Mengenal Negeri Islam Kazakhastan


kzasKazakhstan adalah negeri Islam yang terletak di Asia Tengah, merupakan negara ke-9 terbesar wilayahnya di dunia.  70% dari penduduk negara itu adalah beragama Islam menurut sensus nasional 2009.  Etnis Kazakh sebagian besar adalah Sunni.

Negara ini sarat dengan multi budaya, yaitu perpaduan antara kekuatan Turki dan Mongol. Dengan luas wilayah 2.717.300 km2, setara dengan empat kali luas wilayah negara bagian Texas Amerika Serikat, Kazakhstan mempunyai iklim kering, dingin di musim dingin dan panas di musim panas. Negara ini berbatasan dengan Rusia, Cina, Kyrgyzstan, Turkmenistan dan Uzberkistan.

Berpenduduk sekitar 15.185.844 orang, terdiri dari berbagai suku, antara lain Kazakh, Rusia, Ukraina, Uzbek, Jerman, Tatar, Uygur, Rusia Ortodox  dan lainnya. Bahasa nasional mereka adalah Kazakh, di samping bahasa Rusia yang dipergunakan untuk bisnis dan bahasa antar etnik.

Menurut Talgat Ismagambetov, penulis artikel Is Islamic Fundamental a Threat in Kazakhstan, Islamisasi di Kazakhstan terjadi dalam 3 (tiga) gelombang besar, pertama terjadi pada abad ke-10, kedua abad ke-19 dan terakhir pada tahun 1990. Mayoritas penganut Islam di Kazakhstan mengikuti paham Sunni.

Islam masuk pertamakali ke Kazakhstan pada abad ke-8, ketika bangsa Arab menguasai Transoxania (Mavarannahr), suatu area di bagian selatan Kazakhstan, terletak antara sungai Syr-dar’ya dan Amu-dar’ya. Sedangkan Islamisasinya terjadi pada abad ke-9 mendekati abad ke-10. Pada abad ini, Zoroaster, Kristen, Budha dan pagan masih banyak dianut oleh penduduk Kazakhstan. Islamisasi ini berakhir ketika Mongol menguasai Kazakhstan pada tahun 1220-an.

Gelombang kedua Islamisasi terjadi pada abad ke-18 dan 19, ketika Islam mendominasi di bidang politik. Namun Islamisasi pada gelombang kedua ini pun tidak berlangsung lama, karena faktor politik pulalah, yang membuat Islamisasi di Kazakhstan mengalami kemandegan. Faktor politik yang memberangus Islamisasi adalah kuatnya dominasi pemerintah komunis Rusia pada saat itu.

Gelombang ketiga Islamisasi terjadi pada tahun 1990, di mana Islam tumbuh dengan cepat antara tahun 1990-1995. Pembangunan masjid baru maupun menghidupkan masjid yang terbengkelai ketika komunis Soviet berkuasa dilakukan hampir seluruh kota di seluruh Kazakhstan.

Edisi al-Qur’an pertama dalam bahasa Kazakhs yang didasarkan pada alfabet Cyrillic diterbitkan di Almaty pada tahun 1992. Walaupun Islam berkembang cukup baik di Kazakhstan setelah jatuhnya Uni Soviet, tidak secara otomatis Islam dijadikan sebagai dasar negara. Hal ini terbukti dengan diberlakukannya Konstitusi tahun 1995 yang menyebutkan bahwa Kazakhstan adalah negara sekuler.

Pengaruh Hizbut Tahrir

Salah satu organisasi politik Islam yang berkembang sangat pesat dan mendunia adalah Hizbut Tahrir (HT), demikian menurut Emmanuel Karagiannis, seorang pakar dari Universitas Macedonia, Yunani. Partai politik yang menolak kekerasan ini memiliki prospek masa depan. Lebih khusus di Asia Tengah termasuk di Kazakhstan  , HT memiliki peran yang sangat aktif dan terus tumbuh.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya HT di Asia Tengah, paling tidak adalah kenyataan bahwa Asia Tengah di dominasi oleh kaum Muslim. Kondisi perekonomian yang miskin di Asia Tengah pasca Soviet telah menyediakan lahan subur bagi kelompok-kelompok Islam untuk mencapai dukungan dalam mengubah tatanan sosial saat ini.

Menurut Karagiannis, pemerintah di Tajikistan, Kazakhstan dan Kyrgizstan terkecuali minoritas Uzbek, telah membiarkan HT merekrut para pengikutnya di antara kelas di negara-negara tersebut. Selain itu banyak penduduk tertarik dengan prospek pemerintahan Islam, terutama untuk menghadapi pemerintahan otoriter di kawasan itu.

Selain itu, runtuhnya komunisme telah menyebabkan kevakuman ideologis di Asia Tengah, di mana HT hadir untuk mengisi kekosongan ideology ini . Kelompok ini menarik bagi individu yang ingin percaya pada suatu ideologi yang koheren yang menyediakan solusi tidak hanya pertanyaan-pertanyaan rohani, tetapi juga isu-isu praktis.

Lebih lanjut, Karagiannis menyebutkan bahwa sejak 1990-an, HT berhasil menyebarkan pesan-pesannya ke seluruh Asia Tengah. Akibatnya, HT menjadi kelompok Islam terkemuka di Tajikistan, Uzbekistan, Kazakhstan dan Kyrgizstan .

Pemerintah merespon munculnya HT dengan tindakan represif terhadap para anggota dan pendukungnya. Cara-cara hukuman, bagaimanapun mempunyai efek sebalikanya: HT semakin meningkat popularitasnya, termasuk bagi kalangan mahasiswa, pengusaha, intelektual, dan perempuan, katanya.Karagiannis melihat prospek masa depan bagi HT. Bahkan ia mengatakan HT menolak terhadap kekerasan politik. Menurutnya, kelompok itu akan mengarah pada islamisasi masyarakat dan akhirnya dapat menggulingkan rezim dengan damai.

Di akhir tulisannya, Dr. Emmanuel Karagiannis menyatakan, jika HT berkolaborasi dengan kekuatan bersenjata untuk mendirikan negara Islam di suatu negara, tujuan berikutnya akan kembali mendirikan Khilafah Islamiyyah. Dr. Emmanuel Karagiannis adalah asisten Profesor Politik Rusia dan Pasca Soviet di Universitas Macedonia di Thessaloniki, Yunani dan pemeriksa START Center di Universitas Maryland. Tulisan analisisnya itu dipublikasikan ulang di Eurasia Review, Rabu (21/04/10).

Demikianlah, semakin nyata janji-Nya segera terwujud, bahwa Islam akan berkuasa kembali akan segara nyata. Hal itu pun telah dirasakan oleh para pemikir barat yang mulai resah akan munculnya kembali kebangkitan Islam dengan tegaknya Khilafah Islamiyyah. Memang benar, kebangkitan Islam ibarat cahaya fajar, tinggal masalah waktu saja. Insya Allah! (AF/Dari Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: