Bahaya Dibalik Usulan Revisi UU Terorisme


Dalam berbagai kesempatan, Kepala BNPT Ansyaad Mbai mengusulkan kepada pemerintah dan DPR untuk merevisi Undang-undang Terorisme. Revisi UU terorisme ini perlu untuk menjerat orang-orang yang menyebarkan kebencian dan permusuhan untuk mencegah tindakan terorisme.

Ditambahkan oleh Ansyad Mbai indikasi dari penyebar kebencian dan permusuhan ini adalah maraknya ceramah, tulisan, atau pernyataan yang isinya menganggap pihaknya paling benar dan menganggap  negara atau pemerintah sebagai kafir.

Kita tentu saja tidak setuju, adanya pemikiran yang dengan gampang mengkafirkan pihak lain tanpa memiliki landasan yang kuat berdasarkan aqidah dan syariah Islam. Dalam Islam sendiri kriteria pengkafiran itu sangat jelas, disamping itu harus disertai dengan pembuktian yang kuat.

Namun usulan mengkriminalkan pihak yang menganggap dirinya paling benar dan pihak lain kafir dengan tuduhan menyebarkan kebencian dan permusuhan, justru akan menimbulkan persoalan baru. Apalagi kalau dasarnya bukan merujuk kepada ajaran Islam, tapi kepentingan politik penguasa.

Bayangkan ketika umat Islam menganggap Islam sebagai satu-satunya ajaran yang benar, lantas dituduh kriminal . Padahal dalam ajaran Islam jelas, memang satu-satunya agama yang benar hanyalah Islam. Agama lain adalah kufur dan tertolak.

Bayangkan pula kalau ada penceramah yang mengatakan nashrani ,yahudi, penyembah berhala (musyrik)  itu kafir. Bisa dijebloskan ke penjara. Padahal dalam ajaran Islam, dengan tegas dikatakan nashrani dan yahudi itu memang kafir.

Lebih-lebih lagi kalau pradigma penyebar permusuhan dan kebencian yang digunakan oleh BNPT adalah pradigma perang melawan terorisme ala Barat. Mengingat ketua BNPT ini dalam ceramahnya merujuk kepada negara lain salah satunya Inggris. Ansyad mengatakan di hampir seluruh negara di dunia, diantaranya Inggris, orang-orang yang terbukti menyebarkan kebencian dapat dikenai pasal kriminal dengan hukuman berat.

Padahal pradigama ideology kebencian Barat ini sangat berbahaya bagi umat Islam. Pradigma ini sarat dengan kepentingan Barat. Seperti yang pernah dikatakan mantan PM Inggris Tony Blair tentang ideology kebencian yang dia sebut sebagai evil ideology (ideology setan). Menurutnya ideology kebencian itu adalah yang menentang nilai-nilai liberal Barat, ingin menegakkan syariah Islam dan khilafah, dan menentang keberadaan  Israel.

Dengan pradigma imperialism seperti ini ulama yang mengajarkan khilafah itu wajib yang harus diperjuangkan, maka akan dituding kriminal. Padahal semua Imam madzhab telah sepakat tentang kewajiban Khilafah ini, seperti yang ditegaskan oleh Imam an Nawawi. Al-’Allamah Abu Zakaria an-Nawawi, dari kalangan ulama mazhab Syafii, mengatakan, “Para imam mazhab telah bersepakat, bahwa kaum Muslim wajib mengangkat seorang khalifah.” (Imam an-Nawawi, Syarh Shahîh Muslim, XII/205).

Perkara lain yang mungkin muncul, ketika umat Islam menentang Zionis Israel. Dengan pradigma Blair akan masuk katagori ideologi kekerasan yang wajib dikriminalkan. Padahal penentangan umat Islam ini muncul karena Zionis Israel  telah telah menjajah negeri Islam Palestina, membantai dan membunuh ribuan muslim Ghaza. Bisa-bisa, MUI juga bisa jadi dikriminalkan. Bukankah MUI dalam fatwa dengan tegas menolak liberalisme, sekulerisme dan pluralisme ?

Kesalahan berpikir lain yang berbahaya adalah adanya anggapan keliru yang mengkaitkan penetapan kekafiran dengan terorisme . Padahal tidaklah otomatis, ketika umat Islam menganggap hanya agama Islam yang benar, agama yang lain itu adalah kafir, maka umat Islam akan menjadi teroris dalam pengertian melakukan kedzoliman atau pembantaian terhadap non muslim (kafir).

Dalam ajaran Islam, meskipun menganggap agama diluar Islam adalah kafir, namun ada konsep ahlul dzimmah. Yaitu orang kafir yang hidup dibawah naungan sistem Islam  yang justru harus dilindungi , dijamin keamanan dan kesejahteraannya. Mereka juga tidak boleh dipaksa untuk memeluk agama Islam dan dibolehkan beribadah menurut keyakinannya. Meskipun mereka tetap disebut kafir dan kekafiran mereka tersebut tetap dicela.

Kalau usulan ini diwujudkan, Indonesia akan kembali menjadi negara otoriter yang menjadi alat politik Barat. Alih-alih negara memperhatikan aspirasi umat Islam untuk menegakkan syariah Islam dan Khilafah. Negara malah memposisikan rakyatnya yang ingin memberikan solusi bagi bangsa ini dengan syariah Islam sebagai musuh yang harus dibasmi.

Penguasa negeri Islam yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk menjaga keselamatan rakyatnya, justru menjadi pembantai bagi rakyatnya sendiri. Sekedar untuk mendapatkan pujian beracun dari negara-negara imperialis yang menjadi musuh umat Islam.

Tidak hanya itu, perkara yang ma’ruf (yang baik berdasarkan syariah Islam), yaitu penegakan Khilafah yang substansi nya adalah ukhuwah Islamiyah, penerapan syariah dan dakwah, dianggap perkara munkar dengan melakukan monsterisasi dan kriminalisasi.  Sebaliknya perkara yang jelas-jelas munkar (yang buruk berdasarkan syariah Islam) seperti liberalisme dan sekulerisme yang menentang penerapan syariah Islam secara kaffah, dianggap sebagai kebaikan.(Farid Wadjdi)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: