Koalisi Imperialistik Obama , Perkokoh Penjajahan Amerika


140909213745_us_jet_512x288_apPresiden Obama mengklaim sudah ada 40 negara yang bergabung bersama Amerikan untuk memerangi tandzim ISIS yang memproklamasikan diri sebagai Khilafah. 10 negara Arab mendukung upaya Amerika tersebut setelah pertemuan di Saudi Arabia yang dihadiri menlu Amerika John Kerry.

Koalisi Obama juga didukung Israel. Seperti yang diberitakan VOA online (15/9) PM Benyamin Netanyahu Kamis malam (11/9) menyatakan negaranya mendukung seruan Obama untuk secara multilateral memerangi ISIS.

Sebelumnya, Obama pada Rabu (10/9), mengumumkan rencananya memimpin koalisi imperialistik dengan dalih memerangi tandzim IS (Islamic State). Melalui menlu AS John Kerry ,Amerika menyatakan perang ini akan menghabiskan waktu bertahun-tahun. Untuk itu Amerika akan memberikan pelatihan dan senjata kepada militer Irak, Peshmerga Kurdi dan kelompok oposisi yang sebutnya sebagai oposisi moderat.  Dalam  yang pertemuan Kamis 11/9 yang atur Kerry di Jedah, beberapa penguasa Arab seperti Saudi, Yordania, Mesir, Lebanon, Turki, Irak dan enam negara teluk menyatkan dukungan terhadap koalisi ini.

Adapun Iran tampaknya bermain di belakang layar,  tidak hadir secara terbuka dalam pertemuan ini.  Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan menyetujui kerjasama dengan Amerika melawan Islamic State (IS). Seorang sumber kepada BBC Persia mengatakan, Ayatollah Ali Khamenei mengizinkan Qasem Soleimani, komandan pasukan Quds yang merupakan unit elite dari Pasukan Garda Revolusi, untuk mengoordinasikan operasi militer bersama pasukan Amerika Serikat yang membantu pasukan Irak dan Kurdi. Iran dan Amerika sendiri kerap melakukan koordinasi  dalam isu-isu regional seperti Irak, Suriah dan Afghanistan, yang dilakukan secara tertutup atau terbuka.

Dukungan negara-negara Arab termasuk Irak dalam koalisi  yang dipimpin Amerika ini  mengokohkan pengkhianatan mereka terhadap umat Islam.  Dukungan ini akan memberikan legitimasi bagi Amerika untuk melakukan intervensi di kawasan Timur Tengah yang terus bergejolak. Sekaligus mengokohkan penjajahan Amerika di regional ini.

Adapun alasan untuk memerangi  Tandzim Islamic State (IS)  yang dituduh teroris  jelas merupakan dalih  yang dicari-cari. Bagaimana mungkin memerangi  teroris dibawah komando negara teroris. Bukankah Amerika merupakan Negara teroris yang  menjadi akar dari pohon terorisme dan hingga saat ini terus menyebar teror di negeri-negeri Islam.  Bukankah Amerika yang selama merupakan otak segala bentuk tindakan teror di dunia dengan menciptakannya, memelihara, dan kemudian memanfaatkannya untuk kepentingan penjajahannya ?

Bukankah Amerika lah  pelaku langsung tindakan teror sistematis , pembunuhan keji dan penyiksaan kejam di Afghanistan, Irak, Bahgram, Abu Ghraib dan Guantamo.  Negara ini juga mendukung penuh tindakan teror yang sangat biadab entitas penjajah Yahudi di Ghaza, yang telah membantai umat Islam yang tidak berdaya.  Negara ini juga mendukung diam-diam atau paling tidak membiarkan pembantaian kaum muslim di Myanmar.  Kerjasama ekonomi Amerika dan Myanmar justru semakin meningkat bersamaan dengan meningkatkan pembunuhan terhadap umat Islam di sana.

Amerika juga menjadi pendukung penuh penguasa-penguasa tiran dan buas di negeri Islam baik secara terbuka atau di belakang layar.  Menlu AS, John Kerry tetap menyatakan jenderal as Sisi adalah teman baik Amerika di kawasan itu,meskipun tangan sang Jenderal berlumur darah kaum muslimin.

Koalisi imperialistik yang dipimpin Obama sesungguhnya sepenuhnya untuk kepentingan Amerika. Untuk mengokohkan lebih kuat lagi pengaruh Amerika di kawasan ini. Kalau sebelumnya  pengaruh Amerika masuk  secara sembunyi-sembunyi, kali ini melalui pintu lebar yang dibuka penguasa-penguasa negeri Islam yang berkhianat. Mereka meminta Amerika dengan hina.

Koalisi imperialistik Obama ini bukanlah memerangi terorisme akan tetapi untuk dua kepentingan. Pertama, menjamin suplay minyak murah dari kawasan Timur Tengah, menjamin agar perampokan ini tetap berjalan baik. Kedua, untuk menghalangi negeri-negeri Islam akar tidak kembali ke al Khilafah ar Rasyidah yang menjadi kerinduan umat saat  ini.

Kuatnya faktor Islam dalam pergolakan Timur Tengah selama ini seperti dalam Arab Spring dan kuatnya keinginan rakyat Suriah untuk menegakkan Khilafah sangat mengkhawatirkan Amerika.  Karena itu Amerika perlu membendung keinginan itu dengan berbagai cara. Baik dengan memunculkan monsterisasi terhadap sistem Khilafah dan Daulah Islam ataupun dengan bekerjasama dengan penguasa-penguasa Arab yang juga khawatir tahta kekuasaannya runtuh.

Kekosongan Politik

Mulusnya Amerika menjalankan penjajahannya di negeri-negeri Islam termasuk Timur Tengah tidak bisa dilepaskan dari kekosongan politik yang terjadi di negeri-negeri Islam. Amerika tampak dengan mudah melakukan berbagai konspirasi, adu domba, dan praktik-praktik penjajahan keji lainnya.

Kekosongan politik yang membunuh kaum muslimin. Kenapa kekosongan politik ? karena meskipun ada penguasa negeri Islam, tapi sesungguhnya mereka tidak menjalankan peran mereka layaknya sebagai penguasa. Pemimpin yang seharusnya mengurus rakyat dengan independen, bersikap tegas terhadap ancaman musuh yang memerangi rakyatnya sendir dan menjaga keamanan dan kekayaan alam negeri.

Penguasa negeri Islam saat ini tidak lain para boneka yang dimainkan oleh sang Tuan Amerika. Tidaklah mengherankan mereka berbondong-bondong bekerjasama dengan Amerika melawan ISIS , namun mereka tidak melakukan apa-apa ketika Gaza diserang oleh Zionis Yahudi. Ketika Amerika menjadikan ISIS sebagai ancaman besar, mereka pun berbondong-bondong menyuarakan hal yang sama.

Kekosongan politik yang lebih berbahaya adalah ketiadaan sistem pemerintahan yang berdasarkan aqidah Islam, pemerintahan Khilafah ala Minhajin Nubuwah sejati yang menerapkan syariah Islam secara totalitas. Khilafah yang keamanan dan kekuasaannya secara penuh ada ditangan umat yang dengan itu bisa mengatur umat Islam layaknya sebagai sebuah negara. Melindungi umat,mengurus umat, dan memberikan kesejahteraan dan keamanan kepada rakyat. Memiliki kewibawaan dan kekuataan untuk menghancurkan musuh-musuh imperialis yang ingin menyakiti umat.

Sejak hancurnya Khilafah seabad yang lalu kekosongan politik ini meliputi hampir semua negeri Islam. Baratpun tidak ingin umat Islam kembali kepada Khilafah Islam. Mereka menciptakan negara-negara boneka dengan warna yang bermacam-macam di negeri Islam baik itu sekuler,kapitalisme, kerajaan, kediktatoran, ataupun demokratis. Penguasa inilah yang mereka gunakan untuk memerangi siapapun yang ingin mengembalikan Khilafah Islam.

Begitulah, akhirnya di negeri kaum Muslimin tersebar kezaliman, kejahatan dan penindasan.  Kejatuhan para penguasa pun menjalar pada umat.  Para penguasa itu “meminta kesenangan hidup” di depan Amerika dan barat kafir, sampai-sampai para penguasa itu mengemis kepada Amerika agar membangun koalisi memerangi negeri mereka… kemudian para penguasa itu menilainya sebagai kemenangan besar.  (Farid Wadjdi)

 Kutipan : Perkara Serius dan Tidak Main-main

Wahai kaum Muslimin: sungguh perkara tersebut serius, tidak main-main dan tidak boleh dianggap enteng.  Bahkan di hadapan Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukminin perkara itu merupakan perkara besar.  Dan sungguh Hizbut Tahrir, pelopor yang tidak membohongi warganya, memperingatkan mereka dan menjelaskan kepada Anda hal-hal berikut:

Sesungguhnya pendirian koalisi ini dan keberlangsungan eksistensinya tetap berdiri di negeri kaum Muslimin merupakan perkara besar dan bahaya yang menyebar dimana-mana.  Hal itu merupakan kejahatan besar yang diharamkan di dalam Islam berdasarkan sabda Rasulullah saw:“Janganlah kalian meminta penerangan dengan api kaum musyrikin” (HR al-Baihaqi di Sunan al-Kubra dari Anas bin Mallik)

Api suatu kaum merupakan kiasan dari entitas mereka di dalam perang.  Juga dikarenakan sabda Rasul saw:“Maka aku tidak akan meminta pertolongan kepada orang musyrik” (HR Muslim dari Aisyah ra).

Dan dalam riwayat Abu Dawud dan Ibn Majah dari Aisyah ra dengan lafazh: “Sesungguhnya kita tidak meminta pertolongan kepada orang musyrik”.

Dan sungguh, kelangsungan para penguasa ruwaibidhah dalam kejahatan dan kezaliman mereka terhadap kaum Muslimin, dan loyalitas dan ketundukan mereka kepada kaum kafir, hal itu merupakan fitnah, musibah dan bencana yang tidak akan hanya menimpa para penguasa zalim itu, akan tetapi juga menimpa orang-orang yang diam terhadap kezaliman mereka.“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu.” (TQS al-Anfal [8]: 25)

Rasulullah saw bersabda:“Sesungguhnya manusia itu jika di tengah mereka dilakukan kemaksiyatan dan mereka tidak mengubahnya, hampir-hampir Allah menimpakan sanksi (hukuman) kepada mereka semua” Dikeluarkan oleh Utsman Abu Amru ad-Dani di dalam al-Fitan dari Abu Bakar ra”.(sumber :kutipan dari nasyrah HT Partisipasi di dalam Koalisi Obama yang Imperialistik Merupakan Kejahatan Besar dan Makar Yang Bahayanya Menyebar di mana-mana  tanggal 16 Dzulqa’dah 1435 H11 September 2014 M)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: