dan penyerahan. Apalagi hal itu terjadi di bawah perintah komando tertinggi militer. Dipertanyakan pula seruan-seruan rezim Irak al-Maliki untuk memobilisasi milisi ketimbang militer. Terjadi peperangan sporadis, seolah-soalah sudah disiapkan tanggal mainnya. Ditambah lagi seruan-seruan sektarian para politisi di kawasan ini.

Di sisi lain reaksi internasional tidak sebanding dengan apa yang terjadi. Terdapat pernyataan beberapa politisi yang mengaitkan peristiwa ini dengan krisis Suriah, marginalisasi hak-hak kaum sunni di Irak, termasuk menyalahkan diktator al Maliki.

Amerika Serikat juga tidak bereaksi secara keras. Padahal kalau krisis Irak ini mengancam kepentingan utama Amerika di Irak yaitu minyak, eksistensi Israel, dan Islam, negara ini akan mengerahkan segenap kekuatan politiknya.

Pernyataan yang paling menonjol muncul dari  Obama. Presiden negara imperialis ini pada Jumat (13/6) menenangkan dunia atas jaminan keamanan pasokan minyak. Termasuk mempersiapkan cadangan minyak dari negera-negara Teluk jika pasokan dari Irak terancam. Semua ini menunjukkan Amerika tidaklah terkejut dengan apa yang sedang terjadi dan sudah menyiapkan rencananya untuk menghindari krisis minyak.

Obama juga menyatakan Washington  tidak akan ikut terlibat dalam aksi militer di tengah tidak adanya rencana politik yang ditawarkan pihak Irak. Padahal ada perjanjian keamanan antara Amerika dan Irak. Rezim Maliki sendiri melalui Menteri Luar Negeri IrakZebaridi Jeddah  Rabu (18/6)  meminta Washington melancarkan serangan udara terhadap orang-orang bersenjata. Namun Amerika tidak menyeriusi permintaan itu.

Keengganan Amerika untuk bereaksi keras dikuatkan oleh Kepala Staf Militer Amerika Jenderal Dempsey di sidang Kongres. Itu artinya  Amerika tidak tergesa-gesa melakukan intervensi, akan tetapi justru menundanya untuk menggolkan usulan-usulan lain.

Sedangkan Inggris, meskipun berebut kepentingan dengan Amerika, berjalan bersama Amerika dalam hal melemahkan umat Islam untuk memecah belah negeri Islam. Menteri Luar Negeri Inggris William Hague (16/6) menyatakan kepada Radio BBC ketika ditanya tentang tidak adanya intervensi: “Amerika Serikat yang memiliki kemampuan dan logistik lebih banyak dari yang dimiliki Inggris berkaitan dengan kemungkinan intervensi di Irak.”

Pecah Belah Irak

Dalam nasyrahnya, Hizbut Tahrir kembali membongkar konspirasi busuk Barat di balik semua krisis Irak saat ini. HT menegaskan apa yang terjadi sekarang merupakan kelanjutan dari rencana besar Amerika untuk memecah Irak menjadi tiga negara dengan basis Sunni, Syiah dan Kurdi. Bahkan Amerika telah merancang ini sebelum pendudukan Irak, dengan menjatuhkan sanksi zona larangan terbang di wilayah utara Irak tahun 1991, di mana wilayah Kurdistan menjadi mirip sebuah negara!

Upaya ini dilanjutkan  Amerika saat menduduki Irak tahun 2003. Bremer penguasa Amerika untuk Irak, menetapkan konstitusi yang mengandung benih perpecahan Irak dengan kuota yang berbasis aliran dan sektarian. Dan berlanjut hingga Desember 2011 saat Amerika secara militer mengklaim keluar dari Irak, meskipun negara ini masih menancapkan kontrolnya dalam keamanan dan politik Irak.

Langkah selanjutanya, Amerika mendudukkan penguasa bonekanya lewat pemilu demokratis yang penuh sandiwara. Dengan dukungan Amerika penguasa boneka al-Maliki sengaja menindas daerah-daerah utara dan barat Irak. Rezim ini terus memprovokasi—baik  dengan ucapan maupun aksi—perpecahan  sektarian di Irak.

Eskalasi sektarian terus meningkat ditandai dengan pembentukan milisi-miisi bersenjata Syiah. Sebaliknya rezim Maliki memfokuskann diri menghadapi  pada tanzhim Daulah (ISIS)  yang diklaim sebagai teroris Sunni. Padahal organisasi-organisasi yang masuk ke Mosul, Tikrit dan lainnya  bukan hanya Tandzim Daulah , tapi banyak organisasi lain. Negara-negara regional sekitar Irak pun berlomba menonjolkan aspek sektarian.

Semua itu sebagai implementasi  politik Amerika. Inggris pun berjalan di belakang politik Amerika. Kebijakan negara imperialis ini dibantu penuh oleh antek-antek dan para pengikut yang tidak ingin Irak bersatu kokoh. Mereka justru ingin Irak terpecah-pecah, saling bermusuhan dan bersaing, saling memerangi sebagian terhadap sebagian yang lain! Masing-masing pihak bersikukuh memiliki daerah kekuasaan dan akhirnya menyerukan secara terbuka kedaerahan dan disintegrasi. (AF)

Seruan Persatuan Hizbut Tahrir

Dalam nasyrah tertanggal 19/6 Hizbut Tahrir menyerukan umat Islam, Arab, Kurdi, Sunni maupun Syiah untuk bersatu atas dasar Islam dan  menyadari apa yang terjadi pada mereka saat ini . Beberapa kalimat seruan itu antara lain:  Wahai kaum Muslimin… Wahai Orang-orang Arab …. Wahai Orang-orang Kurdi…. Wahai Orang-orang Sunni… Wahai Orang-orang Syiah … Wahai Warga Irak. Tidakkah Anda melihat bahwa Amerika, sekutunya, antek-antek dan para pengikutnya … semuanya meniup fitnah, sehingga Anda saling bersaing kemudian dibuat tiga kelompok, tiga keratan dan tiga wilayah: Kurdi, Sunni, dan Syiah, yang tidak dihimpun dengan pengikat apapun kecuali seuntai rambut bahkan jauh lebih kecil lagi …!

Islam telah menghimpun Anda berabad-abad lamanya. Panji Islam telah menaungi Anda dalam jangka waktu yang panjang. Anda dahulu kuat dan mulia. Anda berbagi kebaikan bersama-sama dan memerangi keburukan bersama-sama… Negeri Anda adalah negeri pahlawan, negeri al-Qadisiyah, negeri al-Buwaib Yarmuk Persia, negeri Harun ar-Rasyid dan al-Mu’tashim, negeri Shalahuddin, negeri para pembebas terdahulu dan yang belakangan, insya’a Allah. Sungguh Irak yang satu adalah kuat dengan warganya. Sementara Irak yang terpecah-pecah lemah dengan keterpecahannya….

Sungguh masalah ini wahai warga Irak, tidak akan baik kecuali dengan apa yang menjadikan baik generasi awalnya: yaitu memutuskan perkara dengan apa yang telah Allah turunkan dan jihad di jalan Allah… berpegang teguh kepada tali agama Allah dan memutus hubungan dengan musuh-musuh Allah… dan mencampakkan sektarianisme kesukuan. “Tinggalkan dia karena sesungguhnya itu menjijikkan.” (HR al-Bukhari dari Jabir)(FW)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: